Alasan Pandemi Covid-19, Indonesia Dapat Utang Rp 3,65 Triliun dari Bank Dunia

Artam - Sabtu, 30 Mei 2020 10:19 WIB
Alasan Pandemi Covid-19, Indonesia Dapat Utang Rp 3,65 Triliun dari Bank Dunia
Ilustrasi

drberita.id | Indonesia akhirnya mendapatakan suntikan dana hutang dari Bank Dunia senilai USD 250 juta, atau sekira Rp 3,65 triluan (kurs Rp 14.600 per USD). Pinjaman untang dengan alasan untuk pendanaan pandemi Covid-19.

Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk mengurangi risiko penyebaran, dan meningkatkan kemampuan mendeteksi, serta meningkatkan tanggapan terhadap pandemi Covid-19.

Program utang di Bank Dunia ini juga sekaligus dinilai akan mendukung penguatan sistem nasional untuk kesiapsiagaan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: 7 Tersangka Diamankan dari Kampung Narkoba di Deliserdang, Seorang di Antaranya Polisi

"Pemerintah Indonesia menggunakan berbagai cara untuk mengurangi dampak terkait sektor kesehatan, sosial dan ekonomi akibat Covid-19," kata Sri Mulyani dalam keterangannya, Sabtu 30 Mei 2020.

Menurut Sri, adanya dukungan dari lembaga seperti Bank Dunia, Indonesia berkomitmen akan memperkuat kapasitas pencegahan, pengujian, perawatan serta sistem informasi, dan pada saat bersamaan memastikan kondisi kerja yang aman bagi para tenaga medis.


"Kami juga menyambut baik upaya mitra pembangunan dalam memberikan dukungan pendanaan yang terkoordinasi serta kerja sama Bank Dunia dengan Asian Infrastructure Investment Bank dan Islamic Development Bank untuk program ini," katanya.

Baca Juga: Minta Jokowi Mundur, Bareskrim Polri Tahan Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara

Pendanaan ini, lanjut Sri, difokuskan untuk memperkuat aspek-aspek utama tanggap darurat Indonesia terhadap pandemi Covid-19, termasuk melengkapi fasilitas rujukan di bawah Kementerian Kesehatan, meningkatkan persediaan alat pelindung diri (APD), memperkuat jaringan laboratorium dan sistem pengawasan, serta mendukung pengembangan dan penggunaan protokol untuk memastikan layanan yang berkualitas.

"Dengan menggunakan pembelajaraan terkait penanggulangan dampak Covid-19, program ini mendukung kesiapan Indonesia dalam penyebaran penyakit menular di masa depan melalui pelaporan yang lebih baik dan sistem pengawasan yang lebih kuat," katanya.

Program ini, katanya akan mencakup seluruh wilayah Indonesia, dan penerima manfaat utama termasuk pasien yang mengunjungi rumah sakit dan fasilitas kesehatan, khususnya penduduk rentan dan berisiko tinggi seperti orang tua dan mereka yang memiliki kondisi kronis, serta para tenaga medis.

Baca Juga: Pilkada Desember 2020, JPPR Sumut: Kuburan Massal Harus Sudah Disiapkan

"Program ini merupakan kerja sama penting dengan pendanaan yang terkoordinasi bersama beberapa mitra, termasuk USD250 juta pendanaan bersama dari Asian Infrastructure and Investment Bank, dan pembiayaan paralel sebesar USD200 juta dari Islamic Development Bank," katanya.


Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Dunia, Satu Kahkonen mengatakan pendanaan ini merupakan kontribusi pihaknya dalam mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam menghadapi Covid-19 dan mengurangi dampaknya pada sektor kesehatan, ekonomi dan sosial.

"Hal ini sangat penting bagi upaya yang berkelanjutan dalam mengurangi kemiskinan dan melindungi modal manusia Indonesia," katanya. (art/drb)

Baca Juga: Kisah Lockdown TKI Asal Malaysia, Pulang Kampung Lalu Bunuh Istri

SHARE:
Editor
:
Sumber
: Sindonews.com
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru