Bahar: Peningkatan Produktivitas Tingkatkan Daya Saing
Foto: Istimewa
Baharuddin Siagian
drberita.id | Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Sumut Baharuddin Siagian menegaskan peningkatan produktivitas moral kerja dapat meningkatkan daya saing perekonomiandi Sumatera Utara.
Hal itu disampaikan Baharuddin saat membuka Kegiatan Fasilitasi Alat,Teknik, dan Metode Produktivitas pada acara Associates Member, di Hotel Four Point Jalan Gatot Subroto Medan, kemarin.
Bahar mengungkapkan bahwa produktivitas menjadikam keinginan dan upaya manusia untuk meningkatkan kualitas dan penghidupan. Peningkatan produktivitas adalah pilihan yang tepat dalam kualitas hidup yang lebih baik melalui perbaikan output atau hasil secara terus menerus dengan penerapan alat, teknik, dan metode peningkatan produktivitas atau impelementation of Integrited Productivity Improment Model.
Baca Juga :LKLH Sumut Desak Wilmar Identifikasi Pasokan Buah Sawit PTPN3
Bahar juga menjelaskan aspek-aspek yang dipadukan model tersebut adalah perbaikan produksi, perbaikan kualitas, perbaikan biaya, perbaikan waktu penyerahan, perbaikan keselamatan kerja, dan perbaikan moral kerja sebagai produktivitas, tidak sama dengan produksi.
"Produktivitas berbicara efisien, efektivitas, dan kualitas. Sedangkan produksi berbicara jumlah produk yang dihasilkan," kata Bahar.
Peningkatan produktivitas, sebut Bahar lagi akan mensejahterakan dan memakmurkan semua steakholder, seperti pemerintah meningkatan produktivitasnya ditujukan untuk meningkatkan daya saing khususnya perdagangan internasional sehingga akan mendorong pendapatan negara dan perluasan kesempatan kerja serta standar hidup yang lebih baik.
Baca Juga :Dana Covid-19: Pemprovsu Harus Segera Kembalikan Temuan BPK RI
Perusahaan peningkatan produktivitasnya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan kulitas produk barang dan jasa sehingga akan memiliki daya saing yang kuat dan memungkinkan perusahaan menjadi lestari tumbuh berkembang karena keuntungan yang meningkat serta hubungan industrialnya yang harmonis.
"Bagi karyawan peningkatan produktivitas akan meningkatkan pendapatan jaminan sosial, martabat, pengakuan potensi individu serta motivasi dan keinginan berprestasi," jelasnya.
Pada kesempatan itu juga Bahar menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting karena memberikan dampak positif bagi daerah-daerah untuk meningkatkan produktivitas, sehingga secara nasional meningkat dan tampak sangat nyata bahwa kesejahteraan masyarakat meningkat jika korelasi antara peningkatan produktivitas dengan dampak kesejahteraan masyarakat saling bersinergi.
Baca Juga :Geledah Kantor PT. BTN Medan, Kejati Sumut Temukan Dokumen Kredit Fiktif Rp 39,5 Miliar
"Kegiatan ini sangat penting karena memperkenakan cara memadukan semua konsep dan teknik peningkatan produktivitas. Bagi pemerintah dan swasta setelah mengikuti kegiatan ini dapat mengembangkannya di perusahaan tempatkerja masing-masing sesuai komitmen dan kesediaan semua tingkatan mulai dari pimpinan dan karyawan agar usaha mikro kecil dan menengah tetap bertahan dengan baik," kata Bahar.
Bahar juga mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Tenaga Kerja khususnya Direktorat Bina Peningkatan Produktivitas yang sudah memilih Kota Medan untuk kegiatan ini. "Saya berharap seluruh peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga hasil yang diperoleh sesuai dengan apa yang diharapkan," kata Bahar.
Hadir dalam acara Kadisnaker Kota Medan Hannalore Simanjuntak, mewakili Direktur Bina Peningkatan Produktivitas Ditjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas. Kegiatan ini sendiri diikuti sekitar 70 peserta.
Baca Juga :Relawan Bobby Nasution Cabut Laporan di Kemenkum HAM Sumut, Ternyata Ini Alasannya
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
May Day 2026: Buruh Tuntut Undang Undang Ketenagakerjaan Baru Disahkan
Buruh di Sumut Merasa Tertipu: Tuntut Revisi Kenaikan UMP dan UMK Pakai Pengalian Alpha
Tahun 2026, Upah Buruh di Sumut Rp. 3,2 Juta
Buruh Sumut Salurkan 4 Ton Bahan Makanan dan Obat ke Korban Bencana Tapteng - Sibolga
Buruh Sumut Tolak UMP Versi Menaker Yassieirli
Buruh Sumut Gruduk Kantor Gubsu Bobby Nasution Tuntut Kenaikan UMP 10,5% dan Perumahan Subsidi
Komentar