HIMMAH Sumut Ajak Masyarakat Pesisir Jaga dan Lindungi Hutan Mangrove
Poto: Istimewa
Ilham Fauji Munthe.
drberita.id | PW HIMMAH Sumut mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang berada di pesisir pantai untuk menjaga dan melindungi hutan mangrove.
"Mari kita bersama-sama menjaga dan melindungi hutan mangrove, karrna hutan mengrove ini sangat penting bagi masyarakat, terutama masyarakat pesisir. Adanya hutan mangrove ini dapat melindungi kita dari bencana alam seperti tsunami, badai, dan lain-lain. Dan juga banyak biota yang ada di ekosistem mangrove ini apabila mengalami kerusakan akan berdampak buruk pada biota yang ada," ucap Wakil Ketua PW HIMMAH Sumut Ilham Fauji Munthe dalam keterangan tertulis menyambut Hari Mangrove Sedunia, Rabu 27 Juli 2022.
Ilham mengatakan BPDASHL Wampu Sei Ular dan Asahan Barumun, Sumut agar bekerja maksimal dan tidak menyalahgunakan jabatan, terkhusus pada program padat karya untuk Percepatan Ekonomi Nasional (PEN) dengan restorasi penanaman mangrove yang diluncurkan Presiden Joko Widodo melalui Perpres Nomor 20 Tahun 2020, tentang Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) pada April 2021.
BACA JUGA:
Gandeng GPND Sumut, KTH Bhakti Nyata Giat Serentak 7 Provinsi Peduli Mangrove
"Kita harus bersyukur atas program yang telah digagas Presiden Jokowi ini sangatlah penting untuk Indonesia dan seluruh dunia. Ini adalah program restorasi mangrove terbesar dunia. Kita salut atas usaha dari pemerintah dan patut diapresiasi untuk melakukan rehabilitasi hutan mangrove," ucap Ilham.
Diketahui, Provinsi Sumut mendapatkan kegiatan rehabilitasi mangrove dengan target seluas 11.600 hektare dengan anggaran yang besar. Yaitu 5.000 hektare dilaksanakan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Wampu Sei Ular dan 6.600 hektare dilaksanakan BPDAS Asahan Barumun dengan pola padat karya mengacu SK.140/Menlhk/Setjen/DAS.0/4/2021.
Untuk itu, lanjut Ilham, BPDASHLWampu Sei Ular dan Asahan Barumun,Sumut, jangan menyianyiakan program ini.
"BPDASHL harus melakukan monitoring, evaluasi dan pelaporan, cross check ke lapangan sudah tertanam semua gak bibit mangrove atau asal tanam, sudah sesuai lokasi gak penanamannya, cobak cek ada gak plang kegiatannya. Dan BPDASHL harus terbuka ke publik terkait realisasi anggarannya," katanya.
BACA JUGA:
Kata Wibi, Kopi Mangrove Bisa Menambah Vitalitas Pria
Menurut Ilham, dirinya banyak mendapat kabar miring tentang programrehabilitasi mangrove yang diduga penanamannya tidak sesuai lokasi dan asal tanam. Kemudian, tidak ditemukannya plang kegiatan, dan banyak mangrove yang mati, serta banyak bibit yang tidak tertanam.
"Kami dari HIMMAH Sumut akan turun langsung mengeroscek kebenaran kabar miring tersebut, agar semuanya terang benderang tidak menjadi fitnah," kata Ilham.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Partai Gerindra Tanam Manggrove Bersama Ormas Tani dan Nelayan Sumut
Terendus Nama Andi Jatmiko Pemodal Judi Online Apin BK
Apa Kabar, Perlindungan Hutan Mangrove?
Pusat Unggulan Iptek Mangrove USU Selenggarakan Seminar Internasional 4th ICONART 2022
PW HIMMAH Dukung Proyek Rp 2,7 Triliun Edy Rahmayadi
Gandeng GPND Sumut, KTH Bhakti Nyata Giat Serentak 7 Provinsi Peduli Mangrove
Komentar