USU-BI Gelar Seminar Nasional: Sumut Kontribusi Besar Pertumbuhan Ekonomi

Daya Saing Ekonomi Kreatif dan UMKM
Redaksi - Selasa, 29 Agustus 2023 09:07 WIB
USU-BI Gelar Seminar Nasional: Sumut Kontribusi Besar Pertumbuhan Ekonomi
Poto: Istimewa
Ketua IKAFEB USU Agus Dwi Handaya, panitia pelaksana Kaswinata bersama narasumber seminar nasional.
Terkait dengan topik semonar, Agus berpandangan bahwa salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendorong pertumbuhan Sumut adalah dengan terus meningkatkan sektor pengolahan yang saat ini berkontribusi sekira Rp1.000 triliun terhadap PDRB Sumut.

"Selain itu yang menjadi pekerjaan rumah semua pihak untuk meningkatkan investasi dan produktivitas yang menjadi faktor penting peningkatan sektor pengolahan," jelasnya.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut IGP Wira Kusuma mengapresiasi terselenggaranya seminar nasional yang merupakan wujud sinergi berbagai pemangku kepentingan untuk memajukan perekonomian nasional dan Sumut di tengah ketidakpastian global.

Ia juga menyampaikan kondisi perekonomian Sumut yang membaik di tengah ketidakpastian global seiring perbaikan permintaan domestik, yakni tumbuh sebesar 5,19% (yoy) serta strategi BI dalam mengendalikan inflasi di daerah tetap terjaga dalam sasaran 3,0±1.

Seminar diawali pemaparan M. Chatib Basri (Komut Bank Mandiri), menyampaikan overview terkait ekonoomi global dan proyeksi ekonomi di tahun 2021.

Basri menyampaikan perekonomian global masih dibawah bayang bayang tekanan geo-politik antara Rusia-Ukrania dan AS-Tiongkok, dan tingginya inflasi di Amerika Serikat yang akan memengaruhi harga energi dan komoditas.

"Bagi Sumut, konflik geopolitik ini akan memengaruhi harga sawit yang menjadi sektor unggulan. Karenanya perlu melakukan diversifikasi terhadap produk unggulan dan mulai mengurangi ketergantungan terhadap produk berbasis komoditas," kata dia.

Destry Damayanti (Deputi Gubernur Senior BI) menyampaikan BI melakukan langkah menjaga inflasi dan nilai tukar rupiah agar momentum pemulihan ekonomi nasional dapat dipertahankan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Bank Indonesia, sebutnya, tetap mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75 meski Bank Sentral AS yang kembali menaikkan tingkat suku bunga acuannya menjadi 5,50 persen pada Juli 2023. Langkah ini merupakan upaya BI menjaga stabilitas inflasi sekaligus mendorong pertumbuhan kredit pada sektor riil agar mampu melakukan aktivitas ekonomi.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru