Demo Lagi, Gerbrak Minta KPK Jelaskan Kabar OTT di Batubara
Artam - Selasa, 26 April 2022 17:57 WIB
Poto: Muhammad Artan
Aksi Gerbrak di KPK
drberita.id | Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (Gerbrak) kembali beraksi di depan Kanto KPK Merah Putih dan Kejaksaan Agung RI. Kali ini mereka mendesak sejumlah kepala OPD Pemkab Batubara agar diperiksa terkait kasus dugaan korupsi dan OTT pada akhir 2021.
Desakan itu disampaikan Korlap Gerbrak, Rahmat Hidayat dan Ismanto dalam orasinya di depan Gedung KPK Merah Putih dan Kantor Kejaksaan Agung RI, Selasa 26 April 2022.
"Kali ini kami meminta KPK agar segera memanggil dan memeriksa para kepala OPD Pemkab Batubara yang telah kami laporkan, termasuk laporan yang masuk ke Kejaksaan Agung. Agar terbongkar segera dugaan korupsi di Pemkab Batubara, dan peran central dari "Pangeran" di proyek APBD Batubara," ungkap Rahmat Hidayat.
Gerbrak juga mendesak agar KPK segera menjelaskan kabar OTT yang terjadi di Pemkab Batubara dengan nilai Rp 6 miliar pada akhir 2021.
"KPK harus segera menjelaskan kabar yang berkembang, apakah kabar OTT pada akhir 2021 itu benar telah melibatkan Bupati dan "Pangeran" Pemkab Batubara? atau ada pengusaha dan Kepala OPD yang juga ikut terkena OTT? kami sangat prihatin jika KPK tak mampu membuktikannya ke publik, baik itu kabar OTT Rp 6 miliar maupun laporan yang telah dimasukan ke Bidang Dumas KPK," sambung Ismanto.
Rahmat menambahkan, sejauh ini mereka telah melaporkan dugaan korupsi 5 OPD ke KPK, Kejagung RI, dan Bareskrim Polri, dari 11 OPD yang mereka rencanakan.
"Sampai saat ini sudah 5 OPD yang kita laporkan ke penegak hukum, dari 11 OPD yang direncanakan. Selesai lebaran Idul Fitri ini, nanti akan kita lanjutkan memasukan laporan 6 OPD lagi. Maka dari itu kita berharap KPK secepatnya bergerak membuktikan korupsi Pemkab Batubara yang sudah rahasia umum dikendalikan pangeran. Kita berharap Kejagung membantu KPK juga dalam mengungkap korupsi yang dilaporkan," tandasnya.
Aksi Gerbrak di KPK dan Kejagung RI terlihat berjalan damai dengan pengawalan petugas kepolisian. Massa juga diterima perwalikan pegawai di KPK dan staf Penkum Kejagung RI.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Pernah Diperiksa KPK 11 Jam, Lokot Nasution Jadi Saksi Sidang Korupsi DJKA, Mikhel Siregar: Demokrat Harus Bersih dari Koruptor
LHKPN KPK: Harta Kekayaan Kepala Dinas PUTR Tanjungbalai Naik Rp 4 Miliar
4 Mantan Kaper Dukung Penggeledahan Ombudsman, Tapi Ingatkan Kejagung Punya Bukti Kuat
Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno Kembali Diperiksa KPK, Ini Alasannya
Kejagung Sita Puluhan Aset Perusahaan dan Tersangka Korupsi Ekspor CPO di Raiu dan Medan
KPK Serahkan Buku Pendidikan Antikorupsi kepada Prof Muryanto
Komentar