Wisata Halal Bukan Untuk Menghilangkan Budaya Daerah
Artam - Sabtu, 31 Agustus 2019 23:44 WIB
drberita/istimewa
Kadis Pariwisata Sumut Ria Novida Telaumbanua.
DRBerita | Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Ria Novida Telaumbanua mengatakan wisata halal bukan untuk menghilangkan budaya yang sudah ada di daerah tempat wisata. Wisata halal yang dimaksud menyediakan fasilitas pendukung yang diperlukan bagi wisatawan muslim.
Wisatawan mancanegara yang paling banyak datang ke Danau Toba adalah yang berasal dari Malaysia dan sekitarnya. Penduduk negara tetangga itu mayoritas muslim. Untuk itu segala keperluan wisatawan harus disiapkan.
"Menyiapkan fasilitias adalah salah satu konsep penting dalam pariwisata," ungkap Ria pada konferensi pers wisata halal Danau Toba, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan Sabtu 31 Agustus 2019.
Ria menjelaskan, ada 3 elemen penting dalam pariwisata yang dinamakan konsep 3A, yaitu atraksi, aksebilitas dan amenitas. Untuk elemen atraksi, katanya Danau Toba sudah memenuhi syarat. Danau Toba memiliki pemandangan, budaya dan alam yang luar biasa.
Sementara amenitas, Danau Toba masih perlu dibenahi. Amenitas adalah penyediaan fasilitas pendukung yang diinginkan oleh wisatawan berupa tempat ibadah, rumah makan, tempat peristirahatan dan lain sebagainya.
Semua keperluan pendukung untuk berbagai masyarakat yang datang harus ada. Apalagi Danau Toba sudah dijadikan destinasi utama oleh pemerintah pusat. "Jangan sampai orang yang rencananya datang 3 hari jadi 1 hari," ungkap Ria.
Konsep ketiga adalah aksesbilitas. Konsep ini berarti Danau Toba harus mudah dicapai. Sarana dan prasarana menuju Danau Toba haruslah memudahkan wisatawan yang akan datang ke sana. Saat ini pemeritah sedang membangun jalan tol Tebingtinggi-Parapat.
Wisatawan mancanegara yang paling banyak datang ke Danau Toba adalah yang berasal dari Malaysia dan sekitarnya. Penduduk negara tetangga itu mayoritas muslim. Untuk itu segala keperluan wisatawan harus disiapkan.
"Menyiapkan fasilitias adalah salah satu konsep penting dalam pariwisata," ungkap Ria pada konferensi pers wisata halal Danau Toba, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan Sabtu 31 Agustus 2019.
Ria menjelaskan, ada 3 elemen penting dalam pariwisata yang dinamakan konsep 3A, yaitu atraksi, aksebilitas dan amenitas. Untuk elemen atraksi, katanya Danau Toba sudah memenuhi syarat. Danau Toba memiliki pemandangan, budaya dan alam yang luar biasa.
Sementara amenitas, Danau Toba masih perlu dibenahi. Amenitas adalah penyediaan fasilitas pendukung yang diinginkan oleh wisatawan berupa tempat ibadah, rumah makan, tempat peristirahatan dan lain sebagainya.
Semua keperluan pendukung untuk berbagai masyarakat yang datang harus ada. Apalagi Danau Toba sudah dijadikan destinasi utama oleh pemerintah pusat. "Jangan sampai orang yang rencananya datang 3 hari jadi 1 hari," ungkap Ria.
Konsep ketiga adalah aksesbilitas. Konsep ini berarti Danau Toba harus mudah dicapai. Sarana dan prasarana menuju Danau Toba haruslah memudahkan wisatawan yang akan datang ke sana. Saat ini pemeritah sedang membangun jalan tol Tebingtinggi-Parapat.
Tidak hanya itu, Bandara Silangit pun sekarang sedang diperpanjang landasannya guna menampung pesawat yang lebih besar. "Jadi, tiga konsep tersebut sangat penting untuk mendatangkan wisatawan ke Danau Toba," ujarnya. (art/drc)
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Yonge Sihombing dan Duta Besar Rusia Bahas Buku Prabowonomics dan Investasi di Tapanuli-Danau Toba
Tiga Tugas Penting Toba Caldera adalah Konservasi, Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Semburan Lumpur Rianiate, Akibat Tekanan Formasi
Gubernur Bobby Nasution Siapkan Waktu Belajar soal Toba Caldera UNESCO Global Geopark
Harus Dikelola Berdasarkan Undang Undang Otorita, Eforus HKBP: Danau Toba Sedang Mengerang Kesakitan
Pj. Bupati Tawarkan PT. ASDP Tingkatkan Pelayanan Kapal Ferry di Danau Toba
Komentar