Maya Agrevina Ajak Millenial Indonesia "Melek" Politik

- Senin, 24 Agustus 2020 14:01 WIB
Maya Agrevina Ajak Millenial Indonesia "Melek" Politik
Foto: Istimewa
Maya Agrevina
drberita.id | Banyak Generasi Millenial enggan untuk terjun berkarier di dunia politik karena menganggap politik identik dengan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Namun jika dielisik lebih jauh ternyata politik yang bersih bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang adil, makmur dan berdaulat. Lantas bagaimana pedoman terjun ke dunia politik yang baik dan benar?


Pekan ini, Minggu 23 Agustus 2020, Komunitas Turun Tangan Regional Bali, kembali mengadakan 'Sharing Online' untuk kedelapan kalinya. Sharing online digelar secara daring di grup whatsaap dengan total peserta 256 orang dari berbagai kalangan. Tema yang diusung cukup menarik yakni "Peran Millenial Berkiprah di Dunia Politik".


Komunitas Turun Tangan Regional Bali mendaulat, Desak Gede Maya Agrevina atau akrab disapa Maya sebagai narasumber.


Maya merupakan politisi millenial dan menjabat sebagai Wakil Sekretaris Dewan Perwakilan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali. Acara dimoseratori oleh Ni Nengah Anggi Febby Antari dari Turun Tangan Regional Bali.

[br]

Menurut data tahun 2018 anak muda saat ini hanya sedikit yang membaca literasi mengenai politik. Padahal, suara millenial sangat menentukan nasib Bangsa Indonesia. Karna ada 55% suara millenial yang dapat mempengaruhi hasil pemilu 2019 lalu. Untuk menjadi millenial yang melek politik, tidak harus masuk ke partai politik. Tapi yang paling pertama dilakukan adalah tetap tanggap terhadap isu sosial politik.

"Jika kemudian merasa ingin masuk partai politik, silahkan melihat, kira-kira partai apa yang sesuai dengan minat teman-teman. Yang jelas, pemuda itu harus banyak membaca agar mengetahui lebih banyak hal. Banyak berdiskusi atau berpendapat dan apa yang sudah di diskusikan hendaknya dituliskan, karena jika sudah menulis, tulisan itu akan abadi," ungkap Maya Agrevina.


Kemudian, kata Maya, menjadi pemuda harus berani, berani keluar dari zona nyaman, berani berpendapat, berani berkreasi dan lain-lain. Berani saja tidak cukup, melainkan harus dilandasi dengan ilmu pengetahuan dan dasar yang kuat sehingga saya menyebutnya harus cerdas.


"Semua itu tidak akan lengkap, jika pemuda tidak peduli. Peduli akan lingkungan, peduli akan sesama dan peduli terhadap bangsa dan negara," tandas wanita kelahiran 12 Mei 1993 ini.


Banyak hal sebenarnya yang bisa didapatkan jika masuk ke dalam partai politik. Karena lingkupnya sosial dan luas.Tergantung dari apa alasan kita masuk ke parpol.

[br]

"Kalau saya dulu harus berpikir panjang untuk akhirnya memutuskan masuk ke dalam kepengurusan partai politik. Apalagi saat itu usia saya paling muda khususnya di Bali. Selanjutnya saya juga pernah mencoba untuk menjadi Calon Anggota Legislatif pada tahun 2019 melalui PSI, saya mendapatkan banyak pengalaman di sana terutama bertemu dengan masyarakat dan mengetahui realita politik di lapangan. Untuk menjadi seorang caleg, dengan jalur yang benar, sebenarnya kita hanya perlu modal sosial yang real! Ayolah, kita sudahi politik uang yang selama ini terjadi," tegas eks fungionaris GMNI Denpasar ini.


"Untuk mengatasi ini, kita perlu kerja nyata dan itu tidak muda untuk digapai saat usia yang masih sangat muda. Tapi jangan berkecil hati, proses itu akan membentuk kita pada akhirnya," sambung Ketua Komunitas Kampung Ilmu 2013-2015 itu.


Diakhir sesi penyampaian materi Maya Agrevina mengutip kata-kata dari aktivis Soe Hok Gie. "Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat dimana kita tidak dapat menghindari diri lagi maka, terjunlah!"


Para peserta sharing online pun diberikan waktu untuk bertanya kepada narasumber. Tak tanggung-tanggung pertanyaan yang dilontarkan begitu antusias.

Acara sharing online Turun Tangan Regional Bali ini turut dihadiri relawan PSI, fungisionaris PSI Bali dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bali yakni Grace Anastasia Surya Widjaja. (art/drb)

SHARE:
Editor
:
Tags
Psi
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru