JMM Apresiasi Kapolda Agus: Dugaan Korupsi UIN Sumut Jadi Penentu
Artam - Minggu, 01 September 2019 21:45 WIB
drberita/istimewa
Demo JMM di Polda Sumut.
DRberita | Satu tahun kepemimpinan Irjen Pol Agus Andrianto sebagai Kapolda Sumut mendapat apresiasi dari Jaringan Masyarakat Mandiri (JMM). Namun, kasus dugaan korupsi Universitas Islan Negeri (UNI) Sumatera Utara menjadi penentunya.
"JMM sangat mengapresiasi kinerja Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto dalam setahun ini. Tapi kasus dugaan korupsi yang terjadi di UIN Sumut, menjadi penentunya. Jika tidak berhasil diungkap, Agus kita nilai gagal," ungkap Ketua Umum JMM Sumut Fahrul Harahap, Minggu 1 September 2019.
JMM menilai selama ini Agus berhasil sebagai pengayom dan sahabat bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara, serta berhasil dalam mengungkap kasus-kasus besar di Sumut.
Namun kata Fahrul, Agus lebih berhasil lagi jika Polda Sumut berhasil mengungkat dugaan korupsi cleaning service sebanyak 95 orang dengan upah Rp 2,5 juta/bulan. "Dugaan hanya 65 orang yang menerima gaji Rp 1,4 juta/bulan," ucapnya.
Kemudian, soal uang THR yang hanya diterima sebesar Rp 1,3 juta/orang. Juga pengadaan pakaian cleaning service mendapat 2 potong baju/orang, namun petugas cleaning service hanya menerima 1 set baju saja.
Dugaan korupsi lainnya, lanjut Fahrul, ialah pengadaan cleaning service indor outdor Kampus I dan II UIN Sumut tahun 2018 dengan nilai pagu Rp 3.760.000.000. Terakhir, biaya tamu rektor tahun 2017 dan 2018 sebesar Rp 1,7 miliar dan Rp 1,8 miliar.
"JMM sangat mengapresiasi kinerja Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto dalam setahun ini. Tapi kasus dugaan korupsi yang terjadi di UIN Sumut, menjadi penentunya. Jika tidak berhasil diungkap, Agus kita nilai gagal," ungkap Ketua Umum JMM Sumut Fahrul Harahap, Minggu 1 September 2019.
JMM menilai selama ini Agus berhasil sebagai pengayom dan sahabat bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara, serta berhasil dalam mengungkap kasus-kasus besar di Sumut.
Namun kata Fahrul, Agus lebih berhasil lagi jika Polda Sumut berhasil mengungkat dugaan korupsi cleaning service sebanyak 95 orang dengan upah Rp 2,5 juta/bulan. "Dugaan hanya 65 orang yang menerima gaji Rp 1,4 juta/bulan," ucapnya.
Kemudian, soal uang THR yang hanya diterima sebesar Rp 1,3 juta/orang. Juga pengadaan pakaian cleaning service mendapat 2 potong baju/orang, namun petugas cleaning service hanya menerima 1 set baju saja.
Dugaan korupsi lainnya, lanjut Fahrul, ialah pengadaan cleaning service indor outdor Kampus I dan II UIN Sumut tahun 2018 dengan nilai pagu Rp 3.760.000.000. Terakhir, biaya tamu rektor tahun 2017 dan 2018 sebesar Rp 1,7 miliar dan Rp 1,8 miliar.
"Kami berharap Kapoldasu dapat mengusut tuntas dugaan korupsi UIN Sumut dengan memanggil dan memeriksa Rektor Prof Said diduga sebagai aktor utama," tandasnya. (art/drc)
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Polda Sumut Geledah Kantor Dinas Kominfo Tebingtinggi, Kadis Ghazali Rahman Sempat Bantah OTT Hoax
Polda Sumut OTT 5 Orang dari Dinas Kominfo Tebingtinggi
Terungkap, Pencuri Uang Terdakwa Narkotika Belum Diproses Polda Sumut
Pemimpin Redaksi Desak Polda Sumut Tangkap Pemilik Travel Umroh
Rapim Polda Sumut: Marwah Polri Wajib Dijaga Bersama
Walikota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih Laporkan Wartawan AT ke Polda Sumut
Komentar