Situasi Terkini Pasca Semburan Lumpur di PLTP Sorik Marapi Mandailing Natal

- Kamis, 28 April 2022 01:04 WIB
Situasi Terkini Pasca Semburan Lumpur di PLTP Sorik Marapi Mandailing Natal
Poto: Adra Syukur
PT. SMGP 
drberita.id | Peristiwa Well Kick di Pad T, perusahaan pembangkit listrik tenaga panasbumi PT. SMGP pada Minggu 24 April 2022, menyebabkan 21 orang warga Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Panyabungan.

Informasi diperoleh, pihak Rumah Sakit Umum Panyabungan sudah mengizinkan 18 orang pulang ke rumah pada Selasa 26 April 2022, sedangkan 3 orang pasien dengan kondisi stabil masih dalam penanganan medis.

"Hari ini ada 18 orang yang sudah pulang, dan 3 orang lagi masih dirawat dengan kondisi kesehatan stabil," ucap Batara Guru, tim medis di RSU Panyabungan.
Terpisah, tim komunikasi corporate, Yani mengatakan, PT. SMGP berkomitmen untuk selalu memberikan dukungan kepada masyarakat termasuk memberikan bantuan kesehatan bagi masyarakat setempat.
Penanganan dan pengamanan sumur T-12 terus dilanjutkan untuk memastikan sumur benar benar dalam keadaan aman dan menghilangkan potensi well kick.
BACA JUGA:
Citra Keadilan Kutuk Kriminalisasi Penjemputan Paksa Insan Pers
"Untuk itu, SMGP mohon bantuan dan dukungan dari Pemerintah Daerah dan masyarakat agar memberi kami waktu dalam melakukan penanganan lanjutan untuk keamanan masyarakat, pekerja serta lingkungan," harapnya.

Untuk sementara, PT. SMGP menghentikan kegiatan pengeboran dan uji alir sumur. Saat ini, tim Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM bekerja sama dengan PT. SMGP dan Polda Sumut sedang melakukan investigasi untuk mencari penyebab utama dari well kick.

Yani menambahkan, SMGP akan selalu mengutamakan keselamatan warga dan pekerja. Terkait dampak langsung akibat dari semburan lumpur, SMGP, kata Yani bertanggungjawab dan terus melakukan langkah langkah penanggulangan dengan bekerja sama dengan masyarakat.

SMGP sangat menghargai dan berterima kasih atas dukungan semua pihak antara lain warga desa dan pemerintah termasuk pihak kepolisian dalam menanggulangi dampak kejadian tersebut.
"Di sisi lain, perusahaan SMGP juga menyesalkan insiden pemukulan dan penjarahan oleh oknum yang terjadi tanggal 24 April 2022 di lokasi proyek kami yang membahayakan pekerja kami, dan berdampak pada jadwal operasi komersial yang telah ditetapkan. Karena itu SMGP mengecam segala tindakan dan perilaku kekerasan tersebut," tambahnya.
BACA JUGA:
Hinca Panjaitan Dukung Kejati Sumut Usut Tuntas Dugaan Korupsi Citraland
"SMGP berharap agar warga sekitar tetap tenang dan terus bekerja sama dalam menciptakan suasana yang kondusif," tutup Yani.

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru