Balai Wartawan Polda Sumut Jadi Lokasi Bisnis Bhayangkari, Jos Tambunan: Irjen Whisnu Kurang Harmonis

Redaksi - Jumat, 18 April 2025 00:59 WIB
Balai Wartawan Polda Sumut Jadi Lokasi Bisnis Bhayangkari, Jos Tambunan: Irjen Whisnu Kurang Harmonis
Poto: Istimewa
Balai Wartawan Polda Sumut.
drberita.id -Balai Wartawan Polda Sumut kini beralih fungsi menjadi gerai waralaba Bhayangkari. Balai Wartawan tersebut diresmikan pada 21 Maret 2023, oleh Komjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak saat menjabat Kapolda Sumut.

Ruangan berukuran 7x8 meter dengan fasilitas AC, Wifi, dan meja bundar untuk wartawan konprensi pers itu, kini tinggal kenangan.

Komjen Panca menyebut wartawan dalam 8 commander wish sebagai mitra strategis menjaga kamtibmas, lalu memberikan perhatian penuh dengan membangun balai wartawan.

Namun, dikepemimpinan Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, wartawan sepertinya tidak dibutuhkan. Hal itu ditandai dengan menggusur Balai Wartawan yang sejatinya tempat bekerja para wartawan agar tertib dan tidak berkeliaran di Mapolda Sumut.

Balai wartawan itupun rencananya akan dijadikan lokasi bisnis Bhayangkari Polda Sumut. Barang barang di dalam balai mulai dipindahkan pada Kamis 17 April 2025, yang konon katanya pindah ke lantai 2 Prana Cafe di samping gedung utama Mapoldasu.

Menanggapi penggusuran Balai Wartawan oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kordinator Wartawan Mitra Humas Poldasu Jos Tambunan dari Harian Medan Pos mengatakan berdirinya Balai Wartawan di Polda Sumut atas inisiatip Komjen Panca.

"Pak Panca prihatin melihat wartawan yang tidak ada tempat di Polda Sumut. Beliau sangat respek dengan wartawan. Sejak bertugas sebagai Kapolres hingga Direktur Penyidik KPK, dan Kapolda Sulawesi Utara, beliau sangat dekat dengan wartawan, hingga akhirnya menjadi Kapolda Sumut dan mendirikan Balai Wartawan," kata Jos Tambunan.

Dengan kedekatannya kepada wartawan, Komjen Panca benar benar melihat bahwa wartawan bisa diajak kerja sama. Panca mengatakan dalam 1 dari 8 commander wish "Jadikan Wartawan sebagai Mitra Strategis menjaga Kamtibmas di Sumatera Utara".
Awalnya, kata Jos, Komjen Panca ingin membuat Balai Wartawan di gedung samping Masjid. Namun Dit Intelkam membutuhkan gedung tersebut untuk pelayanan SKCK. Oleh salah seorang PJU Polda Sumut menyarankan agar Balai Wartawan dibangun di samping Pujasera.

"Sebenarnya Pak Panca saat itu menginginkan balai wartawan dekat dengan gedung utama, bukan di belakang, apalagi di luar dari Mapolda Sumut. Tapi karena lokasinya tidak ada lagi sehingga jadilah dibangun Balai Wartawan dekat pujasera," jelasnya.

Jos Tambunan yang telah puluhan tahun menjadi wartawan di Polda Sumut itu menilai penggusuran Balai Wartawan sebagai bentuk kurangnya harmonisasi Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto dengan para wartawan. Dikawatirkan lambat laun tidak diperbolehkan masuk ke balai wartawan di lantai 2 Prana Cafe, karena melewati penjagaan pintu 3 keluar PJU.

Jika ingin meningkatkan bisnis Bhayangkari, alangkah baiknya dibangun gedung baru diahan kosong dekat parkiran, yang mana lahan masih luas di Polda Sumut.

"Teman-temannya wartawan banyak yang bertanya, apakah Kapolda Sumut Irjen Whisnu mau atau peduli dengan tugas tugas wartawan. Mereka melihat dalam setiap kesempatan kurang respek bahkan sepertinya bersikap pura pura peduli," ujar Jos Tambunan.

Sama juga disampikan Havez wartawan Waspada Online. Ia merasa kecewa dengan penggusuran Balai Wartawan yang jadikan lokasi bisnis Bhayangkari.

"Tetapi ini anehnya, kok gedung yang sudah diresmikan buat kawan kawan wartawan malah dipindahkan," katanya.

Freddy Santoso wartawan Tribun Medan juga merasa kecewa. Pemindahan Balai Wartawan sangan meresahkan. "Sudah nyaman kami bekerja di sini. Fasilitas yang disediakan pun lengkap. Namun mengapa gedung buat wartawan ini malah dipindahkan," cetusnya.
Dedi wartawan Oke Medan, mengungkapkan sangat tidak patut Balai Wartawan yang sudah bertahun menjadi tempat saling bertukar dan menggali informasi tentang kegiatan Polda Sumut, kini diambilalih jadi lokasi bisnis Bhayangkari.

Padahal, selama ini Balai Wartawan selalu digunakan wartawan Unit Polda Sumut untuk sarana dan tempat menulis berita sebelum dikirim ke redaksi kantor media masing masing.

"Kami sebagai wartawan yang saban hari meliput kegiatan Polda Sumut sangat kecewa dengan kebijakan alih fungsi Balai Wartawan. Selama ini, Balai Wartawan peruntukannya jelas untuk tempat kami menulis berita dan konferensi pers, tapi sekarang mau diambilalih yang katanya untuk usaha bisnis Bhayangkari," sesalnya.

Ferry Irawan, wartawan Kompas TV juga menyesalkan dan kecewa dengan pemindahan gedung Balai Wartawan di Polda Sumut.

"Apa urgensinya pemindahan gedung Balai Wartawan tersebut. Keberadaan balai ini sangat membantu kami dari media televisi dalam membuat berita dalam mendukung kinerja Polda Sumut," ujarnya.

Sementara, jurnalis Nusantaraterkini.co, Rozie beranggapan dengan digantikannya fungsi balai wartawan mengindikasikan peran kehumasan belum mendapatkan posisi yang strategis di Polda Sumut.

"Harusnya, di era digitalisasi seperti ini, kehumasan memiliki peran yang lebih krusial. Apalagi untuk menghalau informasi hoaks dengan mitra penyampaian informasinya adalah jurnalis," katanya.

Kasubbid Penmas Polda Sumut Kompol Siti Rohani dikonfirmasi membenarkan pemindahan gedung Balai Wartawan ke lantai 2 Prana Cafe Polda Sumut.
"Pemindahan ini hanya sementara, karena nantinya ada pembangunan di gedung Balai Wartawan. Saya pun kurang tahu bentuk pembangunannya, karena ini instruksi pimpinan," katanya.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru