Pengguna Sumut Mobile Meningkat 50% Selama Pandemi

Artam - Selasa, 09 Februari 2021 16:48 WIB
Pengguna Sumut Mobile Meningkat 50% Selama Pandemi
Foto: Istimewa
Direktur Operasional Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan
drberita.id | Aplikasi layanan mobile banking Sumut Mobile PT. Bank Sumut meraih peringkat I Satisfaction Index 2021 Mobile Banking pada ajang penghargaan 4th Satisfaction, Loyalthy dan Engagement Index 2021 yang digelar Majalah Infobank bekerjasama dengan Marketing Research Indonesia (MRI) di Studio 5 Infobank The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Selasa 9 Februari 2021.

Selain penghargaan 1st Satisfaction Index untuk mobile banking, Bank Sumut juga meraih peringkat III Loyalty Index 2021 dan peringkat V Best Overall SLE 2021.


Direktur Operasional PT. Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan yang hadir langsung mewakili manajemen menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas penghargaan majalah Infobank.


Rahmat menjelaskan penggunaan layanan digital dari produk Bank Sumut saat ini 10% dari transaksi yang dilakukan sudah melalui saluran digital Bank Sumut.

"Untuk aplikasi Sumut Mobile itu sendiri sudah ada 192 ribu pengguna aplikasi Sumut Mobile atau meningkat sebanyak 67 ribu selama pandemi, meningkat 50% dibandingkan tahun sebelumnya," jelas Rahmat.


[br]

Fitur Sumut Mobile Bank Sumut, jelas Rahmat, saat ini telah dapat melayani berbagai transaksi kebutuhan para nasabah. Di antaranya cek saldo dan mutasi, transfer antar bank, pembayaran berbagai tagihan seperti air, listrik, telpon bahkan pembayaran pajak.

"Bahkan Sumut Mobile Bank Sumut telah mendukung cardlezz dimana nasabah dapat menarik tabungan di mesin ATM meski tidak membawa kartu atmnya," kata Rahmat.


Rahmat juga menjelaskan pada 2021 Bank Sumut akan fokus pada peningkatan jumlah pengguna layanan digital Sumut Mobile, Bank Sumut T-Money dan kartu debit. Selain itu juga meningkatkan akuisisi terhadap pedagang UMK untuk memanfaatkan produk QRIS merchant di dalam menerima transaksi pembayaran untuk mendukung Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) Bank Sumut akan fokus dalam perluasan sarana pembayaran pajak daerah ke E-Commerce dan modern channel, pemanfaatan virtual account, dan QRIS dalam penerimaan retribusi serta pembayaran uang pendidikan.


Lebih lanjut Rahmat mengatakan produk digital Bank Sumut terbagi atas produk untuk nasabah individu, produk untuk nasabah korporasi dan nasabah pemerintah daerah. Produk digital untuk nasabah individu di antaranya mobile banking yang disebut Sumut Mobile, produk ini bisa diakses melalui jaringan data USSD Code maupun SMS. Produk lain adalah laku pandai yang disebut dengan Sumut Link.



[br]

Bank Sumut juga berkolaborasi dengan penyedia jasa pembayaran lainnya dengan meluncurkan fitur pembayaran berbagai pajak retribusi daerah melalui aplikasi e-commerce seperti dengan Bukalapak, Tokopedia dan gojek. Bank Sumut juga berkolaborasi dengan penyedia e-wallet seperti dengan Brizzi dengan produk Sumut card e-money Mandiri atau SEPP serta pembayaran berbasis QRIS seperti QREN Bank Sumut, Telkom T-Money dan link-aja.

Untuk nasabah korporasi Bank Sumut menyediakan internet banking korporasi CMS korporasi dan mengakomodir penerimaan melalui teknologi virtual account tapping box guna memudahkan korporasi hotel dan restoran dalam pelaporan pajak daerah.


Sementara, untuk nasabah pemerintah daerah Bank Sumut mendukung penuh seluruh ekosistem Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) melalui internet banking CMS kasda yang telah terintegrasi dengan sistem keuangan daerah dukungan penuh untuk e-parking e-tax, e-Samsat dan sebagainya.


Sebanyak 25 bank terdiri dari 13 bank umum konvensional 4 bank umum syariah dan 8 bank pembangunan daerah meraih penghargaan 2021 yang diberikan oleh majalah info bank dan marketing research Indonesia pada acara fashion loyalty in Januari 2021 di the tribrata Darmawangsa Jakarta Selasa 9 Februari 2021 penghargaan diberikan berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh MRI yg bekerjasama dengan InfoBank terhadap 1540 responden terdiri 717 responden random dan 823 responden booster atau nasabah bank yang tersebar di 8 kota besar yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Balikpapan/Samarinda, Makassar dan Palembang.


Direktur Biro Riset Infoban, Eko B Supriyanto mengatakan selama masa pandemic, Bank-Bank cenderung menghadapi kesulitan untuk mencetak profit dan menjaga Net Interest Margin (NIM) dikarenakan factor ekonomi nasional yang mempengaruhi kualitas kredit. Oleh karena itu bank-bank juga harus mampu menggali pendapatannya melalui fee based income.

[br]

"Loyalitas dan keterikatan nasabah menjadi salah satu faktor pendukung bank dalam meningkatkan pendapatan selain bunga dan mengejar dana murah, untuk itu perbankan dituntut harus mampu melakukan transformasi digital yang memudahkan nasabah untuk melakukan transaksi sehingga mereka menjadi loyal dan engage," ujar Eko.




art/drb

SHARE:
Editor
: Artam
Sumber
: Rilis
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru