Wakil Menteri Agama: Indonesia Hadapi Tantangan Kerukunan Semakin Kompleks
Redaksi - Selasa, 15 Juli 2025 16:56 WIB
Poto: Istimewa
Wakil Menteri Agama Romo R. Muhammad Syafi'i.
drberita.id -Wakil Menteri Agama Romo R. Muhammad Syafi'i mengatakan saat ini Indonesia menghadapi tantangan kerukunan yang semakin kompleks. Di tingkat lokal, kasus sengketa rumah ibadah, penolakan aktivitas ibadah, hingga penyebaran ujaran kebencian di media sosial masih terjadi.
"Data monitoring FKUB menunjukkan bahwa Sumatera Utara termasuk salah satu provinsi dengan pluralitas tinggi, namun juga memiliki potensi gesekan berbasis SARA yang harus kita antisipasi bersama. Tahun lalu, kita mencatat beberapa kasus polemik rumah ibadah di Kabupaten Deliserdang yang berhasil diselesaikan melalui mediasi FKUB," papar Romo dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Le Polonia Hotel, Medan, Senin 14 Juli 2025 malam.
Romo memjelaskan penguatan FKUB dan Tokoh Agama sangat penting dalam merawat kerukunan dan harmonisasi di Indonesia dalam merespons isu global.
"Alhamdulillah semua dapat berkumpul pada acara yang sangat strategis ini, yaitu kegiatan internalisasi ajaran agama melalui Penguatan Forum Kerukunan Umat Beragama dan Tokoh Agama dalam Merawat Kerukunan dan Harmoni Bangsa di tengah dinamika isu global," ungkapnya.
Sebagaimana diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), lanjut Romo, FKUB dibentuk sebagai wadah komunikasi, dialog, dan kerja sama antarumat beragama dalam rangka membina kerukunan di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.
FKUB adalah mitra strategis pemerintah daerah dan Kementerian Agama dalam deteksi dini potensi konflik keagamaan serta upaya resolusi damai secara musyawarah. Sejalan dengan PMA Nomor 332 Tahun 2023 tentang Penyelenggara Penanganan Konflik Keagamaan.
"Kiita juga memiliki mandat untuk melakukan pembinaan, pengawasan, serta fasilitasi forum-forum kerukunan agar tetap aktif dan responsif terhadap dinamika yang berkembang di masyarakat," sebutnya.
Di sisi lain, sambungnya, perkembangan geopolitik global, khususnya konflik Iran - Israel, menjadi perhatian semua pihak.
"Kita perlu menegaskan bahwa konflik tersebut adalah konflik antarnegara yang didorong oleh kepentingan geopolitik, bukan konflik antar agama. Sebagaimana prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas-aktif, kita menolak keterlibatan militer, mendukung penyelesaian damai, serta menyalurkan bantuan kemanusiaan sesuai amanat konstitusi. Namun demikian, kita melihat ada upaya pihak tertentu memprovokasi umat melalui narasi sektarian, ajakan berjihad tanpa konteks, serta hoaks yang berpotensi memecah belah umat," ujar Romo.
Untuk itu, tegas Romo, kerukunan antarumat beragama adalah tanggung jawab kolektif. Moderasi beragama menjadi strategi utama menjaga harmoni dan ketahanan sosial bangsa.
Melalui forum ini, Romo berharap agar FKUB se-Sumatera Utara bersama para tokoh agama, ormas keagamaan, tokoh adat, dan tokoh pemuda dapat menginternalisasi narasi damai, menjelaskan kepada umat bahwa konflik luar tidak perlu dibawa ke dalam negeri dengan cara yang membahayakan persatuan bangsa, menjadi corong penangkal hoaks dan propaganda ekstremisme, menguatkan sinergi lintas iman dengan pendekatan kearifan lokal.
Di samping itu, harus dibangun literasi digital di akar rumput, agar masyarakat tidak mudah terhasut narasi sektarian.
Sebagai penjabaran Asta Protas Kementerian Agama.
"Pada kesempatan ini saya tekankan kembali beberapa poin prioritas Penguatan Moderasi Beragama. Revitalisasi peran FKUB di seluruh daerah. Peningkatan kapasitas SDM keagamaan dalam komunikasi publik dan penanganan isu konflik," serunya.
Romo juga mengatakan penyiapan materi seruan damai, infografis, khutbah lintas agama, dan materi sosialisasi di tingkat lokal. Semua langkah ini harus terintegrasi dengan baik, memanfaatkan forum-forum yang sudah ada, memberdayakan Kanwil Kemenag di daerah, serta didukung Forkopimda.
Romo Syafi'i pun berharap semoga forum ini menghasilkan rumusan kebijakan yang aplikatif, rekomendasi strategis, dan praktik baik yang dapat direplikasi di daerah lain.
"Mari bersama-sama kita perkuat komitmen menjaga kerukunan umat beragama sebagai sumbangsih nyata bagi keutuhan NKRI," pungkasnya.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Polemik Pidato JK: Itu Fakta Sosiologis Konflik, Bukan Penistaan Agama
Bank Sumut Siap Jalankan Kebijakan Kementerian UMKM Melalui KUR Pascabencana
FABEM Dukung Tes Urine Anggota Polri di Seluruh Indonesia, Harus Ada Sanksi Tegas
YRKI Minta Prabowo Buktikan Janji Asta Cita Indonesia Sehat: Pembangunan RSUD Tipe A Harus Terwujud
Proyek Kementerian PU Puluhan Miliar di Sumut Jadi Sorotan: Dugaan Korupsi Jalan Perbatasan Riau Terungkap
Penulis Yonge Sihombing Luncurkan Buku Prabowonomics Versi Indonesia dan Inggris
Komentar