APBN Pemerintah Kolonial di Batavia Berasal dari Kopi Mandailing

Dihadiri 100 Lebih Mahasiswa
Redaksi - Selasa, 23 April 2024 16:00 WIB
APBN Pemerintah Kolonial di Batavia Berasal dari Kopi Mandailing
Poto: Istimewa
Seminar Pembangunan Ekonomi di Aula Serbaguna STAIN Mandailing Natal.
drberita.id -Forum Paguyuban Mahasiswa Madina Nusantara sukses menggelar Seminar Pembangunan Ekonomi di Aula Serbaguna STAIN Mandailing Natal pada Senin 22 April 2024.

Seminar tersebut dihadiri 100 lebih mahasiswa dan diisi oleh Dr. M. Daud Batubara, M.Si, Staf Ahli Bupati Madina Bidang Pemerintahan dan Hukum, Andy Hakim S.E, M.M Akademisi STAIN Mandailing Natal, dan Askolani Nasution Sejarawan dan Budayawan Mandailing Natal.

Kegiatan tersebut mengangkat tema "Memanfaatkan Potensi Sumber Daya Mandailing Natal dengan Konsep Green Ekonomi dan Blue Ekonomi".

Seminar tersebut dibuka oleh Wakil Ketua II STAIN Mandailing Natal Dr. H. Kasman M.A yang menyatakan bahwa penting bagi mahasiswa untuk bergabung dengan organisasi mahasiswa yang bertujuan untuk kemajuan, karena filosofi seorang sarjana terletak pada pola pikir dan mindsetnya sendiri.

Sementar, Sejarawan dan Budayawan Askolani Nasution menyampaikan Mandailing Natal telah menjadi jalur perdagangan sejak zaman kerajaan Majapahit. Bahkan dalam catatan Belanda, Pakantan telah lama menjadi komoditas rempah sebelum masa kolonialisme.

"Bahkan, setengah dari APBN pemerintah kolonial di Batavia berasal dari Kopi Mandailing," ucapnya.

Dr. M. Daud Batubara, M.Si menambahkan pepatah yang digunakan sekarang harus diubah menjadi 'semakin berilmu, semakin berkualitas dalam berbicara'.

Daud juga menjelaskan ada empat strategi dalam membangun wilayah, yaitu pengembangan fisik, dunia usaha, SDM, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Daut menambahkan konsep green ekonomi sangat penting untuk mengurangi risiko kerusakan lingkungan dengan tujuan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan ramah lingkungan.

"Koordinasi yang terarah juga penting agar tidak meninggalkan penderitaan bagi generasi mendatang," katanya.

Andy Hakim S.E, M.M, menyatakan bahwa salah satu kendala dalam peningkatan ekonomi Mandailing Natal adalah ketergantungan pada sektor primer yang dapat menyebabkan kemiskinan.

Andi juga menambahkan Mandailing Natal memiliki tingkat pendidikan dan ekonomi terendah dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Se-Tabagsel.

"Potensi dan tantangan saat ini terdiri dari empat hal, yaitu karet sebagai komoditas utama, Taman Nasional Batang Gadis dan Potensi Kelautan Pantai Barat, Bandar Udara Jend. AH Nasution yang akan diresmikan bulan Mei mendatang, dan kehadiran STAIN Mandailing Natal," kata Andi.

Terakhir, Dr. M. Daud Batubara, M.Si, staf khusus Bupati Madina, mengatakan bahwa Pemerintah Mandailing Natal siap mendukung penuh kegiatan mahasiswa Mandailing Natal di berbagai bidang dengan syarat koordinasi terlebih dahulu.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru