Mengawal Koperasi Merah Putih
drberita.id -Di tengah berbagai krisis yang melanda masyarakat, seperti dari keterbatasan akses permodalan hingga ketimpangan ekonomi yang terus melebar, Koperasi Merah Putih hadir sebagai bentuk harapan baru, bahwa rakyat bisa bangkit dengan caranya sendiri.
Melalui koperasi, masyarakat belajar berbagi risiko, menata usaha secara kolektif, dan membangun kemandirian tanpa harus tunduk pada sistem ekonomi yang tak memihak.
Koperasi bukanlah konsep baru. Sejak masa awal kemerdekaan, koperasi telah diidealkan sebagai pilar ekonomi nasional. Muhammad Hatta (Bung Hatta) selalu mendengungkan dengan koperasi dapat membantu ekonomi rakyat. Upaya-upayanya menghidupkan koperasi di Indonesia menjadikannya sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
Namun bukan berarti koperasi tidak menuai masalah. Dalam praktiknya tidak sedikit koperasi yang terjebak pada tumpukan formalitas, manajemen yang lemah, hingga praktik penyalahgunaan keuangan oleh pengurusnya sendiri.
Maka, ketika Koperasi Merah Putih hadir dengan pendekatan yang segar, mengusung nama nasional, mengedepankan partisipasi masyarakat, dan menanamkan semangat gotong royong, respon publik pun cukup hangat.
Ia dianggap sebagai upaya serius untuk menghidupkan kembali koperasi sebagai alat pemberdayaan rakyat, bukan sekadar badan usaha biasa.Tentunya setiap harapan selalu datang bersama tantangan.
Di balik berbagai capaian yang berhasil diraih, Koperasi Merah Putih tetap harus terbuka terhadap kritik dan masukan. Sebab sejarah panjang gerakan koperasi di Indonesia mengajarkan kita bahwa idealisme yang tak disertai tata kelola yang baik justru bisa menjadi bumerang.
Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, pemerintah menetapkan target pembentukan 80 ribu Koperasi Merah Putih. Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk memperkuat perekonomian di tingkat desa serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Inflasi Sumut Belum Teratasi, Harga Cabai Merah Masih Mahal di Kota Medan Rp. 60 Ribu/Kg
Ormas PMP Jual Cabai Merah Rp. 35 Ribu/Kg di Medan, Harga di Pasar Tradisional Datok Kabu Rp. 72 Ribu/Kg
Lailatul Badri Imbau Masyarakat Medan Kibarkan Merah Putih, Bukan One Piece di Kemerdekaan RI ke 80
Menjaga Merah Putih di Tengah Perbedaan
Pemuda Muhammadiyah Dukung Koperasi Merah Putih