Sultan Deli dan KNPI Hadiri Gebyar Sumpah Pemuda Bersama Forkala Medan
Poto: Istimewa
Gebyar Sumpah Pemuda yang digelar Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (Forkala) Kota Medan.
drberita.id | PD KNPI Medan mengapresiasi kegiatan Gebyar Sumpah Pemuda yang digelar Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (Forkala) Kota Medan, Sabtu 29 Oktober 2022, di Aula SMKN 7 Medan.
Acara ini digelar dengan menampilkan kesenian dari berbagai daerah seperti Melayu, Batak Toba, Pakpak, hingga kebudayaan dari suku Minahasa Sulawesi Utara.
Dalam acara ini turut hadir Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Medan Yulinar Usman dan Sultan Deli Tuanku Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam.
"Kami juga menyampaikan rasa hormat yang tinggi terhadap tokoh tokoh adat yang hadir dalam acara ini. Kita lihat di sini ada berbagai etnis yang hadir," kata Ketua DPD KNPI Kota Medan Ansor Harahap didampingi Sekretaris Ahmad Arfah di acara.
BACA JUGA:
Banyak Pohon Tumbang, KNPI Medan: Kinerja Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Harus Dievaluasi
Terkait peringatan Hari Sumpah Pemuda, Ansor menyebut kegiatan ini bertujuan untuk mengingat kembali perjuangan pemuda pemuda terdahulu yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Peran dari Sumpah Pemuda menurutnya sangat besar terhadap kemerdekaan Indonesia di tahun 1945.
"Kegiatan ini juga dimaknai untuk kita mengingat patriotarisme para tokoh pemuda yang menyampaikan Sumpah Pemuda tahun 1928 yang lalu. Sumpah pemuda ini yang kemudian menjadi tonggak para pemuda mewujudkan cita cita kemerdekaan," sebutnya.
Ansor kemudian menjelaskan semangat Sumpah Pemuda ini memberikan pesan kepada pemuda pemuda saat ini untuk begitu pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan. Dia berharap, dengan adanya acara peringatan Sumpah Pemuda ini bisa memperkuat solidaritas pemuda pemuda Indonesia.
BACA JUGA:
KNPI Sumut: Tutup PT. Musim Mas, PHG dan Wilmar Nabati
Sementara itu, Ketua Forkala Kota Medan Datoq Adil Haberham mengatakan Gebyar Sumpah Pemuda ini merupakan program yang dilaksanakan untuk mengenang semangat para pemuda di masa yang lalu. Sumpah Pemuda sendiri dimaknainya sebagai sebuah momentum menjadikan perbedaan sebagai kekuatan.
"Sumpah Pemuda mengajarkan kepada kita bagaimana menghargai perbedaan sifat, primordial, suku, agama, ras, dan kultur. Hal inilah yang dijadikan sebagai kekuatan bukan sebaliknya," ucap Datoq. RA
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
DDW Wisuda Peserta Pelatihan Menjahit Angkatan III: Sultan Deli Ucapkan Selamat
Pengurus DDV Sumut Resmi Dilantik, Sultan Deli Ucapkan Selamat
Sultan Deli Jadi Duta Ziswaf Dompet Dhuafa, Ajakan Masyarakat Sedekah Rutin Untuk Kebaikan
Sultan Deli XIV Jadi Ambasador Zakat dan Wakaf
GP Angkatan 66: Jangan Jadi Anak Bangsa Cengeng dan Penjilat
Hari Sumpah Pemuda: Forwakum Ajak Milenial Tangkal Berita Hoax Jelang Pemilu
Komentar