Penyertaan Modal 3 Aset Pemprov ke Bank Sumut Ditolak Publik, Bisa Berdampak Negatif

Artam - Selasa, 18 November 2025 14:22 WIB
Penyertaan Modal 3 Aset Pemprov ke Bank Sumut Ditolak Publik, Bisa Berdampak Negatif
Poto: Istimewa
Bank Sumut
drberita.id -Penyertaan modal ke Bank Sumut dalam bentuk aset dari Pemprov Sumut mendapatkan penolakan dari publik. Itu nantinya akan berdampak negatif bagi Bank Sumut sendiri akhirnya.

"Rencana penambahan modal dalam bentuk aset, itu tidak musti dan harus dipaksakan. Sebenarnya Itu hanya pencitraan dan gayaan saja," ungkap Direktur Eksekutif LIPPSU Azhari AM Sinik di Medan, Selasa 18 November 2025.

Menurut Sinik, Gubernur Sumut Bobby Nasution salah besar melakukan penyertaan modal. Yang perlu dilakukan Bobby Nasution terhadap Bank Sumut tersebut perbaikan sistem dan SDM pegawai.

"Yang perlu ditambah dan diperbaiki itu adalah integritas dalam bentuk pelayanan dan SDM serta sistem pengawasan Bank Sumut, bukan modal yang tidak jelas manfaatnya bagi masyarakat Sumut," ungkapnya.

"Hari ini kita masyarakat Sumatera Utara malu, miliki asset perbankan tapi lari dari misi dan visinya. sekarang sudah jauh dari maksud dan tujuan berdirinya Bank Sumut. Apalagi hari ini kita lihat di rutan sekarang ini banyak staf dan pegawai Bank Sumut nginap," sambung Sinik.

Sinik pun pesimis dengan rencana pernyertaan modal Pemprov Sumut ke Bank Sumut untuk apa sesungguhnya.

"Apa mungkin 3 aset Pemprov Sumut yang mau dijadikan pernyertaan modal ke Bank Sumut tetap aman? Bank Sumut saja saat ini banyak melelang aset dalam bentuk fisik, apa mungkin 3 aset itu bertahan?" serunya.

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Surya saat rapat paripurna di DPRD Sumut, pada Jumat 14 November 2025, menyapikan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution ingin menambahkan modal kd Bank Sumut.

Rencana penambahan modal tersebut untuk menguatkan posisi kepemilikan saham 51 persen bagi Pemprov Sumut.

Ada tiga aset berupa tanah dan bangunan milik Pemprov Sumut yang rencananya akan diserahkan ke Bank Sumut untuk penambahan modal. Yaitu aset tanah dan bangunan Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Pemprovsu, areal Medan Club, serta areal Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU).

Ketiga aset milik Pemprov Sumut tersebut berada di lokasi startegis dan sangat berpotensi untuk bangunan yang diminati oleh para pemodal swasta.

Kabarnya, lokasi ketiga aset tersebut telah dilirik oleh para pemilik duit besar untuk berinvestasi yang nilainya mecapai ratusa miliar dalam waktu jangka panjang. Sangat mingkun terjadi aset aset tersebut akan dilelang Bank Sumut.

Bank lebih mengutamakan menyimpan uang untuk operasional perbankan dari pada menyimpan aset tanah dan bangunan. Apa lagi Bank Sumut saat ini lagi banyaknya melelang tanah bangunan.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru