Mahasiswa UPU Medan Tanam Bakau di Bumi Mangrove
drberita/istimewa
Mahasiswa UPU Medan tanam bibit bakau di Bumi Mangrove.
DRberita | Mahasiswa Universitas Potensi Utama (UPU) Medan, melakukan kegiatan penanaman bibit pohon bakau di kawasan Dusun XI, Paluh Getah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Minggu 13 Oktober 2019.
Penanaman itu di lahan Bumi Mangrove yang dikelola Kelompok Tani Hutan (KTH) Bakti Nyata, yang saat ini tengah dikembangkan sebagai kawasan konservasi dan ekowisata serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Tim mahasiswa Potensi Utama yang diketuai Rahmadsyah didampingi M. Nopan dipandu Ketua KTH Bakti Nyata Syamsul K, Sekretaris Sunardi, anggota Sugito, Leman dan Dedy serta dihadiri unsur pemerintah desa.
Sebanyak 200 pohon batang bibit bakau bantuan mahasiswa ditanam di lahan yang mengalami abrasi, yang akan dihijaukan kembali.
"Kami sebagai mahasiswa harus peduli lingkungan, apalagi kawasan pantai harus dilestarikan dengan menanam bakau atau mangrove," kata Rahmadsyah.
Syamsul mengatakan, penanaman bibit seperti ini kerap mereka laksanakan bekerjasama dengan sejumlah institusi, melihat ada sejumlah bagian lahan di kawasan Bumi Mangrove yang rusak akibat abrasi.
"Dengan penanaman ini, maka diharapkan beberapa tahun ke depan akan hijau kembali lah kawasan yang tadinya kosong atau rusak. Ini berkenaan juga dengan program jangka panjang kami, yang ingin menjadikan Bumi Mangrove sebagai objek wisata dan edukasi dengan turut mengenengahkan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat," papar Syamsul.
Penanaman itu di lahan Bumi Mangrove yang dikelola Kelompok Tani Hutan (KTH) Bakti Nyata, yang saat ini tengah dikembangkan sebagai kawasan konservasi dan ekowisata serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Tim mahasiswa Potensi Utama yang diketuai Rahmadsyah didampingi M. Nopan dipandu Ketua KTH Bakti Nyata Syamsul K, Sekretaris Sunardi, anggota Sugito, Leman dan Dedy serta dihadiri unsur pemerintah desa.
Sebanyak 200 pohon batang bibit bakau bantuan mahasiswa ditanam di lahan yang mengalami abrasi, yang akan dihijaukan kembali.
"Kami sebagai mahasiswa harus peduli lingkungan, apalagi kawasan pantai harus dilestarikan dengan menanam bakau atau mangrove," kata Rahmadsyah.
Syamsul mengatakan, penanaman bibit seperti ini kerap mereka laksanakan bekerjasama dengan sejumlah institusi, melihat ada sejumlah bagian lahan di kawasan Bumi Mangrove yang rusak akibat abrasi.
"Dengan penanaman ini, maka diharapkan beberapa tahun ke depan akan hijau kembali lah kawasan yang tadinya kosong atau rusak. Ini berkenaan juga dengan program jangka panjang kami, yang ingin menjadikan Bumi Mangrove sebagai objek wisata dan edukasi dengan turut mengenengahkan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat," papar Syamsul.
Salah satu kegiatan pemberdayaan ekonomi yang tengah mereka lakukan, adalah pembesaran kerang batu dengan mengambil tempat di alur-alur pasang surut yang terhampar di dalam kawasan hutan bakau. (art/drb)
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Partai Gerindra Tanam Manggrove Bersama Ormas Tani dan Nelayan Sumut
Apa Kabar, Perlindungan Hutan Mangrove?
Pusat Unggulan Iptek Mangrove USU Selenggarakan Seminar Internasional 4th ICONART 2022
HIMMAH Sumut Ajak Masyarakat Pesisir Jaga dan Lindungi Hutan Mangrove
Gandeng GPND Sumut, KTH Bhakti Nyata Giat Serentak 7 Provinsi Peduli Mangrove
Kepiting Bakau, Penjaga Ekosistem Mangrove
Komentar