Kawal Investasi Masuk Indonesia, Ketua KPK Berangkat ke Korsel

Bebas Hambatan dan Tindak Pidana Korupsi
Redaksi - Selasa, 26 September 2023 08:58 WIB
Kawal Investasi Masuk Indonesia, Ketua KPK Berangkat ke Korsel
Poto: Istimewa
Ketua KPK Firli Bahuri bertemu Ketua Lembaga Komisi Anti Korupsi dan Hak Hak Sipil (ACRC) Korea Selatan, Kim Hong-il.
Kerja sama pemberantasan korupsi kedua negara pun semakin penting, guna meningkatkan kepercayaan investor Korsel masuk Indonesia, serta membangun budaya antikorupsi dalam bisnis dan investasi kedua negara.

KPK sendiri telah membentuk Direkorat Anti Korupsi Badan Usaha (AKBU) agar para investor dan pelaku bisnis tidak melakukan upaya dan praktik korupsi dalam bidang bisnis dan investasi.

Ini sangat penting untuk membangun ekonomi kedua negara, sebagaimana semangat 'Closer Friendship, Stronger Partnershi' yang menjadi tema 50 tahun kerja sama Indonesia - Korea Selatan.

Di penghujung pertemuan, Firli Bahuri mengajak ACRC bersama menjaga implementasi yang bebas dari korupsi pada berbagai kesepakatan dan komitmen yang telah ada, khususnya perjanjian ekonomi kedua negara di bidang infrastruktur, digitalisasi, rantai pasok, ekonomi hijau dan UMKM.

"Korupsi adalah musuh bersama yang mengancam kesejahteraan masyarakat, kestabilan institusi, dan kepercayaan publik. Menghadapi tantangan ini, kerja sama dengan Korea Selatan memiliki peran penting untuk memberikan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi perbaikan sistem di Indonesia," tutup Firli.

Hadir dalam pertemuan Dubes LBBP RI untuk Korsel, Gandi Sulistiyanto, yang juga berkomitmen mengawal berbagai kerja sama dan investasi Korsel masuk ke Indonesia, agar bersih dari praktik korupsi sehingga tercipta kepercayaan.

Kerja sama antikorupsi Indonesia dan Korsel secara formal dibentuk pada 2006 melalui Nota Kesepahaman antara KPK RI - KICAC Korsel, yang kemudian untuk pertama kalinya diamandemen dengan perubahan kelembagaan antikorupsi di Korea Selatan.

ACRC dan KPK telah melangsungkan berbagai kerja sama, utamanya bentuk pendidikan dan pelatihan. Di bulan November dan Desember 2022, ACRC menggelar lokakarya 'corruption risk assesment' bagi KPK, serta menerima kunjungan delegasi Indonesia untuk mempelajari PETI (Public Ethics Total Information) System di Ministry of Personnel Management Korea Selatan.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru