LIRA Bongkar Proyek APBD Medan Makan Korban Jiwa
Artam - Selasa, 17 Desember 2019 09:06 WIB
drberita/istimewa
Proyek gapura Kantor Lurah Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denia, Kota Medan.
DRberita | Seorang pekerja proyek APBD Kota Medan tahun 2019 tewas di tempat. Seorang lagi kondisinya kritis.
Kedua korban proyek ada ayah dan anak, warga Kampong Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.
"Ini harus kita bongkar. Peristiwanya dua pekan lalu di Kantor Lurah Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai," kata Camat Lumbung Informasi Rakya (LIRA) Kecamatan Medan Denai, FR Nasution di Jalan Denai, Senin 16 Desember 2019.
Menurut FR, korban tewas proyek APBD Medan itu bernama Putra. Sedangkan korban kritis adalah ayah dari korban tewas.
"Ini proyek pembuatan gapur Kantor Lurah Tegal Sari Mandala 3, Dinas Perkim Medan. Korban tewas akibat arus tegangan tinggi (PLN)," kata FR Nasution.
Sejauh ini, kata FR, pihak Dinas Perkim Medan belum bisa menjelaskan penyebab korban tewas dan kritis.
"Kejadian ini bersih kali. Info ini kita dapat dari warga. Pihak kepolisian pun mungkin kebobolan informasi ini (korban tewas)," kata FR.
"Kita juga sudah konfirmasi ke camat dan lurah. Mereka mengatakan itu proyek bersumber dari anggaran Dinas Perkim. Kadis Perkim Beny Iskandar sampai saat ini masih bungkam," sambung FR.
Kedua korban proyek ada ayah dan anak, warga Kampong Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.
"Ini harus kita bongkar. Peristiwanya dua pekan lalu di Kantor Lurah Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai," kata Camat Lumbung Informasi Rakya (LIRA) Kecamatan Medan Denai, FR Nasution di Jalan Denai, Senin 16 Desember 2019.
Menurut FR, korban tewas proyek APBD Medan itu bernama Putra. Sedangkan korban kritis adalah ayah dari korban tewas.
"Ini proyek pembuatan gapur Kantor Lurah Tegal Sari Mandala 3, Dinas Perkim Medan. Korban tewas akibat arus tegangan tinggi (PLN)," kata FR Nasution.
Sejauh ini, kata FR, pihak Dinas Perkim Medan belum bisa menjelaskan penyebab korban tewas dan kritis.
"Kejadian ini bersih kali. Info ini kita dapat dari warga. Pihak kepolisian pun mungkin kebobolan informasi ini (korban tewas)," kata FR.
"Kita juga sudah konfirmasi ke camat dan lurah. Mereka mengatakan itu proyek bersumber dari anggaran Dinas Perkim. Kadis Perkim Beny Iskandar sampai saat ini masih bungkam," sambung FR.
Kadis Perkim Kota Medan Beny Iskandar yang dikonfirmasi sampai saat ini belum menjawab adanya korban tewas dan kritis akibat proyek APBD Kota Medan. (art/drc)
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Pengerjaan Drainase Sebabkan Korban Jiwa, Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Minta Pemko Jangan Bayar Uang Projek
Dihadang Satpol PP, Massa IPA Medan Desak Bobby Evaluasi Kadis PU Topan Ginting
DPRD: Kontraktor Proyek Drainase Kota Medan Tidak Profesional
Ada Aroma Gratifikasi Pada Revitalisasi Lapangan Gajah Mada Medan
2 Tersangka Proyek Jembatan Sicanang Belawan Ditahan
Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Pemborosan Anggara
Komentar