Sampah Menumpuk, Warga Minta Kepala DLH Madina Dicopot
drberita/istimewa
Sampah menumpuk di pinggir jalan Kota Panyabungan, Mandailing Natal.
DRberita | Masyarakat Desa Batang Gadis, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta Bupati Dahlan Hasan Nasution agar mencopot atau mengganti Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kasmir.
Keluhan itu disampaikan masyarakat saat Dahlan dan anggota DPRD Madina meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Batang Gadis, Minggu 22 Desember 2019.
Jika Bupati Madina yang harus turun tangan menyelesaikan masalah sampah, berarti untuk apa ada Kepala DLH sebagai pelaksana tugas.
"Kami menganggap Kepala DLH tidak mampu bekerja atau tidak bisa mengemban amanah yang diberikan untuk menyelesaikan masalah sampah," kata warga Desa Batang Gadis, Muhammad Ayub.
Selaku masyarakat, kata Ayub, ia meminta agar Bupati Madina segera menempatkan sosok yang memiliki etos kerja. Tidak seperti Kasmir, apapun tugas yang diberikan tidak akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.
Permintaan pencopotan Kasmir juga mendapat dukungan dari Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Madina, M. Syawaluddin.
"Coba kita lihat setiap harinya, pasti ada saja di pojok atau sudut persimpangan jalan protokol Kota Panyabungan, terlihat tumpukan sampah. Belum lagi polemik menuju TPA. Banyak tumpukan sampah menutupi badan jalan," kata Syawalluidn.
"Bupati harus cepat menyelesaikan permasalahan sampah ini, dan segera ganti kadisnya," sambunya.
Keluhan itu disampaikan masyarakat saat Dahlan dan anggota DPRD Madina meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Batang Gadis, Minggu 22 Desember 2019.
Jika Bupati Madina yang harus turun tangan menyelesaikan masalah sampah, berarti untuk apa ada Kepala DLH sebagai pelaksana tugas.
"Kami menganggap Kepala DLH tidak mampu bekerja atau tidak bisa mengemban amanah yang diberikan untuk menyelesaikan masalah sampah," kata warga Desa Batang Gadis, Muhammad Ayub.
Selaku masyarakat, kata Ayub, ia meminta agar Bupati Madina segera menempatkan sosok yang memiliki etos kerja. Tidak seperti Kasmir, apapun tugas yang diberikan tidak akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.
Permintaan pencopotan Kasmir juga mendapat dukungan dari Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Madina, M. Syawaluddin.
"Coba kita lihat setiap harinya, pasti ada saja di pojok atau sudut persimpangan jalan protokol Kota Panyabungan, terlihat tumpukan sampah. Belum lagi polemik menuju TPA. Banyak tumpukan sampah menutupi badan jalan," kata Syawalluidn.
"Bupati harus cepat menyelesaikan permasalahan sampah ini, dan segera ganti kadisnya," sambunya.
Sementara Kepala DLH Madina Kasmir sampai saat ini belum bisa terkonfirmasi bagaimana solusi untuk mengatasi sampah di kota Panyabungan dan TPA. (art/drc)
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Warga Jalan Turi Tolak Rencana Walikota Medan Alihfungsi RTH Jadi TPA Sampah
DPRD Medan Minta Pembelian 2001 Becak Sampah Untuk Program Pembangkit Listrik
Warga Keluhkan Tumpukan Sampah Pascabanjir ke Anggota DPRD Medan: Segera Kita Tuntaskan
Suka Duka Pedagang Pasar Tradisional Datok Kabu Pasar 3 Tembung di Atas Parit Penuh Sampah
Anggota DPRD Medan Minta Jaksa Ungkap Aktor Lain di Balik Korupsi BBM Becak Sampah
Mengolah Sampah, Bangun Gerakan Zero Waste dari Kampus
Komentar