Diungkap DPRD Sumut, PGK: Polisi Harus Usut Penguranga Takaran Sembako Covid-19
drberita.id | Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) meminta polisi mengusut adanya dugaan pengurangan takaran bantuan sembako dari Tim non medis GTPP Covid-19 Sumut. Jika benar terjadi, pelakunya harus ditangkap.
"Gawat ini, kemarin dugaan bermain harga sembako. Ini malah yang ketauan dugaan pengurangan takaran sembako, anggota DPRD Sumut pula yang mengungkap. Polda Sumut harus mengusutnya, segera tangkap oknumnya," ujar Ketua PGK Sumut Hendra Hidayat, Senin 18 Mei 2020.
Hendra mengatakan dugaan pemotongan takaran sembako ini sangat meresahkan masyarakat.
Baca Juga: Rekam Jejak Kombes Pol Riko Sunarko, Kapolrestabes Medan Pengganti Jhonny Edison Isir
"Harus segera diselesaikan ini, kita berharap Polda Sumut segera turun tangan. Kalau dapat izin dari polisi, kami akan gelar unjuk rasa. Peran kepolisian sangat ditsaja, kami percayakan," jelas Hendra.
Baca Juga: Sudah 2 Bulan, Polisi Belum Tangkap Pelaku Penyiram BBM di Medan
Hendra juga menduga pengurangan takaran semabako ini dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif.
"Ini pasti bukan permainan satu atau dua orang. Ini sudah TSM (terstruktur, tersistematis, dan masif) dilakukan. Polisi harus usut dugaan ini sampai ke akar-akarnya," jelas Hendra.
Dugaan pengurangan takaran bantuan sembako ini ditemukan oleh anggota DPRD Sumut di Kabupaten Simalungun. (art/drb)
GP Al Washliyah dan Polda Sumut Deklarasi Perang Melawan Narkoba
Setelah ke Polda Sumut, WOM Finance dan Debt Collector Komando Tidar Jaya Dilaporkan ke OJK
Korban Dipaksa Aborsi Kepala Desa di Dairi Minta Kepastian Laporan dari Polda Sumut
WOM Finance dan Debt Colector Komando Tidar Jaya Dilaporkan ke Polda Sumut
Kuasa Hukum PT Tun Sewindu Bantah Laporan Jokowi ke Polda Sumut, Ini Kronologis Sebenarnya