72 Jaringan Terbesar Dikendalikan Narapidana dari Lapas, Prabowo Perang Lawan Narkoba
Redaksi - Sabtu, 13 September 2025 16:38 WIB
Poto: Istimewa
Prabowo Subianto
drberita.id -Peredaran narkotika dan obat bahan berbahaya (Narkoba) termasuk dalam kategori extraordinary crime yaitu Kejatahan luar biasa. Untuk itu perlu diterapkan hukum luar biasa dan tindakan nyata yang luar biasa pula.
Kasus narkoba sebagai extraordinary crime ini menjadikan Indonesia lahan subur bagi pelaku tindak kejahatan tersebut. Salah satu penyebabnya adalah letak geografis.
Indonesia menjadi negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Budaya hedonis juga menjadi salah satu faktor pendukung banyaknya peredaran narkoba di Indonesia.
Perang melawan narkoba telah menjadi prioritas utama di Indonesia. Selain itu juga perang terhadap para koruptor.
Presiden Prabowo telah mengatakan tekadnya untuk memerangi narkoba hingga ke akarnya melalui Asta Cita, yang bertujuan untuk ciptakan Indonesia bebas dari narkoba.
Komitmen Presiden Prabowo tercermin dalam berbagai kebijakan, operasi, dan kerjasama internasional, yang tujuannya untuk memberantas peredaran narkotika yang merusak generasi muda serta mengancam keamanan Nasional.
Dalam perang melawan narkoba ini telah dibentuk BNN dengan melibatkan TNI. Namun, aparatur di Sumut terkesan tidak mengindahkan Komitmen Presiden Presiden Prabowo. Buktinya Forkopinda Sumut selama ini terkesan tidur lelap dalam pemberantasan narkoba. Sehingga Provinsi Sumut mendapatkan predikat ranking 1 rawan narkoba.
Ketua Umum DPP LSM PERINTIS, Hendra Silitonga SH, S.Sos mengatakan dalam menghadapi maraknya peredaran narkoba di Indonesia, khususnya Provinsi Sumatera Utara, jangan sebatas seremoni dengan menangkap pelaku kelas teri.
Tetapi harus refleksi dengan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, produktif dan bersih dari narkoba. Ini juga tidak terlepas dari tanggung jawab gubernur sebagai kepala pemerintahan di Sumatera Utara.
"Melihat fenomena selama ini, dan Sumut sebagai nomor 1 peringkat narkoba, maka forkopinda harus bergerak cepat membasmi peredaran narkoba, mempersempit ruang gerak para bandar narkoba serta melakukan tindakan tegas terhadap lokasi rawan peredaran narkoba seperti diskotik, pub, karaoke," ujar Hendra Silitonga.
Mantan Aktivis Demonstran 98 ini menilai penyalahgunaan narkoba sangat berdampak pada penghancuran sendi sendi bangsa seperti rusaknya ideologi, dekradansi moral, menurunkan produktivitas dan meningkatkan kriminalitas.
Penyalahgunaan narkoba menjadi masalah global dan ancaman serius bagi bangsa dan negara. Peredaran narkoba ibarat fenomena gunung es yang bukan hanya anak muda saja yang nemjadi korban. Namun para orang tua dan bahkan hingga oknum pejabat negara.
Buktinya yang menjadi perhatian adalah tingginya jumlah narapidana kasus Narkotika. Padahal Indonesia memiliki 3 UU Narkotika yaitu UU No. 9 Tahun 1976, UU No. 22 Tahun 1997, dan UU No. 35 Tahun 2009.
"Kurang apa lagi dengan undang undang kita, kenapa kasus narkoba tetap marak, ada apa dan apa yang salah? Ini tinggal persoalan aparatur yang tidak serius dan loyo serta diduga keras ada main mata dengan para bandar dan pemilik lokalisasi hiburan malam. Sebab, bila ditelusuri, ada benang merah antara korupsi, perilaku hedonis dan narkoba," tegas Hendra Silitonga.
Dari data yang dihimpun, lebih 59,4% atau sekitar 142 ribu dari 271 ribu penghuni lapas adalah pelaku kejahatan narkotika. Hal ini menyebabkan terjadinya over capacity di Lembaga Pemasyarakatan. Selain itu, angka kematian akibat konsumsi narkoba di Indonesia mencapai 40-50 orang perhari atau sekitar 1.500 orang pertahun.
Kejahatan nakotika memiliki dampak yang luas dan merupakan kejahatan terorganisir. Bahaya narkotika tidak hanya mengancam individu, tetapi juga masa depan bangsa. Tidak ada wilayah di Indonesia ini yang terbebas dari peredaran narkoba. BNN saja mengakui ada 72 jaringan narkoba terbesar yang dikendalikan oleh narapidana di Lapas," tambahnya.
Untuk itu, Presiden Prabowo harus tegas memutus rantai peredaran narkoba, sehingga masyarakat yang tergabung dalam elemen bernama AMSU akan terus berkomitmen untuk ikut serta perang melawan narkoba dengan aksi nyata melalui diskusi publik tentang narkoba dan aksi unjuk rasa.
"Setelah kemarin aksi unjuk rasa ke Polda, Kantor Gubsu, dan ke BNN, maka kali ini kami akan bergerak melakukan aksi unjuk rasa ke Gedung Capital Building yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba, prostitusi, dan miras. Belum lagi soal isu adanya lokasi perjudian di sana. Capital Building harus ditutup," tegas Hendra Silitonga.
Hendra yang aktif menggelar program bahaya narkoba menegaskan bahwa salah satu kunci keberhasilan perang melawan narkoba adalah kolaborasi lintas sektor baik Polda, Kodam, BNN, Gubsu, Walikota, dan masyarakat.
"LSM PERINTIS pernah bekerjasama dengan BNN dalam program bahaya narkoba. Di sini kami mendesak Gubernur dan Walikota/Bupati harus menjadi main sektornya. Mari bersama-sama kita perang melawan peredaran narkoba hingga keakar-akarnya," katanya.
Hendra Silitonga juga membeberkan bersama beberapa rekan LSM pada Jumat 12 September 2025 malam, melakukan aksi unjuk rasa ke Capital Building.
Jubir Aliansi Masyarakat Sumatera Utara (AMSU) Johan Merdeka mengatakan dirinya berkomitmen serius perang melawan peredadan narkoba sebagai tanggung jawab moral anak bangsa.
"Tempat hiburan malam Capital Building di Jalan Putri Hijau Medan itu diduga marak transaksi narkoba, judi, dan prostitusi. Tetapi selama ini tidak ada yang berani menyentuhnya. Siapa di belakangnya?" ungkap Johan.
Dari penelusuran Johan, Capital Building yang viral itu terdapat bukti bukti praktik transaksi jual beli narkoba yang didapat dan dijelaskan di salah satu akun media social.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Lapas Labuhan Ruku Kembalikan Tahanan Yang Coba Kabur ke Polsek Talawi
Polisi Gerebek Apartemen di Medan, 2 Pria dan Ratusan Vape Narkoba Diamankan
The Print Dukung KSP Dudung Siapkan Dokumen Teknis Untuk Sukseskan Asta Cita Presiden Prabowo
Pemekaran Provinsi Tapanuli di Sumut Tinggal Tunggu Waktu dari Presiden Prabowo dan Dukungan LBP
Lapas Labuhan Ruku Razia Insidentil Untuk Bersihkan Narkoba dan Lodes
Yonge Sihombing dan Duta Besar Rusia Bahas Buku Prabowonomics dan Investasi di Tapanuli-Danau Toba
Komentar