TNI Lakukan Water Boombing Padamkan Kebakaran Hutan Riau
Artam - Selasa, 13 Agustus 2019 21:48 WIB
drberita/istimewa
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo dan Gubernur Riau Syamsuar.
DRBerita - Untuk mencegah dan mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Karhutla akan melakukan pemadaman langsung ke titik api dengan water boombing atau pengeboman air menggunakan pesawat hercules.
Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kepada wartawan usai menerima paparan dari Gubernur Riau Syamsuar terkait situasi terkini kebakaran hutan di ruang VVIP, Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, Senin 12 Agustus 2019.
"Saya mendapat laporan bahwa sumber air yang digunakan untuk melakukan water boombing jaraknya cukup jauh dari lokasi kebakaran hutan, maka kita (TNI) akan menggunakan pesawat hercules untuk melakukan water boombing tersebut," ucapnya.
Panglima TNI juga mengatakan bahwa selama ini satuan tugas kebakaran hutan di Riau mengandalkan operasi pengeboman air atau water boombing dengan menggunakan tujuh helikopter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta sejumlah helikopter milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Berdasarkan informasi dari Kepala BMKG wilayah Riau, kata hadi, maka dapat disimpulkan cuaca di Provinsi Riau akan cenderung panas hingga bulan Oktober mendatang.
"Kemungkinan untuk melaksanakan teknologi modifikasi cuaca dalam menghasilkan hujan buatan baru dapat dilaksanakan pada awal bulan Oktober," jelasnya.
Kunjungan kerja Panglima TNI bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo beserta rombongan ke Riau untuk memastikan beberapa titik yang menjadi lokasi kebakaran hutan dan lahan.
Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kepada wartawan usai menerima paparan dari Gubernur Riau Syamsuar terkait situasi terkini kebakaran hutan di ruang VVIP, Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, Senin 12 Agustus 2019.
"Saya mendapat laporan bahwa sumber air yang digunakan untuk melakukan water boombing jaraknya cukup jauh dari lokasi kebakaran hutan, maka kita (TNI) akan menggunakan pesawat hercules untuk melakukan water boombing tersebut," ucapnya.
Panglima TNI juga mengatakan bahwa selama ini satuan tugas kebakaran hutan di Riau mengandalkan operasi pengeboman air atau water boombing dengan menggunakan tujuh helikopter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta sejumlah helikopter milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Berdasarkan informasi dari Kepala BMKG wilayah Riau, kata hadi, maka dapat disimpulkan cuaca di Provinsi Riau akan cenderung panas hingga bulan Oktober mendatang.
"Kemungkinan untuk melaksanakan teknologi modifikasi cuaca dalam menghasilkan hujan buatan baru dapat dilaksanakan pada awal bulan Oktober," jelasnya.
Kunjungan kerja Panglima TNI bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo beserta rombongan ke Riau untuk memastikan beberapa titik yang menjadi lokasi kebakaran hutan dan lahan.
Direncanakan, hari ini, Selasa 13 Agustus 2019, Panglima TNI beserta rombongan melakukan peninjauan langsung ke beberapa lokasi yang terdampak karhutla seperti di daerah Pelalawan, yang mengalami kebakaran hutan cukup parah sepanjang bulan Agustus 2019. (art/drc)
SHARE:
Editor
: Artam
Sumber
: okebung.com
Tags
Berita Terkait
CSI Soroti Status Siaga Satu TNI: Ancaman Apa yang Sebenarnya Terjadi di Indonesia?
Trinovi Sitorus Apresiasi Open Tournament Tinju Piala Panglima TNI
Osama Pimpin FKPPI Tanjung Morawa Siap Berkibar Kembali: Ini adalah anak dari TNI
TNI-Polri Geledah Rumah Pembacok Jaksa Kejari Deliserdang, Sempat Pintu Tidak Dibuka
AMSD Dukung TNI Kawal Kejaksaan Bongkar Kasus Korupsi di Seluruh Indonesia
Milenial Cyber Apresiasi Kenaikan Pangkat Kapuspen TNI Brigjen Kristomei Sianturi ke Mayor Jenderal
Komentar