Musa: Tiga lokasi wisata ini belum ada peran pemerintah

Artam - Kamis, 08 Agustus 2019 13:00 WIB
Musa: Tiga lokasi wisata ini belum ada peran pemerintah
drberita/istimewa
Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah.
DINAMIKARAKYAT - Sebanyak tiga destinasi pariwisata Sumatera Utara direncanakan menjadi proyek percontohan untuk pengembangan wisata di daerah ini. Yaitu Tangkahan dan Bukit Lawang, Kabupaten Langkat serta Berastagi, Kabupaten Karo.

Ketiganya sangat potensial pengelolaannya karena belum tersentuh. Namun sudah menjadi tujuan wisatawan mancanegara. Dengan adanya peran pemerintah, pertumbuhan ekonomi dari sektor ini sangat mungkin bisa ditularkan ke daerah lain dengan berbagai unggulan.

"Kita sudah pernah ketemu dan membahas potensi yang ada. Seperti pariwisata dan pertanian. Ternyata tiga lokasi wisata ini belum ada peran pemerintah. Kita ingin bisa membantunya," ucap Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah dalam Diskusi Kelompok Terarah (FGD) di Gedung BI, Jalan A. Yani Medan, Rabu 7 Agustus 2019.

Menurutnya, Pemprovsu bisa menggali dan mengembangkan potensi yang ada selama ini disejumlah daerah, termasuk Bukit Lawang, Tangkahan dan Berastagi. Meski banyak keterbatasan pembangunan infrastruktur selama ini, namun tempat itu masih diminati oleh wisatawan khususnya mancanegara.

"Kenapa, karena potensinya luar biasa. Kita ambil contoh pantai dan danau, di luar negeri juga banyak, tetapi ada yang berbeda di sini. Begitu juga hutan, mereka (negara lain) juga mengelola hutannya sangat baik, tetapi kenapa datang ke tempat kita, karena di sana tidak ada Orang Utan. Artinya ini membuat kita seharusnya punya 'PR (tugas) besar. Jadi semua OPD tidak boleh jalan masing-masing," tegas Musa.

Proyek percontohan di tiga lokasi ini bukan berarti mengesampingkan potensi wisata yang ada di daerah lain. Seluruh potensi yang ada akan menjadi perhatian Pemprovsu untuk dikembangkan, selain Danau Toba yang kini menjadi proyek strategis Nasional.

"Bukan melupakan yang lain. Nanti ke depan kita akan lihat yang lainnya. Ini menjadi pilot project yang kita mau sinerginya OPD kita dan juga dengan mitra kita seperti BI dan OJK, dan mungkin nanti dengan TNI bisa membantu untuk penyuluhan dan hal lain. Ini harus kerja 'keroyokan'," jelas Musa.

Kepala BI Perwakilan Sumut Wiwiek Sisto Widayat menyampaikan bahwa sektor agro wisata dinilai dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi satu daerah. Pengembangan dari sektor ini diharapkan mampu mendongkrak angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumut yang saat ini masih berada pada posisi 5,25 persen.

"Meskipun lebih tinggi dari nasional (5,05 persen), angkanya tergolong rendah," kata Wiwiek.

Secera rinci, Kepala Balitbang Sumut Irman Oemar menyebutkan bahwa pariwisata merupakan prioritas pembangunan sebagaimana tertuang dalam visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut. Kajian dunia bahwa kontribusi pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat cukup strategis, bahkan mengalahkan tambang mineral.

"Indonesia bahkan kontribusinya dari minyak (tambang) sudah kalah dari pariwisata. Sumut punya potensi pariwisata besar, harus kita tangkap peluang itu. Saat ini kita mengembangkan beberapa pariwisat di unggulan di luar kawasan Danau Toba," sebutnya.

Apalagi sektor pariwisata lanjutnya, mempengaruhi pertumbuhan sektor lainnya seperti pertanian, kesehatan serta pengembangan SDM melalui pendidikan. Sehingga banyak variabel yang bisa mempengaruhi pariwisata untuk dikembangkan. (art/drc)

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru