Dugaan Rekayasa Kasus Terdakwa Narkoba Rahmadi Menguat dari Kesaksian Berbeda Polisi
Redaksi - Jumat, 15 Agustus 2025 17:40 WIB
Poto: Istimewa
Sidang terdakwa narkoba Rahmadi.
"Itu bukan barang saya. Kalian yang menaruh," jawab Rahmadi dalam persidangan.
Kuasa hukum Rahmadi juga menyinggung dugaan pelanggaran lain, yakni hilangnya uang sebesar Rp. 11,2 juta dari rekening m-banking kliennya, beberapa hari setelah handphone Rahmadi disita saat penangkapan.
"Uang itu diduga ditransfer pada 10 Maret, tujuh hari setelah penangkapan. Kami memiliki bukti transaksi," kata Suhandri.
Sementara itu, dalam sidang berbeda sehari sebelumnya, terungkap bahwa sabu dalam kasus dua terdakwa lain, Andre Yusnijar dan Ardiansyah alias Lombek, berkurang dari 70 gram menjadi 60 gram.
Itulah sebabnya kuasa hukum Lombek Cs menyampaikan eksepsi dalam sidang yang digelar di PN Tanjungbalai pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Kuasa hukum Rahmadi menduga, selisih 10 gram sabu yang kini dijadikan barang bukti untuk menjerat kliennya. Fakta yang terungkap ini menambah panjang daftar pertanyaan terhadap integritas aparat penegak hukum.
Terlebih, dalam banyak kasus narkotika, barang bukti kerap menjadi alat bukti utama untuk menjerat seseorang. Maka, ketidakjelasan asal usul dan berat barang bukti bukan saja berbahaya, tapi juga berpotensi menjadi bentuk rekayasa hukum.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
GP Al Washliyah dan Polda Sumut Deklarasi Perang Melawan Narkoba
Kepala SPPG Tebingtinggi Dituduh Berselingkuh Dengan Eby Viral di Media Sosial Telah Lapor ke Polisi
Kepala SPPG Tebingtinggi Difitnah Masuk Lokasi Hiburan Malam Beredar di Media Sosial
Polres Padangsidimpuan Akan Gelar Perkara Kasus Penganiayaan Tokoh Pers Tabagsel
Jawab Isu Negatif di Media Sosial, Razia Gabungan 500 Penghuni Rutan Medan Negatif Narkoba
Terdakwa Akui Uang Hasil Korupsi Covid-19 Diserahkan ke Polres Batu Bara
Komentar