LSM PAB Surati Kapolres Labuhanbatu Pertanyakan Tarif Resmi SIM
Foto: Istimewa
Surat LSM PAB Labuhanbatu Utara
drberita.id | Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli Anak Bangsa (LSM PAB) Kabupaten Labuhanbatu Utara, baru-baru ini mengirimkan surat kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan.
Dalam surat yang dikirimkan pada 19 Februari 2021 itu, LSM ini meminta AKBP Deni Kurniawan untuk melakukan pemeriksaan terhadap para petugas yang melaksanakan pelayanan pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) Kelliling Polres Labuhanbatu.
Permintaan ini didasari temuan mereka di beberapa titik lokasi pelayanan SIM Keliling di wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Temuan lembaga ini, petugas diduga memasang tarif yang sangat jauh melangkahi tarif resmi yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.
[br]
Fantastis, untuk SIM A dikenakan tarif sebesar Rp 700.000 dan Rp 600.000 untuk SIM C.
Alih-alih melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya yang diduga telah bermain nakal di lapangan, AKBP Deni juga tak merespon surat yang dikirim LSM PAB. Bahkan, informasi teranyar diperoleh wartawan, mobil Unit Pelayanan SIM Keliling milik Polres Labuhanbatu itu masih tetap menjalankan aktivitasnya di beberapa titik lokasi di wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Tarif pembuatan SIM yang diterapkan juga masih tetap sama, yakni Rp 700.000 untuk SIM A dan Rp 600.000 untuk SIM C.
Sekretaris DPD LSM PAB Labuhanbatu Utara, Yanri Putra Simatupang, sangat menyesalkan sikap Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan yang tidak terbuka terhadap kritik dan saran yang disampaikan oleh elemen masyarakat kepadanya.
[br]
"Sebagai elemen rakyat yang dilindungi oleh undang-undang untuk mengemukakan pendapat, kita sudah mempertanyakannya secara baik-baik kepada beliau, namun tidak digubris sama sekali. Kita menduga, pungli dalam pembuatan SIM ini telah berlangsung lama dan dilakukan secara sistematis. Dalam waktu dekat kita akan melaporkan ini kepada Kapolda Sumatera Utara. Harapan kita, semoga dugaan pungli ini dapat terungkap secepatnya," ujar Yanri, Rabu, 24 Maret 2021.
Untuk diketahui, tarif resmi pembuatan SIM sesuai dengan PP Nomor 60 tahun 2016 adalah sebagai berikut.
BACA JUGA :KPK Limpahkan Berkas Korupsi Lobster ke JPU
1. SIM A Rp. 120.000
2. SIM B1 Rp. 120.000
3. SIM B2 Rp. 120.000
4. SIM C Rp. 100.000
5. SIM C2 Rp. 120.000
6. SIM C2 Rp. 120.000
7. SIM D Rp. 50.000
8. SIM D1 Rp. 50.000
9. SIM Internasional Rp. 250.000
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora Tinggal Tunggu Sidang Kode Etik di Propam Polda Sumut
BBM Solar Subsidi Wak Uteh Jadi Sorotan di Polda Sumut, Lokasi Pernah Digerebek Tetap Terus Beroperasi
Hari Jadi ke-193 Tahun: Pemerintah Kabupaten Simalungun Dapat Rp.22,8 Miliar dari Bank Sumut
Polda Sumut Geledah Kantor Dinas Kominfo Tebingtinggi, Kadis Ghazali Rahman Sempat Bantah OTT Hoax
Koperasi Desa Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Tapi Pusat Ekonomi Warga Lengkap dan Modern
Polda Sumut OTT 5 Orang dari Dinas Kominfo Tebingtinggi
Komentar