Azmi Hadly: Hakordia 2025 Bukan Sekedar Seremoni Tetapi Refleksi Melawan Pelaku Korupsi

Redaksi - Selasa, 16 Desember 2025 08:06 WIB
Azmi Hadly: Hakordia 2025 Bukan Sekedar Seremoni Tetapi Refleksi Melawan Pelaku Korupsi
Poto: Istimewa
Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK) laksanakan dialog interaktif Hakordia 2025.
drberita.id -Ketua Koordinator Nasional (Kornas) KAMAK Azmi Hadly menegaskan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi sekaligus perlawanan terhadap lemahnya komitmen pemberantasan korupsi.

Hal itu disampaikan Azmi Hadly saat membuka dialog interaktif di Medan, Senin 15 Desember 2025.

"Hakordia harus menjadi alarm bagi seluruh elemen bangsa. Korupsi hari ini bukan hanya soal kerugian negara, tapi sudah merusak moral, keadilan, dan masa depan generasi muda," tegas Azmi.

Sejumlah elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hukum, organisasi kemasyarakatan (ormas), aktivis pegiat anti korupsi, praktisi hukum hadir dalam dialog.

Menurut Azmi, keterlibatan mahasiswa hukum dan aktivis menjadi sangat penting karena calon garda terdepan dalam menjaga supremasi hukum dan nilai keadilan di masa depan.

"Kami sengaja menghadirkan mahasiswa hukum, praktisi, dan pegiat anti korupsi agar terjadi transfer kesadaran dan keberanian. Negara tidak boleh kalah oleh koruptor," ujarnya.

Azmi Hadly juga mengkritisi masih lemahnya penegakan hukum terhadap kasus kasus korupsi besar yang dinilai tidak menyentuh aktor utama.

"Hukum masih tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas.Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK) akan terus mengawal dan membongkar dugaan praktik korupsi, baik di pusat maupun daerah," jelasnya.

Para peserta dialog juga menyuarakan komitmen bersama untuk memperkuat kontrol publik, mendorong transparansi anggaran, serta mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas tanpa tebang pilih.

Peringatan Hakordia 2025 menjadi momentum konsolidasi gerakan rakyat dalam melawan praktik korupsi yang telah masif dan sistemik, khususnya di Sumatera Utara.

Dialog pun ditutup dengan seruan moral agar pemerintah dan lembaga penegak hukum mengembalikan kepercayaan publik melalui penindakan nyata terhadap pelaku korupsi.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru