Mandailing Natal Dikuasai Mafia, Irjen Panca Harus Bertindak
Foto: Istimewa
Irjen Pol. Panca Putra Simanjuntak.
drberita.id | Ind Police Watch (IPW) berharap Irjen Panca Putra Simanjuntak setelah menjabat Kapolda Sumut segera melakukan gebrakan dan tindakan tegas terhadap para mafia yang menguasai tanah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
"Khususnya tanah di Kabupaten Mandailing Natal yang dikuasai para mafia, Kapolda Sumut bisa lebih serius lagi. Sebab saat ini di wilayah itu ada tiga masalah besar akibat ulah mafia berkuasa penuh, yakni kerusakan parah akibat tambang emas liar di Batang Natal, meluasnya hutan ganja di Panyabungan Timur, dan ulah Mafia BBM yang kerap membuat hilangnya solar dari Madina," ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane, diterima wartawan, Senin 15 Maret 2021.
Selama ini ketiga masalah itu terbiarkan dan semakin membuat masyarakat resah. Sementara para mafia semakin semena-mena menghancurkan bumi Madina. Banyaknya tokoh penting Madina di ibukota Jakarta seakan tak berdaya mengatasi masalah di tanah kelahirannya.
BACA JUGA :Silaturahim ke JK, AHY Dapat Pesan Politik
Dalam kasus mafia BBM (Bahan Bakar Minyak) misalnya, ada tiga orang yang "berkuasa" kerap membuat solar hilang dari pasaran, akibat mereka jual ke tambang-tambang ilegal. Selama ini Polres Madina maupun Polda Sumut tak berdaya menghadapi aksi ketiga mafia tersebut.
"Dalam kasus hutan ganja di Penyabungan Timur, IPW memperkirakan luasnya saat ini sudah mencapai 20 hektar yang semula hanya tujuh hektar. Ganja ini tak hanya dijual untuk merusak generasi muda Madina, tapi pasarnya sudah merambah ke Pulau Jawa dan bersaing dengan Ganja Aceh," kata Neta.
Pada 17 Desember 2020 misalnya, pihak kepolisian menemukan 173 kg ganja dari Madina yang diselundupkan di antara buah Kedondong di Depok.
Lalu 3 Maret 2021, Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap 115 kg ganja yang diselundupkan di dalam drum yang juga ditemukan di Depok, Jawa Barat.
"Setelah bandar F ditangkap, polisi kembali menemukan ladang ganja milik tersangka di Madina," jelas Neta.
Sementara itu, kata Neta, kelahiran bayi cacat bermunculan di sepanjang aliran Sungai Batang Natal di Madina. Aksi mafia tambang ilegal terus menerus terbiarkan. Setiap hari 220 beko dibiarkan menghancurkan dan mengeruk Sungai Batang Natal untuk mencari emas. Para penambang menggunakan mercuri dalam aksinya.
Akibatnya, bermacam-macam penyakit bermunculan, mulai dari bayi dengan kondisi usus di luar (gastroschisis), bayi bermata satu atau cyclopia, hingga anencephaly atau kelainan pada tengkorak kepala. Selain menimbulkan penyakit bagi warga, kegiatan penambangan liar ini juga membuat lingkungan rusak parah.
"Penambangan emas ilegal di Sungai Batang Natal ini baru menjamur sejak dua tahun terakhir," serunya.
Untuk itu tegas Neta, Kapolda Sumut Irjen Panca perlu segera membuat tim khusus untuk "perang terhadap mafia Madina" yang berbisnis hutan ganja, bisnis menghilangkan solar, dan bisnis tambang emas ilegal.
"Jika tidak mampu mengatasinya, sebaiknya Irjen Panca meminta bantuan Kapolri Sigit agar ikut menurunkan tim dari Mabes Polri untuk membabat habis ulah para mafia ini. Yang penting hutan ganja, mafia BBM, dan mafia tambang emas ilegal di Madina tidak dibiarkan seperti selama ini," tandasnya.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Pengacara Murniaty Sianturi Sebut Yayasan DEL Milik LBP Terseret Kasus Mafia Tanah di Toba
Pasangan Lansia asal Asahan Beharap Presiden Prabowo Selesaikan Mafia Tanah di Polda Sumut
Polres Asahan Terima Laporan Mafia Tanah Oknum Polisi Polsek Bandar Pulau
MATA Pelayanan Publik Sarankan Korban PPPK Pemkab Madina Lapor ke Ombudsman
Polda Sumut Keluarkan SP3D Kasus Mafia Tanah di Jalan Tol Indrapura Asahan
Kompolnas Awards 2023: Presidium Marak Ingatkan Irjen Panca Untuk Tetap Rendah Hati
Komentar