Relawan Pekerja SPPG MBG Rentan Terkena Insomnia
Artam - Kamis, 25 Juni 2026 22:07 WIB
AI
Ilustrasi
drberita.id -Relawan yang bekerja di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) rentan terkena penyakit susah tidur malam atau Insomnia. Ancama penyakit tersebut khusus bagi para relawan yang bertugas memasak makanan.
Setiap dapur SPPG MBG memiliki 47 orang relawan yang bekerja setiap harinya pada malam hari hingga esok paginya.
Lia, seorang wanita yang bekerja sebagai relawan dapur SPPG MBG mengaku menjadi relawan sejak progaram asta cita Presiden Prabowo Subianto tersebut beroperasi. Ia mulai masuk kerja di dapur SPPG MBG karena gaji yang diterimanya lumawan besar.
"Lumayan, perhari dapat Rp.140 ribu dari kerja MBG ini," ucapnya di Kota Medan, Kamis 25 Juni 2026.
Lia menyeritakan ikut menjadi relawan SPPG MBG karena tidak lagi bekerja di pabrik yang beroperasi di Kawasan Industri Medan (KIM). Sejak PHK masa Covid-19, setiap harinya Lia harus kerja serabutan. Ia pun bersyukur bisa bekerja di dapur SPPG MBG dengan gaji lumayan besar, meski harus tidak tidur malam.
"Memang sih, sejak di MBG ini ya waktu tidur berganti. Siang jadi malam, dan malam jadi siang. Masuk jam 12 malam, pulang paling lama jam 9 pagi, setelah selesai kerja dan makanan siap untuk diantar ke sekolah-sekolah," katanya.
Dalam sepekan, kata Lia, dirinya libur bekerja pada Sabtu malam saja karena anak sekolah libur. Waktu kerjanya yang bertukar bukan menjadi persoalan baginya demi hidup dan ekomoni keluarga.
Lia tetap semangat menjadi relawan pekerja SPPG MBG meski waktu hidupnya berganti dari siang ke malam.
Namun Lia mulai merasakan hal aneh pada dirinya. Meski pada Sabtu malam dirinya tidak masuk kerja dapur SPPG MBG, namun dirinya susah untuk bisa tidur. Jadinya, Lia pun begadang sama seperti waktu bekerja.
"Susah sekarang aku tidur malam, sudah terbiasa tidurnya siang. Sudah kena insomnia, bentar lagi nama aku pun berganti dengan Lia Insomnia," ujarnya sambil bekelakar.
Insomnia adalah gangguan tidur yang membuat seseorang kesulitan memulai tidur. Kondisi ini menyebabkan penderitanya tidak memiliki waktu istirahat, sehingga berdampak negatif pada kesehatan fisik, mental, dan produktivitas.
Insomnia akut bersifat sementara dan berlangsung kurang dari 1 bulan. Tetapi insomnia kronis bisa terjadi dalam waktu panjang.
Meski begitu, Lia pun tidak peduli dirinya susah tidur malam. "Yang penting kerja dapat duit. Siang kan bisa tidur," ceplosnya menjawab.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Ribuan Buruh Sampaikan Tuntutan: Anggota DPRD Sumut Dukung Tolak Program MBG
Koalisi Masyarakat Anti Korupsi Desak Kejatisu Periksa Pengelola SPPG MBG di Sumut
Kelompok Mahasiswa Sampaikan Persoalan MBG, BBM, dan KDMP ke DPRD Medan
Majelis Pendidikan Al Washliyah Tolak Program MBG Distop
Penyidikan Kejaksaan Agung Dari 26 Nama, Bertambah Jadi 41 Nama Jual Beli Titik SPPG MBG
Moratorium MBG: Program Melenceng, Fokus ke Proyek Bukan Gizi Anak
Komentar