Pemprovsu Bahas Belajar Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19 Libatkan Wartawan

- Selasa, 23 Maret 2021 20:29 WIB
Pemprovsu Bahas Belajar Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19 Libatkan Wartawan
Foto: Istimewa
Kadis Kominfo Sumut Irman Oemar.
drberita.id | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melibatkan puluhan wartawan membahas kesiapan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

Pembahasan tersebut dilaksanakan di Hotel Grand Kanaya, Medan, Selasa 23 Maret 2021, mengambil tema kesiapan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menghadapi rencana pembelajaran tatap muka di tengah pandemi.


Hadiri dalam diskusi Kepala Dinas Kominfo Sumut Irman Oemar, Tim Satgas GTPP Covid-19 Sumut dr. Inke Nadia Lubis, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Prof. Syaifuddin, Komisi A DPRD Sumut Abdul Rahim Siregar, dan moderator wartawan senior Zulfikar Tanjung.


Kepala Dinas Kominfo Sumut Irman Oemar mengatakam Gubernur Edy Rahmayadi memerintah OPD nya untuk menyosialiasikan hal strategis menyangkut kepentingan masyarakat.

"Dengan sosialisasi ini semoga informasi terkait kesiapan pembelajaran tatap muka disebarluaskan ke masyarakat," ujar Irman.


[br]

Perwakilan Tim Satgas GTPP Covid-19 Sumut dr. Inke Nadia Lubis mengatakan pertimbangan untuk membuka sekolah saat ini masih dalam kondisi yang belum begitu baik.

Alasannya, tren penularan Covid-19 belum menunjukkan grafik menurun signifikan. Dalam angka, sudah 26.406 orang terkonfirmasi positif Covid-19, dengan jumlah pasien sembuh mencapai 22.808 orang, dan sebanyak 887 orang meninggal dunia.


"Pembukaan sekolah untuk kegiatan belajar tatap muka mengandung risiko tinggi lonjakan kasus Covid-19. Karena itu perlu panduan persiapan yang menjamin sarana dan prasarana di lingkungan sekolah," katanya.


"Persiapan pra pembelajaran, dan pendataan warga satuan pendidikan dengan penyakit penyerta," tambahnya.

Inke juga mengingatkan tentang panduan persiapan pembelajaran tatap muka lainnya, yaitu memastikan prasyarat bagi para guru dan murid yang dapat mengikuti pembelajaran tatap muka, rencana tindak lanjut jika terjadi kasus Covid-19 seperti karantina, dan evaluasi kesehatan siswa.


[br]

"Adapun sasaran awalnya yakni tingkat SMA/SMK sederajat," jelasnya.

Sementara, Kadis Pendidikan Sumut Prof. Syaifuddin menyampaikan kesiapan pembukaan pembelajaran tatap muka telah sampai pada membahas dan pengkajian sejauh mana kemungkinan dibukanya sekolah di masa pandemi Covid-19.


Prinsipnya, kata Syaifuddin, belajar tetap berjalan dengan mengedepankan keselamatan dan kesehatan peserta didik, guru, orangtua dan masyarakat.


"Dinas Pendidikan terus melakukan pemantauan daftar periksa dan kesiapan satuan pendidikan untuk melakukan pembelajaran tata muka transisi dengan tetap mengacu pada izin dan pertimbangan dari Satgas Covid-19, tentang risiko penyebaran di suatu daerah, dan pertimbangan para ahli terkait," jelasnya.

Syaifuddin mengaku telah melakukan kajian terkait bagaimana skema pemberlakuan pembelajaran tatap muka nantinya. Terpenting, katanya adalah menjamin kepatuhan satuan pendidikan untuk menjalankan protokol kesehatan selama di lingkungan sekolah.


[br]

"Gubernur telah mendiskusikan ini, dan saat ini sedang dimatangkan. Untuk waktunya tunggu sampai selesai masa libur ramadan dan Idul Fitri, kita mau lihat bagaimana trennya," kata Syaifuddin.

Para wartawan yang dilibatkan pun mulai memahami rencana pembukaan pembelajaran tatap muka di tengah Pendemi Covid-19. Renaca itu berpotensi memunculkan kasus baru jika tidak diatur dengan benar.


Kekhawatiran akan ilmu pengetahuan yang mungkin tertinggal pun perlu perhatian secara khusus. Sehingga pembelajaran tatap muka diizinkan, namun protokol kesehatan harus tetap diperketat di lingkungan sekolah.

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru