Giat Pendamping Unimed: Kemiskinan di Kota Medan Jauh di Atas Nasional
drberita/istimewa
Ketua Dharma Wanita Unimed Dewi Endriani memberikan sertifikat kepada kelompok jamur organik.
DRberita | Sebagai kota dengan jumlah penduduk terbesar ke 3 di Indonesia, Kota Mmedan memiliki segudang permasalahan sosial dan kependudukan. Permasalahan yang paling menyeruak di Kota Medan adalah masalahan kemiskinan.
Dari 2,6 juta penduduk yang berdomisili di Kota Medan, 18% atau sekitar 463.000 jiwa, berada dalam garis Kemiskinan. Dan hal tersebut di atas angka kemiskinan secara nasional yang menyentuh 9,66%.
Ketua Dharma Wanita Universitas Negeri Medan Dewi Endriani telah melakukan terobosan dengan mendampingi masyarakat di Kota Medan untuk mengembangkan konsep urban farming. Konsep itu dengan memanfaatkan lahan sempit serta ruang-ruang kecil yang mampu menyuplai kebutuhan gizi dari sayuran serta udara sehat di wilayah padat penduduk.
Kegiatan yang dilakukan Dewi Endriani ini melibatkan kelompok usaha jamur organik, ibu-ibu pengajian dan remaja putus sekolah, 26 Oktober 2019, di Kumpung Kamur Organik Al Qomari, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.
Dewi Endriani didampingi Dosen Unimed Ketua Prodi Pendidikan Fisika Dewi Wulandari, Bendahara Laboratorium Fisika Yulifda Tanjung dan anggota Senat Dosen FMIPA Unimed Halim Simatupang mengungkapkan bahwa program ini muncul dari keresahan kampus tentang kondisi sosial masyarakat Kota Medan.
Uiversitas Negeri Medan secara yuridis merupakan bagian dari land mark pendidikan tinggi yang ada di Kota Medan, butuh kerja nyata dan terukur untuk melakukan pendampingan dan pendidikan dalam membangun kreatifitas dan tingkat kesehatan serta nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Kota Medan.
"Program yang dikembangkan ini adalah pendampingan dan pendidikan kepada masyarakat, tentang pemanfaatan ruang sempit yang produktif untuk memenuhi gizi dan kesehatan masyarakat. Jadi masyarakat kita bantu untuk membuat media tanam jamur tiram dengan konsep rumahan, serta tanaman sayuran lainnya. Jamur tiram dikembangkan secara home atau sitem rumahan sehingga mampu menjadi nilai tambah ibu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan gizi sayuran hingga mampu untuk menjadi nilai tambah ekonomi," ungkap Dosen Kesehatan dan Olah Raga tersebut.
Dewi yang akrab disapa Kak Een menambahkan, Unimed sebagai flat from pendidikan tinggi yang berbasis kependidikan di Kota Medan merasa terpanggil untuk melakukan edukasi agar jargon 'Medan Rumah Kita' benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.
"Tidak hanya melakukan pendampingan, kita dari Unimed juga memberikan bantuan alat mesin untuk pencampur media tanam jamur tiram dan media tanam sayuran hijau. Selain itu kelompok juga kita daftarkan di Kementerian Koperasi dan UKM, hingga terbit Sertifikat Register. Diharapkan dengan bantuan dan pendampingan ini mampu meningkatkan taraf hidup dalam pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat," papar istri Rektor Unimed ini.
Ketua KJO (Kelompok Jamur Organik) Muhammad Qomar mengaku kegiatan ini cukup menyentuh lapisan masyarakat yaitu kelompok usaha, ibu rumah tangga dan remaja putus sekolah. Meraka menjadi memiliki skill dalam pengelolaan urban farming, baik dalam pemenuhan gizi rumah tangga maupun komersil.
Dari 2,6 juta penduduk yang berdomisili di Kota Medan, 18% atau sekitar 463.000 jiwa, berada dalam garis Kemiskinan. Dan hal tersebut di atas angka kemiskinan secara nasional yang menyentuh 9,66%.
Ketua Dharma Wanita Universitas Negeri Medan Dewi Endriani telah melakukan terobosan dengan mendampingi masyarakat di Kota Medan untuk mengembangkan konsep urban farming. Konsep itu dengan memanfaatkan lahan sempit serta ruang-ruang kecil yang mampu menyuplai kebutuhan gizi dari sayuran serta udara sehat di wilayah padat penduduk.
Kegiatan yang dilakukan Dewi Endriani ini melibatkan kelompok usaha jamur organik, ibu-ibu pengajian dan remaja putus sekolah, 26 Oktober 2019, di Kumpung Kamur Organik Al Qomari, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.
Dewi Endriani didampingi Dosen Unimed Ketua Prodi Pendidikan Fisika Dewi Wulandari, Bendahara Laboratorium Fisika Yulifda Tanjung dan anggota Senat Dosen FMIPA Unimed Halim Simatupang mengungkapkan bahwa program ini muncul dari keresahan kampus tentang kondisi sosial masyarakat Kota Medan.
Uiversitas Negeri Medan secara yuridis merupakan bagian dari land mark pendidikan tinggi yang ada di Kota Medan, butuh kerja nyata dan terukur untuk melakukan pendampingan dan pendidikan dalam membangun kreatifitas dan tingkat kesehatan serta nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Kota Medan.
"Program yang dikembangkan ini adalah pendampingan dan pendidikan kepada masyarakat, tentang pemanfaatan ruang sempit yang produktif untuk memenuhi gizi dan kesehatan masyarakat. Jadi masyarakat kita bantu untuk membuat media tanam jamur tiram dengan konsep rumahan, serta tanaman sayuran lainnya. Jamur tiram dikembangkan secara home atau sitem rumahan sehingga mampu menjadi nilai tambah ibu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan gizi sayuran hingga mampu untuk menjadi nilai tambah ekonomi," ungkap Dosen Kesehatan dan Olah Raga tersebut.
Dewi yang akrab disapa Kak Een menambahkan, Unimed sebagai flat from pendidikan tinggi yang berbasis kependidikan di Kota Medan merasa terpanggil untuk melakukan edukasi agar jargon 'Medan Rumah Kita' benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.
"Tidak hanya melakukan pendampingan, kita dari Unimed juga memberikan bantuan alat mesin untuk pencampur media tanam jamur tiram dan media tanam sayuran hijau. Selain itu kelompok juga kita daftarkan di Kementerian Koperasi dan UKM, hingga terbit Sertifikat Register. Diharapkan dengan bantuan dan pendampingan ini mampu meningkatkan taraf hidup dalam pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat," papar istri Rektor Unimed ini.
Ketua KJO (Kelompok Jamur Organik) Muhammad Qomar mengaku kegiatan ini cukup menyentuh lapisan masyarakat yaitu kelompok usaha, ibu rumah tangga dan remaja putus sekolah. Meraka menjadi memiliki skill dalam pengelolaan urban farming, baik dalam pemenuhan gizi rumah tangga maupun komersil.
"Kami (KJO) mengucapkan terima kasih kepada Kampus Unimed yang telah memberikan bantuan tidak hanya ilmu tetapi juga mesin teknologi tepat guna, ini sangat membantu usaha yang sedang kami jalankan. Kami berharap pendampingan ini terus berlanjut hingga usaha kecil kami dan masyarakat mampu untuk meningkatkan perekonomian dari yang telah diajarkan," ungkap Qomar. (art/drc)
SHARE:
Editor
: Artam
Sumber
: Pers Rilis
Tags
Berita Terkait
Sambut Ramadan, Chairil Mukmin Tambunan Doa Bersama Untuk Masyarakat Kota Tebingtinggi
Proyek Lapangan Tenis Unimed Dilaporkan ke Polda Sumut: Selisih Nilai Kontrak 22 Persen
PKM Unimed Lakukan Pendampingan Pemanfaatan APE Berbasis Musik Bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Cemarkan Nama Baik Pemimpin PKB, Syaiful Syafri Minta Lukman Edy Diproses Secara Hukum
PFI Medan Bahas Soal Pelatihan Jurnalistik saat Audiensi dengan Unimed
Gallery UKM Desa Tanjung Rejo Percut Sei Tuan Tak Sesuai Ukuran dan Terbengkalai
Komentar