AKRS di TMP Medan Terasa Berbeda: Edy Bicara Danau Toba
Artam - Minggu, 18 Agustus 2019 18:19 WIB
drberita/istimewa
AKRS di TMP Medan.
DRBerita | Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) di Taman Makam Pahlawan (TMP) Medan, Jalan SM. Raja, Medan, Sabtu 17 Agustus 2019, pukul 00.00 WIB, berjalan hikmat. Dipimpin Gubernur Edy Rahmayadi, AKRS terasa berbeda. Seluruh peserta membawa obor menyala dan ada juga marching band serta Komunitas Sepeda Ontel.
Malam itu, seluruh lampu di TMP dimatikan. Suasana hening amat terasa. Hanya kegelapan yang terasa menyelimuti lokasi. Beberapa saat kemudian, cahaya dari api obor mulai menerangi lokasi.
Gubernur Edy didampingi Wagub Musa Rajekshah dan Sekda Sabrina serta jajaran Forkopimda sudah berada di lokasi.
Lalu satu persatu para peserta AKRS memasuki lokasi. Tepat pukul 00.00 WIB, acara dimulai. Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid bertindak sebagai inspektur upacara. Pembacaan renungan suci diikuti hening cipta dan doa dilakukan.
Edy bersama unsur Forkopimda lalu memberikan penghormatan diiringi suara terompet. Ribuan warga pun turut menyaksikan acara yang berlangsung.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan kegiatan taptu dan AKRS di TMP Medan malam itu dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-74. Acara adalah wujud dari diri untuk mengobarkan kembali semangat pemuda dalam mengisi kemerdekaan republik ini.
"Adalah pekik semangat kemerdekaan menggugah generasi muda, untuk ikut serta menghayati, menghargai para pahlawannya dengan semangat memerdekakan republik ini," kata Edy dalam sambutan.
Semangat mengisi kemerdekaan selaras dengan tujuan nasional. Baik itu mencerdaskan kehidupan berbangsa, meningkatkan kesejahteraan, dan turut serta dalam perdamaian dunia.
Pertama mencerdaskan kehidupan berbangsa. Presiden RI sudah mengatakan 20% dari anggaran negara dialokasikan untuk pendidikan. Dalam hal kesejahteraan, Edy berjanji akan memperkecil prosedur investor untuk berinvestasi di Sumatera Utara.
Hal ini selaras dengan arahan presiden yang fokus pada Danau Toba. Selain itu, 33 kabupaten kota harus ikut andil dalam pembangunan sesuai dengan spesifik kedaerahannya masing-masing.
"Untuk kita adalah Danau Toba. Ini yang harus diperhatikan oleh 7 kabupaten di sekitar Danau Toba. Ada 33 kabupaten kota yang harus kita ikutkan di sini, sesuai dengan spesifik daerahnya masing-masing," ujarnya.
"Ada yang bersangkut dengan pertanian, perkebunan dan perternakan. Ini yang kita kejar untuk kesejahteraan masyarakat," jelas Edy menutup sambutannya.
Dan malam kemerdekaan di depan TMP Medan terlihat padat. Tak ada satu pun terlihat kenderaan lewat. Jalan terblokir oleh ribuan peserta AKRS dari berbagai unsur elemen masyarakat.
Malam itu, seluruh lampu di TMP dimatikan. Suasana hening amat terasa. Hanya kegelapan yang terasa menyelimuti lokasi. Beberapa saat kemudian, cahaya dari api obor mulai menerangi lokasi.
Gubernur Edy didampingi Wagub Musa Rajekshah dan Sekda Sabrina serta jajaran Forkopimda sudah berada di lokasi.
Lalu satu persatu para peserta AKRS memasuki lokasi. Tepat pukul 00.00 WIB, acara dimulai. Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid bertindak sebagai inspektur upacara. Pembacaan renungan suci diikuti hening cipta dan doa dilakukan.
Edy bersama unsur Forkopimda lalu memberikan penghormatan diiringi suara terompet. Ribuan warga pun turut menyaksikan acara yang berlangsung.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan kegiatan taptu dan AKRS di TMP Medan malam itu dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-74. Acara adalah wujud dari diri untuk mengobarkan kembali semangat pemuda dalam mengisi kemerdekaan republik ini.
"Adalah pekik semangat kemerdekaan menggugah generasi muda, untuk ikut serta menghayati, menghargai para pahlawannya dengan semangat memerdekakan republik ini," kata Edy dalam sambutan.
Semangat mengisi kemerdekaan selaras dengan tujuan nasional. Baik itu mencerdaskan kehidupan berbangsa, meningkatkan kesejahteraan, dan turut serta dalam perdamaian dunia.
Pertama mencerdaskan kehidupan berbangsa. Presiden RI sudah mengatakan 20% dari anggaran negara dialokasikan untuk pendidikan. Dalam hal kesejahteraan, Edy berjanji akan memperkecil prosedur investor untuk berinvestasi di Sumatera Utara.
Hal ini selaras dengan arahan presiden yang fokus pada Danau Toba. Selain itu, 33 kabupaten kota harus ikut andil dalam pembangunan sesuai dengan spesifik kedaerahannya masing-masing.
"Untuk kita adalah Danau Toba. Ini yang harus diperhatikan oleh 7 kabupaten di sekitar Danau Toba. Ada 33 kabupaten kota yang harus kita ikutkan di sini, sesuai dengan spesifik daerahnya masing-masing," ujarnya.
"Ada yang bersangkut dengan pertanian, perkebunan dan perternakan. Ini yang kita kejar untuk kesejahteraan masyarakat," jelas Edy menutup sambutannya.
Dan malam kemerdekaan di depan TMP Medan terlihat padat. Tak ada satu pun terlihat kenderaan lewat. Jalan terblokir oleh ribuan peserta AKRS dari berbagai unsur elemen masyarakat.
Seperti pelajar, Pramuka, Puma Paskibraka, mahasiswa, TNI, Polri, Satpol PP, ASN Pemprovsu dan Pemko Medan, Ormas, Menwa, Karang Taruna, Kader Bela Negara, BUMN dan BUMD, semua membaur menjadi satu. (art/drc)
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Yonge Sihombing dan Duta Besar Rusia Bahas Buku Prabowonomics dan Investasi di Tapanuli-Danau Toba
Tiga Tugas Penting Toba Caldera adalah Konservasi, Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Wong Chun Sen Baca Teks Proklamasi Kemerdekaan RI di Ikon Sejarah Lapangan Merdeka Medan
Semburan Lumpur Rianiate, Akibat Tekanan Formasi
Gubernur Bobby Nasution Siapkan Waktu Belajar soal Toba Caldera UNESCO Global Geopark
Harus Dikelola Berdasarkan Undang Undang Otorita, Eforus HKBP: Danau Toba Sedang Mengerang Kesakitan
Komentar