Relawan Jokowi Tolak Ahok: Ridwan Kamil dan Emil Dardak Lebih Pantas Pimpin IKN

- Jumat, 21 Januari 2022 10:12 WIB
Relawan Jokowi Tolak Ahok: Ridwan Kamil dan Emil Dardak Lebih Pantas Pimpin IKN
Poto: Istimewa
Ridwan Kamil dan Emil Dardak
drberita.id | Relawan Pemenangan Rakyat Se-Indonesia (Peraksi) Jokowi-Ma'ruf Amin menolak keras Basuki Tjahja Purnama alias Ahok menjadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Penolakaan ini atas dasar rekam jejak Ahok yang pernah menjadi narapidana penista agama. Dibandingkan Ridwan Kamil dan Emil Dardak, Ahok tidak ada apa-apanya.
"Ahok itu orang gagal, ia pernah menjadi narapidana penista agama. Dia juga pintarnya hanya marah marah. Ngurus rumah tangganya saja dia gagal, jelas kita sangat menolak Ahok jadi Kepala Otorita IKN," tegas Koordinator Nasional Relawan Peraksi Jokowi-Ma'ruf Amin, Rinno Hadinata dalam keterangan tertulis, Jumat 21 Januari 2022.
BACA JUGA:
Dinilai Pembohong Publik, DPRD Sumut Akan Panggil Naslindo Sirait
Rinno berencana akan membahas penolakan Ahok ini dalam forum Aliansi Jurnalis Muda (Arjuna) Indonesia, di Cideng, Jakarta Pusat, dalam waktu dekat.

Menurut Rinno, Ridwan Kamil merupakan sosok putra bangsa yang sudah teruji dan memiliki rekam jejak yang positif. Pria kelahiran Bandung, 4 Oktober 1971, ini sangat cocok memimpin IKN dengan ilmu arsitektur yang didapatnya dari Institute Teknologi Bandung (ITB).
"Ia (Kang Emil) juga pernah mengajar beberapa tahun di almamaternya, sebelum akhirnya melanjutkan kuliah S2 di University Of California, Amerika Serikat, dalam bidang tata kota, pada tahun 1999 sampai 2001. Setelah menuntaskan pendidikannya di Amerika Serikat, Kang Emil pun bekerja di Firma Arsitektur Amerikan Hongkong bersama mahasiswa almamaternya, merancang kota, desain produk dan elektro ITB," kata Rinno.

"Kang Emil melahirkan enerbike sebuah rancang sepeda penghasil listrik. Tak itu saja, rumah tempat tinggal mereka tergolong unik dan hasil karya Kang Emil sendiri dengan ventilasi rumah terbuat dari tiga puluh ribu botol. Kang Emil juga ingin membuktikan sampah bisa disulap menjadi indah. Rumah tersebut berada di Cigandung, Jawa Barat," sambungnya.

Selain itu, lanjut Rinno, tak kalah hebatnya Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa timur. Sosok Dardak juga memiliki prestasi yang mumpuni. Pria kelahiran Jakarta 20 Mei 1984, ini sejak dari mahasiswa sudah membiayai pendidikannya sendiri dengan mendapatkan veasiswa Asean SMA Raffles Institution Singapore sampai tahun 2000.
BACA JUGA:
Gayo tak Hanya Kopi, Tembakau Hijau 'Ganja' jadi Perhatian
Emil Dardak mendapatkan gelar diploma dari Melbourne Institute Of Business Technology (MIT) Australia pada tahun 2001. Beasiswa S1 University of Wales Inggris tahun 2003, S2 dan S3 di Ritsumeokan Asia Pasific University Japan In Economic Tahun 2004 hingga 2006, S2 University Of Oxford UK Inggris 2013-2016, juga dilaluinya dengan beasiswa.
Kemudian, Emil Dardak memiliki prestasi dan karir professional di World Bank Green Award For Geothermal From World Bank 2011, ASEAN Scholarship 1999-2000, Presiden Direktur (Ad Interim) PT. Indonesia Infrastructur Finance 2007-2009, Ekonom Infrastruktur atau Konsultan Kantor Bank Dunia di Jakarta. Setelah lulus S3 Emil Dardak berkarir di Bank Dunia.

Sejak kuliah, Wakil Gubernur Jatim ini sudah mengamalkan ilmunya dengan bekerja di berbagai perusahaan atau organisasi, hingga akhirnya bergabung di Bank Dunia sebagai anggota yang mengurusi proyek proyek infrastruktur kelas dunia. Emil Dardak adalah sosok muda yang inspiratif, mampu menggagas generasi muda Indonesia untuk lebih aktif dalam mendukung kerja Indonesia Maju.

"Presiden Jokowi harus mendengarkan suara rakyat. Berbagai penolakan dari lintas masyarakat harus menjadi pertimbangan matang Presiden Jokowi untuk tidak terus memaksakan Ahok menjadi Kepala Otorita IKN. Jika itu terjadi, rakyat akan menggugat," tegas Rinno.

Pria berdara Jawa Ternate ini tidak ingin Presiden Jokowi terbelenggu dengan kepentingan dan keinginan kelompok atau pemodal asing dalam membangun bangsa dan negara ini. Ia pun mendesak Presiden Jokowi agar bersikap tegas menentukan Kepala Otorita IKN dari putra bangsa yang memiliki rekam jejak yang baik.
BACA JUGA:
Alasan Hujan dan Banjir, Proyek Jembatan Aek Sordang Hingga Januari 2022 Belum Selesai
"Ahok itu berbanding terbalik dengan Ridwan Kamil dan Emil Dardak, makanya kita minta Presiden Jokowi buka mata untuk memutuskan Kepala Otorita IKN di Kaltim," serunya.

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru