Kepiting Bakau, Penjaga Ekosistem Mangrove

- Kamis, 21 April 2022 19:52 WIB
Kepiting Bakau, Penjaga Ekosistem Mangrove
Poto: Yudha
Kepiting Bakau
drberita.id | Kepiting bakau adalah jenis kepiting yang sudah lama dikenal sebagai komoditas perairan yang menjanjikan. Budidaya kepiting bakau pun sudah sejak dahulu dilakukan.

Kepiting bakau yang memiliki nama ilmiah Scylla sp juga sering disebut sebagai kepiting lumpur, mangrove crab, mud crab, dan Indo-Pacific swamp crab.

Jenis kepiting ini banyak dijumpai di daerah rawa perairan tropis Asia dan Australia. Selain itu, juga ditemukan di pantai pesisir Afrika.
Ciri khas kepiting bakau adalah kulit cangkangnya yang licin. Ciri lainnya adalah kepiting jantan punya capit yang lebih panjang dari betina. Kepiting bakau secara alami hidup di daerah rawa bakau. Ia hidup di perairan payau yang merupakan campuran air laut dan air tawar.
BACA JUGA:
Tokoh Masyarakat Deliserdang, Dahnil Ginting: Bupati Harus Evaluasi Pilkades
Kepting bakau dapat hidup di berbagai kondisi perairan dan mendapatkan nutrisi dari mangrove untuknya bertumbuh menjadi kepiting dewasa.

Tapi tahukah Anda, kepiting ini juga bisa membantu menjaga keseimbangan ekosistem di daerah tempat kepiting ini tinggal, yaitu di daerah bakau atau mangrove?
Ya, daun yang dimakan kepiting ini, akan cepat terurai dibandingkan daun yang tidak dimakannya. Daun yang dimakan oleh kepiting bakau membantu proses perputaran energi supaya berjalan dengan cepat.

Selain itu, lubang lubang yang dibuat oleh kepiting ini membantu terjadinya proses pertukaran udara.

Mau mendapatkan kepiting bakau langsung dari asalnya? Bisa menjumpai masyarakat nelayan di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
BACA JUGA:
Pekan Depan Gerbrak Kembali Demo Bupati dan "Pangeran" Batubara di KPK dan Kejagung
Mereka yang termasuk mengusahakan penangkapan kepiting dari hutan mangrove yang cukup luas di dearah tersebut. Mereka menangkap kepiting menggunakan alat bubu atau perangkap yang ditebar di hutan mangrove.
Sebagian lagi ada yang mengusahakan pembesaran di kolam atau tambak dan kerambah. Bibitnya didapat dari hasil tangkapan di hutan mangrove juga.
Mau coba menangkap kepiting bakau? Awas, hati-hati kena capit!

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru