Peneliti BRIN: Orangutan Tapanuli Spesies Paling Tua

Redaksi - Kamis, 04 September 2025 18:29 WIB
Peneliti BRIN: Orangutan Tapanuli Spesies Paling Tua
Poto: Istimewa
Orangutan Tapanuli

Fragmentasi habitat telah membagi populasi menjadi tiga blok utama yang terpisah. Kondisi ini membuat pertemuan antarindividu semakin jarang dan meningkatkan risiko perkawinan sedarah, yang bisa menurunkan keragaman genetik.

Konflik antara manusia dan orangutan di Batang Toru pun meningkat dalam satu dekade terakhir. Konflik dipicu keterbatasan sumber daya dan persepsi negatif masyarakat.

Banyak warga yang menggantungkan hidup pada kebun durian atau petai, tanaman yang juga menjadi makanan orangutan.

"Bayangkan, jika satu orangutan masuk ke kebun durian, dalam dua atau tiga hari saja satu pohon penuh durian bisa habis," kata Wanda.


Kerugian ekonomi membuat petani sering mengusir orangutan dengan cara agresif, seperti membakar, membunyikan suara keras, hingga melukai satwa tersebut.

Penelitian Wanda menemukan tiga faktor utama yang berkorelasi kuat dengan konflik, yaitu melimpahnya sumber pakan di kebun warga, aktivitas penebangan liar, dan perasaan dirugikan oleh masyarakat.

"Ketika ketiga faktor ini terpenuhi, potensi konflik manusia dan orangutan mencapai 90 persen," tegasnya.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru