Direktur PIB: Bobby Nasution Jawaban Kota Medan untuk Kalangan Milenial

Artam - Selasa, 13 Agustus 2019 16:24 WIB
Direktur PIB: Bobby Nasution Jawaban Kota Medan untuk  Kalangan Milenial
drberita/istimewa
Bobby Nasution anak menantu Presiden Joko Widodo.
DRBerita - Bobby Nasution yang merupakan anak menantu dari Presiden Joko Widodo diminta diharapkan ikut serta mencalonkan diri sebagai Walikota Medan di Pilkada Serentak tahun 2020. Dengan jaringan yang dimiliki, Bobby dinilai mampu memberikan dampak positif bagi Kota Medan.

Tidak bisa dinafikan senergitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sangat dibutuhkan. Bobby adalah orang yang tepat untuk membangun Kota Medan dari kalangan milenial muda. 

"Bobby Nasution adalah sosok milenial dan refresentatif sebagai calon pemimpin Kota Medan," ujar Direktur Poros Indonesia Baru (PIB) Ahmad Junaidi Siagian, SE kepada wartawan di Medan, Selasa 13 Agustus 2019. 

Menurut Junaidi, sudah saatnya anak muda terjun kedua dunia politik. Hal ini dianggap perlu untuk merubah mindset publik yang saat ini menilai dunia politik adalah dunia syarat akan siasat busuk.

"Antipati terhadap politik adalah pilihan yang salah. Kiprah pemuda sangat ditunggu. Pilkada serentak tahun 2020 ini saatnya," katanya.

Dengan majunya Bobby Nasution di Pilkada Medan secara tidak langsung dampaknya kepada anak muda agar melek politik. Langkah ini guna menyambut adanya bonus demografi. Salah satu yang menjadi perhatian serius di Pilkada Medan.

"Kota Medan menjadi role model bagi daerah-daerah lain di Sumatera Utara, bahkan Indonesia," cetus Junaidi.

Sebagai kota maju, sepatutnya Kota Medan dipimpin kalangan muda. Ini guna menjawab tantangan para pemuda terutama menghadapi revolusi industri 4.0 yang minim kepentingan dan menjadi tonggak masa depan.

"Yang harus memimpin kota sebesar Medan ini ya mesti orang yang memiliki visi yang visioner dan progresif. Itu ada pada seorang pemuda seperti Bobby Nasution. Representasi kalangan pemuda dalam pemerintahan, adalah solusi bagi pemuda itu sendiri," terangnya.

Artinya ini peluang besar bagi Kota Medan untuk memulai proses pembangunan dengan menciptakan youth government. Namun demikian, pemimpin di Kota Medan bisa saja dari perpaduan kalangan senior dan anak muda.

"Tidak harus walikota dan wakil walikotanya dari kalangan muda. Minimal, satu diantaranya. Kalau nantinya tua-tua yang memimpin tentu perkembangan teknologi akan terhambat. Biar terjadi balance, saya pikir anak muda juga perlu tampil dalam persoalan Pilkada," tambahnya. (art/drc)

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru