Puluhan Guru Muda Gelar Sekolah Rakyat Untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana di Aceh
Redaksi - Senin, 29 Desember 2025 09:40 WIB
Poto: Istimewa
Anak anak di Aceh dapatkan pendidikan sekolah ralyat dari relawan guru muda.
drberita.id -Puluhan guru muda menggelar Sekolah Rakyat (SR) untuk memulihkan trauma anak anak korban banjir bandang di Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang.
Misi kemanusiaan tersebut digelar sepekan setelah pengumuman perekrutan relawan dibuka melalui media sosial.
Program ini berfokus pada kegiatan trauma healing dan pendidikan nonformal bagi anak anak terdampak bencana. Gerakan ini diinisiasi pengacara muda, Agum Aditya.
Agum Aditya mengatakan program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi psikologis anak anak yang mulai menunjukkan tanda tanda stres dan kejenuhan di pengungsian.
"Kami sudah berada di desa ini sejak dua minggu pascabanjir. Dampaknya cukup berat, terutama bagi anak anak. Mereka terlihat jenuh dan tertekan, sehingga kami bersepakat menghadirkan kegiatan trauma healing melalui Sekolah Rakyat," ujar Agum, Kamis 25 Desember 2025.
Agum menjelaskan, program ini dirancang sebagai ruang belajar nonformal. Meliputi pembelajaran ringan, permainan edukatif, dan pendampingan psikologis untuk membantu anak anak kembali merasa aman dan ceria.
Agum Aditya menegaskan keterlibatan relawan bukan untuk kepentingan pribadi atau wisata. Ia menetapkan persyaratan bagi calon relawan, termasuk kesiapan mental menghadapi keterbatasan fasilitas dan medan.
"Kehadiran kami bukan untuk liburan, tetapi untuk memberikan solusi bagi warga, terutama anak anak," tegasnya.
Meski persyaratan cukup ketat, antusiasme puluhan guru muda yang mayoritas perempuan dari beragam latar belakang, mulai dari guru agama dan bahasa Arab, guru bahasa Inggris, hingga pendamping trauma healing.
Keberagaman tersebut pun memperkaya metode pendampingan dan pembelajaran bagi anak anak di lokasi bencana.
Perjalanan menuju Desa Sekumur menjadi tantangan tersendiri. Dari Kota Medan, tim menempuh perjalanan darat sekitar empat jam menuju Desa Babo, dilanjutkan menyeberangi sungai dengan perahu untuk mencapai lokasi utama.
"Kehadiran para guru muda diharapkan memulihkan kondisi psikologis anak anak sekaligus menjaga semangat belajar di wilayah terdampak banjir," tegas Agum Aditya.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Isak Tangis Warnai Pelepasan Guru Relawan di Desa Sekumur Aceh Tamiang: Jangan Pergi
Lebah Begantong Hibur Penyintas Bencana Ekologis Sumatra di Aceh Tamiang
Kisah Bocah Penyintas Banjir Aceh: Terima Kasih Ya, Om
Direktur Zakat Wakaf Kemenag Apresiasi Kinerja Dompet Dhuafa Ikut Tangani Banjir Sumatera
RSU Sufina Aziz Medan dan Dompet Dhuafa Waspada Gelar Pengobatan Gratis Korban Bencana di Aceh Tamiang
Buruh Sumut Salurkan 4 Ton Bahan Makanan dan Obat ke Korban Bencana Tapteng - Sibolga
Komentar