Kadis Pendidikan Batubara Buka Suara, Mahasiswa Boleh Koreksi Tapi Harus Ada Solusi

Artam - Selasa, 29 September 2020 08:55 WIB
Kadis Pendidikan Batubara Buka Suara, Mahasiswa Boleh Koreksi Tapi Harus Ada Solusi
Foto: Istimewa
Kadis Pendidikan Batubara Ilyas Sitorus.
drberita.id | Pemerintah Kabupaten Batubara terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan, termasuk kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan ASN maupun non ASN atau honorer. Termasuk juga menjaga kearifan lokal pendidikan yang ada di Kabupaten Batubara.

"Ini saya pastikan mendapat dukung dari Pemkab Batubara dan bapak Bupati Ir. H. Zahir M. AP," ungkap Kadis Pendidikan Ilyas Sitorus dalam keterangan tertulis, Selasa 29 September 2020.


Menurut Ilyas, Pemkab Batubara terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru ASN maupun honorer. Namun pelaksanaannya, gaji honorer tetap memperhatikan kemampuan anggaran dinas maupun pemkab. Ilyas pun sangat sependapat tentang kenaikan gaji guru honorer.


"Jangankan saya, Pemkab Batubara juga berkeinginan demikian sebagaimana visinya menjadikan masyarakat Kabupaten Batubara, masyarakat industri yang sejahtera, mandiri dan berbudaya. Saya pastikan Pemkab Batubara pada prinsipnya tentu dan pasti mendukung," ucap Ilyas.


"Namun besaran gaji guru honorer kita saat ini masih tergantung dari kemampuan masing-masing sekolah, termasuk kemampuan APBD juga. Saat ini keterbatasan anggaran yang kita miliki baik di sekolah, dinas maupun secara keseluruhan itu sangat-sangat terbatas, karena banyak hal yang harus kita penuhi secara bersamaan," sambungnya.

[br]

Terkait adanya permintaan pencopotan dirinya dari jabatan Kepala Dinas Pendidikan, Ilyas mengatakan kesemua itu sudah ada yang mengurus. "Itu urusan pimpinan dalam hal ini bupati, Pak Zahir. Saya tidak bisa komen. Saya tahunya kerja dan kerja. Jika selagi masih diberi amanah dan kepercayaan. Dan ingat, dengar baik-baik yang saya bilang ini, satu orang saja apalagi tiga orang yang tidak mendukung program saya di disdik, bagi saya sudah cukup banyak itu. Walaupun ada seribuan orang yang mendukung," katanya.

Ilyas Sitorus berharap dukungan dari semua elemen termasuk perwakilan mahasiswa yang sudah menyampaikan aspirasinya. Mahasiswa jangan hanya mengkoreksi, tetapi harus juga bisa memberi masukan untuk Dinas Pendidikan dan Pemkab Batubara.


Dalam menyelesaikan atau mengurangi permasalahan yang ada di dalam dunia pendidikan, salah satunya perobahan warna gedung, kearifan lokal, kesejahteraan guru honorer dan lainnya, itu semua tidak benar.


"Bupati sangat konsen terhadap hal itu, pendidikan menjadi prioritas yang perlu mendapat sentuhan alokasi anggaran selain OPD lainnya. Pak Bupati saya yakini akan mendukung semua harapan tersebut dan sudah jadi bahan masukan dalam rapat-rapat koordinasi pimpinan tingkat pemerintahan kita ini," jelas Ilyas.


Soal koreksi, Ilyas secara pribadi dan dinas pendidikan umumnya tidak anti, silakan koreksi dan ingatkankan, akan tetapi tolong bantu dan beri juga solusinya, jangan hanya menyalahkan terus. "Karena kami tidak akan bisa berjalan sendiri, pastilah kami membutuhkan dan tentunya dukungan juga dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan mahasiswa yang sangat terpelajar," sebutnya.

[br]

Mahasiswa adalah insan-insan calon sarjana, calon intelektual, merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh status karena ikatan dalam perguruan tinggi. Mahasiswa juga merupakan calon intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat.


Dengan demikian, peran dan fungsi mahasiswa adalah sebagai 'Iron Stock' yang harus bisa menjadi pengganti pemimpin di pemerintahan, yang berarti mahasiswa akan menjadi generasi penerus untuk memimpin bangsa, di samping itu juga sebagai 'Agent Of Change' yang dituntut untuk menjadi agen perubahan. Jadi mahasiswa bukan hanya mengkoreksi akan tetapi mampu memberikan solusi.


Ilyas mengharapkan mahasiswa juga harus mampu sebagai kontrol sosial, selain pintar diakademis, harus juga pintar dalam bersosialisasi dengan lingkungan termasuk 'Moral Force'.

"Terkait pergantian warna gedung sekolah, tidak ada regulasi yang dilanggar, dan mengapa hanya disdik yang saya pimpin diributin, bukannya gedung DPRD, Kantor Bapati dan gedung dinas atau OPD lainnya yang lebih dulu menukar warna bukannya sekolah? lantas kenapa yang dimasalahkan sekolah. Kalau mereka (pengunjuk rasa) mengatakan dalam orasinya Kadisdik diduga memanfaatkan dan menyalah gunakan kewenangan untuk keperluan pribadi, maka saya juga bolehlah mengatakan bahwa patut saya duga aksi-aksi tersebut ada keperluan dan kepentingan serta dorongan dalam memanfaatkan situasi," papar Ilyas Sitorus. (art/drb)

SHARE:
Editor
:
Sumber
: Pers Rilis
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru