Walau Hujan Lebat, Ramah Tamah Tim Kerja Ulos Berjalan Lancar di Kota Siantar Simalungun

Warisan Budaya Tak Benda
Redaksi - Senin, 11 September 2023 10:26 WIB
Walau Hujan Lebat, Ramah Tamah Tim Kerja Ulos Berjalan Lancar di Kota Siantar Simalungun
Poto: Istimewa
Tim kerja hari ulos se dunia di Kota Siantar Simalungun.
drberita.id -Walau hujan lebat dan angin kencang menyelimuti Kota Siantar, acara sosialisasi dan ramah tamah Tim Kerja Hari Ulos 2023 bersama Yayasan Pusuk Buhit dengan tokoh masyarakat tetap terlaksana dengan baik dan lancar.

Ramah tamah tersebut dilaksanakan Minggu 10 September 2023, di Kedai Kopi September 12, sekaligus Sekretariat Tumpuan Hasadaon Saragih Garingging & Boru, Panogolan Kota Pematangsiantar di Jalan Sisingamangaraja.

Dalam acara yang dipimpin Raja Hasoge Timbul Panjaitan, perwakilan Yayasan Pusuk Buhit, juga sebagai ketua Tim Kerja Hari Ulos 2023 Siantar – Simalungun, didampingi Owner Kyan Ulos Fony Sitanggang, yang memproduk ulos 1.000 meter dan memaparkan rencana Yayasan Pusuk Buhit memeriahkan Hari Ulos 2023 di Kawasan Danau Toba pada tanggal 15, 16 - 17 Oktober 2023.

Raja Hasoge Timbul Panjaitan memaparkan bahwa Yayasan Pusuk Buhit adalah suatu lembaga yang dipimpin Efendy Naibaho berkedudukan di Kabupaten Samosir, dan sudah terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM.

Yayasan Pusuk Buhit terpanggil untuk memeriahkan hari ulos setiap tahunnya karena ulos sudah diakui Pemerintah sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda tertanggal 17 Oktober 2014.

Sejak ditetapkannya ulos menjadi Warisan Budaya Tak Benda dimana Yayasan Pusuk Buhit selalu hadir setiap tahunnya memeriahkan Hari Ulos dan sudah berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo, dan menetapkan 17 Oktobers sebagai Hari Ulos Nasional.

Tahun 2015 Hari Ulos dideklarasikan pertama sekali di Sekretariat Punguan Pomparan Siraja Oloan dan Boru Bere se Indonesia di Jalan Sei Galang, dimeriahkan di Medan dengan membentangkan ulos, diketuai Marthalena br Pasaribu, Ny Ray Sinambela dipandu Efendy Naibaho dan Manguji Nababan berorasi ulos.

Tahun 2016 diadakan Seminar Ulos di Fisip USU Medan diketuai Murni Tobing dipandu Dr Ritha Tambunan dan Dekan Fisip USU Dr Murianto Amin, sebagai narasumber Efendy Naibaho dari Yayasan Pusuk Buhit.
Tahun 2020 diadakan di Lapangan Merdeka Medan. Arak-arakan ulos sepanjang 500 meter milik Bank Indonesia Cabang Medan, diketuai Nelly Sihite SH dan Dr Ritha Tambunan dosen Fisipol USU menjadi orator.

Hadir di Lapangan Merdeka Medan, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution.

Tahun 2021, perayaan Hari Ulos diadakan di Plaza Millenium Jalan Kapten Muslim Medan diketuai Daniel Kaban.

Tahun 2022, ulos Produk Kyan Ulos Siantar sepanjang 700 meter diarak keliing Pusuk Buhit, Kabupaten Samosir, sajauh 32 kilometer, diketuai Agnes Tamba dipandu Ketua Pemuda Pancasila (PP) Samosir Punguan Situmorang, dan panitia diarak masyarakat, mahasiswa Unika, pelajar bersama organisasi pemuda seperti Pemuda Pancasila dan lainnya. Polres Samosir, Koramil dan Pemkab Samosir terlihat sangat aktif di acara saat itu.

Di tahun Politik ini, mulai 15, 16, 17 Oktober 2023, Yayasan Pusuk Buhit bersama Tim Kerja Hari Ulos berencana mengarak ulos sepanjang 1.000 meter produk Kyan Ulos Siantar, bermotif 5 puak yaitu Toba, Simalungun, Karo, Angkola dan Pakpak.

Ulos itu akan diarak mulai 15 Oktober 2023, diberangkatkan dari Jembatan Tanah Ponggol Pangururan, lanjut Tele, Dolok Sanggul, Siborong-borong, Balige, dan ditiap kota. Manguji Nababan akan berorasi ulos.

Lanjut 16 Oktober malam di Parapat dan di Open Stage Pagoda Parapat, 17 Oktober 2023 dilakukan acara seremonial, pembentangan ulos, fesyen, dan lainnya. Kemudian lanjut esoknya ke Merek, Tanah Karo, ke Sidikalang Dairi, dan kembali ke Pangururan Kabupaten Samosir.

Tim kerja di Siantar Simalungun yaitu Fony Sitanggang, Rospita Sitorus, Raja Hasoge Timbul Panjaitan, Raja Tonggo P Sihotang, dan Jayadi Sagala.

Tujuan sosialisasi dan ramah tamah tim kerja untuk mengajak pengurus Punguan Marga Marga, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, serta Tokoh Pemuda turut serta berpartisipasi baik moral maupun materi, agar acara Hari Ulos ini di Siantar dan Simalungun lebih meriah.
"Kitalah bersama-sama tanggal 16 Oktober menyambut arak-arakan pawai ulos itu di Parapat bersama Muspida," tutur Raja Hasoge Timbul Panjaitan.

Peserta ramah tamah merindukan Pawai Ulos 1.000 meter agar diarak juga di Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun. Maka perlu juga meminta restu atau dukungan kepada Raja Marpitu Simalungun.

Ketua DPC Partuha Maujana Simalungun Kawan Jatinggi Purba menyarankan agar Pengurus Yayasan Pusuk Buhit maupun tim kerja Hari Ulos mengunjungi Raja Marpitu yang ada di Simalungun, jika mereka merestuinya, lanjutlah. Kemudian secara bersama beraudiens kepada Pemerintah Daerah Walikota Pematangsiantar dan Bupati Simalungun.

Hadir dalam pertemuan pengurus Hasadaon Saragih Garingging Janner Saragih Garingging, Pengurus Si Raja Oloan St Raja Tonggo P Sihotang, pengurus Silahi Sabungan St Pintoa Tambun, pengurus Samosir, pengurus Patogar dan Boruna, Manto Siregar dari Muara, Tapanuli Utara, dan pengurus DPC PWI Kabupaten Simalungun Tumpak Panjaitan.

Kemudian, pengurus Hutagaol dan Boruna D br Hutagaol, pengurus Purba dan Boruna Kota Siantar Simalungun, Pengurus Sagala dan Boruna, pengurus Manurung dan Boruna, pengurus Sinaga dan Boru, serta perwakilan penenun ulos Viktor Panjaitan, dan D Sagala.

Di acara tersebut Kyan Ulos berkenan menyerahkan stola kepada seluruh peserta yang hadir.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru