Kejar Target Vaksinasi, Kepsek SMPN2 Kusel Seret Nama Bupati Labura

- Selasa, 25 Januari 2022 14:00 WIB
Kejar Target Vaksinasi, Kepsek SMPN2 Kusel Seret Nama Bupati Labura
Poto: Istimewa
Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kualuh Selatan, Poltak Munthe.
drberita.id | Terungkap sebulan kemudian, demi mencapai target vaksinasi covid-19, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kualuh Selatan, Poltak Munthe menyeret nama Bupati Labura Hendriyanto Sitorus, untuk melakukan penekanan terhadap para guru bawahannya.

Dalam beberapa tangkapan layar percakapan di group whatsapp PNS, Honor, SMPN 2 Kusel, Poltak Munthe menuliskan imbauan yang bersifat perintah kepada seluruh guru serta TU (tata usaha) agar masing masing membawa sepuluh (10) orang masyarakat untuk divaksin dosis pertama dengan memberikan janji akan mendapatkan hadiah (bonus) sebesar Rp 50.000 dan harus ditanggung oleh masing masing guru dan TU. Poltak juga menegaskan, target itu harus selesai paling lambat 22 Desember 2021.
Pada tangkapan layar lainnya, Poltak Munthe bahkan sempat menyeret jabatan bupati. Meski tak menyebutkan nama, namun diyakini ini merujuk pada nama Bupati Hendriyanto Sitorus.
BACA JUGA:
PPMI Medan Desak PT. Telkom Tertibkan Perusahaan Outsourcing Yang Tidak Terdaftar
"Sesuai dengan teguran bapak bupati bahwa SMP Negeri 2 Kualuh Selatan belum mencapai target per orang 10, maka diambil musyarawah di kantor kasek, diserahkan untuk mencari sama pihak aparat desa dengan biaya Rp 30.000 per orang yang mau divaksin besok. Maka dengan itu penyetoran uangnya hari ini kami tunggu sampai jam dua, dan bagi yang di luar kota, ditransfer ke rekening orang yang bisa mendahulukan. Terima kasih sebelumnya," begitu tulis Poltak dalam salah satu pesan di group whatsapp sekolah itu.
Pada percakapan lain, Poltak kembali menegaskan tentang biaya Rp 30.000 sebagai partisipasi membawa masyarakat untuk divaksin yang dikerjakan bersama oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan puskesmas.

"Masing masing kita 10 orang x 30.000 = Rp 300.000 langsung disetor sama Bu Yusrifa atau kasek supaya bisa kita sampaikan hari ini. Perlu saya tegaskan, ini sudah yang terbaik saya lakukan, karena kita tidak bisa mencari."

Penelusuran wartawan, diduga karena diberikan beban target oleh Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), awalnya Poltak menyuruh para guru dan TU untuk mengajak masyarakat mengikuti vaksinasi, dengan iming iming akan memberikan bonus uang sebesar Rp 50.000/warga, dengan catatan biaya harus ditanggung sendiri oleh guru mau pun TU yang bersangkutan.

Namun karena kebanyakan guru tidak mampu untuk mengajak masyarakat, sejumlah yang ditargetkan itu, akhirnya dilakukan musyarawah dengan aparat desa setempat. Di sana disepakati, bahwa para guru dan TU yang tak mampu mencarikan orang untuk divaksin akan dikenakan biaya sebesar Rp 30.000, untuk membantu pendanaan aparat desa yang akan mengajak warganya untuk vaksin.
BACA JUGA:
Rumah Inspirasi Indonesia Pertanyakan Kelayakan Teknik dan Ekonomis Sub Holding PLN
Poltak Munthe yang dikonfirmasi Selasa 25 Januari 2022, tak membantah isi percakapan dalam group whatsapp tersebut. Pun tak membantah, namun Poltak mengaku tidak pernah menekankan persoalan uang kepada para gurunya.
"Betul, kita memang diperintahkan untuk mengejar target vaksinasi, tapi saya tak pernah memaksakan para guru untuk membayar atau memberikan uang kepada warga yang diajaknya untuk vaksinasi. Niatnya uang sebesar Rp 50.000 yang kita kutip bakal dibelanjakan barang berupa minyak goreng, mie instan, beras dan lain sebagainya yang dimaksudkan untuk memotivasi warga untuk ikut vaksinasi," terang Poltak yang didampingi Yusrifah.

Belakangan diketahui, Yusrifah adalah operator di sekolah tersebut.

Bupati Labura Hendriyanto Sitorus hingga berita ini ditulis, belum bisa dimintai tanggapannya. Pesan konfirmasi yang dikirimkan ke akun whatsappnya, masih dalam status centang satu.
BACA JUGA;
Aktivis 98 Minta Jokowi Batalkan Akuisisi Street Scooter Jerman

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru