KAMAK: Ketua DPRD Deliserdang Zakky Sahri Terlibat Kasus Citraland

Redaksi - Kamis, 13 November 2025 13:43 WIB
KAMAK: Ketua DPRD Deliserdang Zakky Sahri Terlibat Kasus Citraland
Poto: Istimewa
Zakky Sahri
drberita.id -Koordinator Nasional Komunitas Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK) Azmi Hadly mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) untuk tidak tebang pilih dalam penanganan dugaan korupsi dan penyalahgunaan kewenangan terkait proyek Citraland Deliserdang.

Menurut Azmi, aroma penyimpangan dalam proyek tersebut sudah lama tercium, dan sejumlah pihak diduga ikut terlibat, termasuk Ketua DPRD Deliserdang Zakky Sahri.

"Kejatisu jangan hanya berani memeriksa pejabat level menengah ke bawah. Publik menunggu keberanian untuk memanggil dan memeriksa Ketua DPRD Zakky Sahri yang disebut-sebut ikut berperan dalam kebijakan terkait proyek Citraland," tegas Azmi Hadly, Kamis 13 November 2025.

Azmi menilai, praktik dugaan kolusi antara oknum legislatif dan pihak pengembang harus dibongkar secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan publik bahwa penegakan hukum hanya berlaku bagi pihak tertentu saja.

Ia juga menegaskan, KAMAK akan mengawal proses hukum kasus Citraland dan siap menggelar aksi besar-besaran di depan Kantor Kejati Sumut bila lembaga penegak hukum tersebut dianggap "main mata" atau memperlambat penanganan perkara.

"Kami tidak ingin Kejatisu menjadi alat politik atau tameng bagi elite daerah. Semua yang terlibat harus diperiksa tanpa pandang bulu. Kalau Kejatisu takut periksa Zakky Sahri, itu artinya hukum di Sumut belum benar-benar tegak," ujarnya.

Kasus Citraland Deliserdang disebut-sebut melibatkan sejumlah pengembangan lahan yang diduga melanggar aturan tata ruang dan merugikan keuangan daerah. Sejumlah laporan masyarakat telah disampaikan ke Kejatisu, namun hingga kini proses hukumnya belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Azmi menutup dengan peringatan keras agar aparat penegak hukum tidak bermain-main dengan keadilan. "Kami akan terus kawal. Jika Kejatisu tidak berani bersikap profesional, kami akan bawa isu ini ke Kejagung dan KPK," pungkasnya.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru