Mantan Ketua DPR RI Kritik Rencana Suntikan Dana ke PT Garuda Indonesia Tbk
drberita.id | Rencana suntikan dana kepada 12 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) oleh Menteri Keuangan Sri Muliyani mendapat kritikan dari mantan Ketua DPR RI, Marzuki Alie. Salah satunya adalah PT Garuda Indonesia Tbk.
Menurut Marzuki Alie, suntikan dana yang akan dilakukan Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam rangka pemulihan ekonomi dinilai tidak tepat bila diberikan kepada Garuda Indonesia.
"Sebaiknya Garuda tidak perlu dibantu dengan uang negara, karena perusahaan publik dan mampu bagi-bagi bonus untuk direksi," kata Marzuki Alie di akun Twitternya, Rabu 10 Juni 2020.
Baca Juga: Rekaman Videonya Viral di Media Sosial, Wanita Oknum ASN Deliserdang Bikin Malu
"Gimana mungkin perusahaan mampu bagi bonus, tapi kesulitan cash flow," tutupnya sembari me-mention akun Kementerian BUMN, Menteri Erick Thohir, Kemenkeu, dan Presiden Joko Widodo.
Adapun 12 BUMN yang akan mendapat suntikan dana dari pemerintah yakni PT PLN sebanyak Rp 45,4 triliun, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), PT Hutama Karya Rp 11 triliun, PT Kereta Api Indonesia Rp 3,5 triliun, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia Rp 6 triliun.
Baca Juga:KPK Segera Tahan 14 Tersangka Mantan Anggota DPRD Sumut, Rencananya Ada Tambahan
PTPN sebanyak Rp 4 triliun, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Rp 2,5 triliun, Perum Perumnas Rp 650 miliar, PT Pertamina (diberikan dalam bentuk pembayaran biaya kompensasi), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) Rp 500 miliar, dan Perum Bulog Rp 10,5 triliun.
Garuda Indonesia sendiri telah mencatatkan laba bersih sebesar 6,98 juta dolar AS pada kinerja 2019. Capaian laba bersih sejalan dengan kenaikan pendapatan usaha sebesar 5,59 persen dari pencapaian tahun 2018, yaitu menjadi sebesar 4,57 miliar dolar AS.
(art/drb)
Afriansyah Noor Dorong Penguatan Hubungan Industrial dan Peran Serikat Pekerja dan Forkomda BUMN
Presiden Prabowo Dapat Fukungan IWO Kirim KPK dan Kejagung Masuk ke BUMN, Teuku Yudhistira: Utamakan PT. PLN
2024 Utang Melonjak, PLN Sewa Pembangkit Listrik 10 Bulan Sampai Rp. 50 Triliun Lebih
Forkom SP BUMN Bertemu Ceo Danantara, Abrar Ali: Perjuangan ini menjadi bukti nyata
SP PLN dan Forkom BUMN Sikapi Nasib Pekerja yang Khawatir Hadirnya Danantara