Museum Sejarah al Quran: Bukti Sejarah Islam di Sumut Sampai ke Malaysia
Artam - Senin, 23 September 2019 11:46 WIB
drberita/istimewa
Gubernur Edy Rahmayadi, Sekdaprovsu Sabrina, Kadis Pariwisata Deliserdang Faisal Arif, Ketua Museum Sejarah al Quran Icwan Azhari.
DRberita | Sejarawan sekaligus penggagas Museum Sejarah al Quran Sumut Dr Ichwan Azhari mengatakan bahwa dirinya merasa khawatir dan marah saat disebutkan bahwa Sumatera Utara tidak memiliki Mushaf al Quran.
Padahal diketahui, Kecamtan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, dinobatkan sebagai pintu masuknya Islam pertama kali di Indonesia.
"Makanya saya kejar terus dan cari terus. Meskipun bukti-bukti ini, beberapa saya temukan di Malaysia. Tentu kalau kita disebutkan tak punya mushaf, saya gelisah," ucap Icwan di Museum Sejarah al Quran, Minggu 22 September 2019, di Gedung Serba Guna, Jalan Pancing, Medan.
"Setelah dibuktikan dan diteliti, barulah diakui bahwa mushaf yang kita dapatkan ini punya nilai sejarah yang cukup kuat. Jadi Sumut juga punya mushaf," sambung Ichwan.
Hadir dalam acara Gubernur Edy Rahmayadi, Sekdaprovsu Sabrina, Guru Besar UIN Sumut Syahrin Harahap, serta sejumlah pejabat Pemprovsu dan Kepala Dinas Pariwisata Deliserdang Faisal Arif.
Terkait upaya penelusuran Mushaf al Quran, lanjut Syekh Ahmad Sabban Rajagukguk, dengan diperkuat ajaran Syekh Abdul Wahab Rokan sebagai ulama ahli fikih, mursyid tarekat naqsyabandiyah. Sanad atau silsilah keilmuan dari para ulama terdahulu jika dirunutkan, dapat diyakini bahwa ajaran islam turun-temurun dan pastinya punya dokumen sejarah.
Karena itu Sumut punya Mushaf al Quran yang membuktikan sejarah perkembangan peradaban dan ilmu ke-Islaman yang dibawa dari ulama terdahulu. Bahkan hingga sekarang, ajarannya masih tetap dipakai.
Acara peresmina Museum Sejarah al Quran Sumut itu juga menampilkan kelompok pemusik dendang Melayu yang menjadi kekayaan seni budaya Melayu. Selain itu penempelan daun yang membentuk iqra serta penulisan garis di surat Alfatiha sebagai simbol peluncuran Mushaf Alquran asal Sumut.
Padahal diketahui, Kecamtan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, dinobatkan sebagai pintu masuknya Islam pertama kali di Indonesia.
"Makanya saya kejar terus dan cari terus. Meskipun bukti-bukti ini, beberapa saya temukan di Malaysia. Tentu kalau kita disebutkan tak punya mushaf, saya gelisah," ucap Icwan di Museum Sejarah al Quran, Minggu 22 September 2019, di Gedung Serba Guna, Jalan Pancing, Medan.
"Setelah dibuktikan dan diteliti, barulah diakui bahwa mushaf yang kita dapatkan ini punya nilai sejarah yang cukup kuat. Jadi Sumut juga punya mushaf," sambung Ichwan.
Hadir dalam acara Gubernur Edy Rahmayadi, Sekdaprovsu Sabrina, Guru Besar UIN Sumut Syahrin Harahap, serta sejumlah pejabat Pemprovsu dan Kepala Dinas Pariwisata Deliserdang Faisal Arif.
Terkait upaya penelusuran Mushaf al Quran, lanjut Syekh Ahmad Sabban Rajagukguk, dengan diperkuat ajaran Syekh Abdul Wahab Rokan sebagai ulama ahli fikih, mursyid tarekat naqsyabandiyah. Sanad atau silsilah keilmuan dari para ulama terdahulu jika dirunutkan, dapat diyakini bahwa ajaran islam turun-temurun dan pastinya punya dokumen sejarah.
Karena itu Sumut punya Mushaf al Quran yang membuktikan sejarah perkembangan peradaban dan ilmu ke-Islaman yang dibawa dari ulama terdahulu. Bahkan hingga sekarang, ajarannya masih tetap dipakai.
Acara peresmina Museum Sejarah al Quran Sumut itu juga menampilkan kelompok pemusik dendang Melayu yang menjadi kekayaan seni budaya Melayu. Selain itu penempelan daun yang membentuk iqra serta penulisan garis di surat Alfatiha sebagai simbol peluncuran Mushaf Alquran asal Sumut.
Gubernur Edy Rahmaydi kemudian melihat berbagai koleksi al Quran kuno dari berbagai tempat dan perkiraan usia di Provinsi Sumatera Utara. (art/drc)
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Keberhasilan Edy Rahmayadi Mimpin Sumut Patut Diapresiasi dan Dilanjutkan
Bobby Nasution Salah Alamat Sebut Proyek Rumah Dinas Gubsu Rp. 2 Miliar ke Edy Rahmayadi
Edy Rahmayadi: Kita Percaya Pada Dukungan Tulus Masyarakat Sumut
Tiba di Puncak Barokah, Edy Rahmayadi Ingin Jadi Pemimpin Bermoral
Edy Rahmayadi Dapat Gelar Mangaraja Sojuangon Perkasa Alam Nasution dari Raja-raja Mandailing
Ribka Tjiptaning Ajak Kader PDI Perjuangan Tapteng Menangkan Edy Rahmayadi - Hasan Basri
Komentar