GP Ansor: Kapolri Gagal, Medan dan Sumut Darurat Judi
Foto: Istimewa
Ketua Umum PC GP Ansor Medan Muhammad Husein Tanjung.
drberita.id | Ketua Umum PC GP Ansor Medan Muhammad Husein Tanjung mengatakan masyarakat di Kota Medan, dan umumnya di Sumatera Utara merasa resah dengan maraknya perjudi.
Aparat keamanan pun dinilai telah gagal menciptakan situasi kondusif di Medan dan Sumut.
"Situasi ini harus secepat mungkin ditanggapi dan menjadi perhatian khusus dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo," ungkap Husein Tanjung dalam keterangan tertulis, Rabu 23 Juni 2021.
Baca Juga
Doctor Strange Jadi Villain di What If...?
Dikatakannya, perjudian menjadi fenomena yang tidak dapat dipungkiri di tengah masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman, perjudian dapat dilakukan dengan berbagai cara dan bentuk. Berjudi secara umum dipandang sebagai sebuah kejahatan. Tindak pidana berjudi atau turut serta berjudi telah dilarang dalam ketentuan pidana pasal 542 KUHP.
Namun, berdasarkan ketentuan yang diatur dalam pasal 2 ayat (4) dari UU No. 7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian, yang telah diubah sebutannya menjadi ketentuan pidana yang diatur dalam pasal 303 bis KUHP. Prinsip bermain judi sebagaimana ditetapkan di dalam pasal 303 KUHP diartikan sebagai tiap-tiap permainan, yang kemungkinan menang pada umumnya bergantung kepada untung-untungan, juga kalau kemungkinan menang itu bertambah besar karena pemain lebih pandai atau lebih cakap.
Baca Juga
Saut Blak-blakan Bongkar Kelakuan Firli
GP Ansor melihat kasus perjudian di Sumatera Utara khususnya di Kota Medan sangat marak terjadi sejak tiga bulan terakhir. Terbukti pada kurun waktu tiga bulan ini lokasi perjudian kembali menjamur di Kota Medan sedikitnya ada 87 titik yang tersebar di 21 kecamatan.
"Artinya, sudah mulai melihat tingkat keberanian masyarakat semakin tinggi untuk membuka lokasi judi pada masa kepemimpinan Kapoldasu Irjen Pol. Panca Putra. Ini menimbulkan pertanyaan besar bagi kinerja perwira tinggi Polri kelahiran Sumatera Utara Januari 1969 tersebut," kata Husein Tanjung.
Baca Juga
2 Lembaga Intelijen Negara dan BNPT Terikut Konflik TWK Pegawai KPK
Husein Tanjung mengatakan kondisi ini sudah pernah dipertanyakannya langsung kepada Kapolres Belawan AKBP Dayan, mengapa perjudian di wilayah hukumnya tidak bisa dihilangkan.
Dayan pun menjawab, kinerja mereka sudah maksimal dengan bukti telah menerima penghargaan rekor muri dengan penangkapan judi terbanyak. Kendati demikian, lanjut Husein Tanjung, tidak menjadi suatu kebanggaan rekor muri bila realitanya perjudi masih sangat menjamur di sana.
Baca Juga
80 Pati TNI Mutasi, 29 Masuk Masa Purna Bhakti, Ini Daftarnya
[br]
"Yang lebih mencengangkan lagi khusus di wilayah hukum Polres Belawan tepatnya di Pasar 7 Kecamatan Labuhan Deli, terdapat "Lasvesas Sumatera Utara" yang tidak bisa tersentuh hukum, sampai-sampai Kapolres Belawan didampingi Kasat Intelkam waktu itu mengakui langsung bahwa lokasi vegas tersebut jelas di bekingi oknum aparat, dan mereka tidak bisa berbuat apa-apa, meski lokasi tersebut berada dalam wilayah hukum mereka. Berbeda lagi dengan wilayah hukum Polrestabes Medan, di Kota Medan kita menemukan sedikitnya ada 45 titik yang sudah kita lihat langsung, namun sayang Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko seperti alergi dengan kita, kita tidak pernah diberi kesempatan untuk melakukan konfirmasi mempertanyakan hal tersebut, baik secara langsung maupun melalui pesan whatsapp," beber Ketua Umum PC GP Ansor Medan.
Baca Juga
Guru Besar STIN: Israel dan Palestina Bukan Urusan Indonesia
GP Ansor berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mampu menampung aspirasi dari semua elemen bangsa untuk menjaga moral rakyat Indonesia, khususnya di Kota Medan, dan umumnya di Sumatera Utara.
"Kita ingin lembaga kepolisian ini bekerja profesional, yakni mendasarkan kinerjanya kepada ilmu pengetahuan dan sistem hukum yang berlaku, serta amanah, akuntabel kepada pemangku kepentingan dengan menggunakan kewenangannya secara bijak dan santun pada masyarakat yang dilayani," tegas Husein Tanjung.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Pendiri KBPP Polri Tolak Calon Tunggal dan Minta Kapolri Tunda Munas Sampai Juni
Rapim Polda Sumut: Marwah Polri Wajib Dijaga Bersama
FABEM Dukung Tes Urine Anggota Polri di Seluruh Indonesia, Harus Ada Sanksi Tegas
Korban Berharap Kapolri Tangkap Mahmuddin Rangkuti dan Abdul Rahman Hasibuan, Penipu Masuk SIP Polri
Sartika boru Silalahi Laporkan Penyidik Polresta Deliserdang ke Bareskrim Polri
Komisi Reformasi Polri Datang ke USU, Ada Apa?
Komentar