Jenazah Terduga Covid-19 Dibawa dari RSUD, Gugus Tugas Hanya Monitor Via HP

- Rabu, 31 Maret 2021 19:59 WIB
Jenazah Terduga Covid-19 Dibawa dari RSUD, Gugus Tugas Hanya Monitor Via HP
Foto: Istimewa
Tim GTPP Covid-19 Labura berbincang dengan keluarga almarhum M. Sinaga
drberita.id | Senin, 29 Maret 2021 kemarin, masyarakat Labuhanbatu Utara (Labura) sempat dihebohkan adanya jenazah M. Sinaga yang dinyatakan terpapar Covid-19 dan sempat dibawa pulang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aek Kanopan oleh keluarganya dan disemayamkan satu malam di rumahnya Jalan Angkatan 66, Aek Kanopan.

Informasi diperoleh, Sabtu, 27 Maret 2021, karena jatuh sakit, almarhum M. Sinaga dibawa oleh keluarganya ke Rumah Sakit Umum Flora. Namun setelah diperiksa, karena almarhum didiagnosa terindikasi Covid-19, akhirnya dirujuk ke RSUD Aek Kanopan untuk penanganan lebih lanjut.


Di sana, pihak RSUD juga sempat menganjurkan agar almarhum dirujuk ke rumah sakit di Medan. Namun karena kondisinya sudah sangat lemah dan tak memungkinkan untuk dibawa ke Medan, akhirnya almarhum dirawat selama satu malam di RSUD.


Minggu, 28 Maret 2021 sore, almarhum menghembuskan napas terakhir dan oleh keluarga langsung dibawa pulang ke kediamannya untuk kemudian dilakukan prosesi acara adat Batak. Di rumah duka, jenazah almarhum sempat disemayamkan selama satu malam dan keluarga pun mempersiapkan segala keperluan yang akan dipergunakan untuk acara adat yang akan dilaksanakan keesokan harinya.

[br]

Acara adat yang direncanakan oleh keluarga almarhum ini semula berjalan lancar dan baik-baik saja, hingga tiba-tiba saja pada Senin, 29 Maret 2021 sore, keadaan berubah menjadi ricuh.

Kericuhan ini disebabkan oleh datangannya tim GTPP Covid-19 Labura ke kediaman almarhum. Kedatangan tim ini memberitahukan bahwa jenazah almarhum terkonfirmasi terpapar Covid-19 dan harus dikebumikan sesuai standar pemulasaraan Covid-19.


Pantauan wartawan, sempat terjadi perdebatan panjang antara keluarga almarhum dengan tim Pihak keluarga tidak terima jenazah almarhum dinyatakan terpapar Covid-19. Keluarga keukeuh almarhum tidak terpapar Covid-19, karena memang diijinkan untuk dibawa pulang dari RSUD.


"Jika memang bapak kami kena Covid, kenapa semalam pihak rumah sakit mengijinkan kami membawanya pulang ke rumah. Ada apa ini, kenapa rumah sakit bisa selalai ini," ujar seorang pria yang diyakini anak almarhum dalam video siaran langsung unggahan akun Facundus Tamba yang sempat viral di jejaring sosial facebook.

[br]

Perdebatan panjang yang melibatkan seluruh tim GTPP Covid-19 Labura dan keluarga almarhum akhirnya mereda setelah kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pemulasaraan jenazah almarhum dengan standar Covid-19.

Juru bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu Utara, dr. Mimi Handayani Nasution yang dikonfirmasi terkait hal ini sempat mengelak dan menyarankan agar wartawan mempertanyakannya ke pihak RSUD.


"Meninggalnya di RSUD, Pak. Dan yang bisa jawab itu ya pihak RSUD. Takut saya salah jawab. Maaf saya juga masih di Medan," tulis dr. Mimi melalui whatsappnya, Rabu, 31 Maret 2021.


Ditanya tentang perannya sebagai juru bicara tim GTPP Covid-19 Labura, dr. Mimi Handayani mengaku tidak tahu persis karena belum bertemu secara langsung. "Iya, tapi saya belum jumpa langsung. Monitor lewat HP, Pak," tutup dr. Mimi.

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru