Dugaan Transaksional Mencuat, Calon Pj Kepala Daerah Incar APBD dan PAD
Tapi Inilah Indonesia, Semua Menjadi Peluang Cuan
Redaksi - Rabu, 01 Mei 2024 18:20 WIB
Poto: Istimewa
Ketua Umum DPN Formapera Yudhistira, M.I.Kom.
drberita.id -Forum Masyarakat Pemantau Negara (Formapera) terus melakukan investigasi terkait proses penunjukan penjabat (Pj) kepala daerah khususnya di sejumlah kabupaten kota yang masih tersisa, atau yang sudah habis masa kepemimpinan Pj sebelumnya.
Hasilnya, fakta baru pun mulai bermunculan. Di samping transaksional yang hingga kini tak terbantahkan, belakangan muncul isu bahwa sejumlah oknum Pj memiliki itikad tak baik dalam memimpin sebuah daerah.
"Temuan kita adalah ada oknum calon Pj ternyata sengaja ambisi duduk di sebuah daerah, karena melihat besaran APBD dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya selama ini," ungkap Ketua Umum DPN Formapera Yudhistira, M.I.Kom di Jakarta, Rabu 1 Mei 2024.
Artinya, lanjut pria yang akrab disapa Yudis, hal ini semakin menguatkan dugaan praktik transaksional di balik penugasan negara untuk menjalankan roda pemerintahan suatu daerah.
"Mereka (calon Pj) mengincar APBD dan PAD ini tentu sangat mencurigakan. Maksudnya apa? Bukankah tanggung jawab seorang Pj juga dibatasi atau tidak seluas kepala daerah definitif. Dan seharusnya yang ditunjuk itu bersyukur diberi amanah oleh negara, bukan sebaliknya berupaya mencari-cari peluang keuntungan pribadi," ujarnya.
"Tapi inilah Indonesia, semua menjadi peluang cuan. Padahal, penempatan seseorang menjadi Pj biasanya sebuah kehormatan yang harusnya menjadi kebanggan bagi seorang ASN dengan syarat cukup untuk mendudukinya. Tapi anehnya, posisi itu malah dijadikan peluang bagi pejabat ambisius menjadi kepala daerah meski sesaat," imbuh Yudis.
Disebutkan Yudis, dari sejumlah daerah yang kini sudah dipetakan pihaknya, perebutan itu terjadi di wilayah Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.
"Ini yang selalu kami tekankan bahwa penunjukan Pj ini harus dikontrol dan dilakukan secara selektif. Mendagri Tito Karnavian tidak bisa lepas tangan mempercayakan kepada anak buahnya, beliau harus ikut memantau dan mengontrolnya secara ketat," pungkasnya.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
35 Persen APBD ke Medan Utara Sangat Tepat Untuk Pembangunan
Komisi II DPR dan Wamendagri Kunjungan ke Bank Sumut, PAD dan Sektor Produktif Jadi Sorotan
Dirut Bank Sumut Kunjungan ke 3 Kelapa Daerah: Penggerak Digitalisasi Keuangan dan PAD
Melalui Dompet Dhuafa Waspada, Ketua Yayasan RSU Sufina Aziz Sutan Aziz Tunaikan Zakat
Karyawan Muslim Hermina Salurkan Donasi Banjir Sumut Rp.12,9 Juta Melalui Dompet Dhuafa Waspada
Dompet Dhuafa Waspada Salurkan Bantuan ke Penyintas Banjir di Daerah Terisolir Gayo Lues
Komentar