Pidato Jokowi di HUT Kemerdekaan RI ke 76: Pastikan Rakyat Dapat Pekerjaan
Istimewa
Presiden Jokowi
drberita.id | Presiden Joko Widodo atau Jokowi memastikan rakyat bisa memperoleh pekerjaan yang layak untuk mendongkrak perekonomian nasional, meski pandemi telah banyak menghambat laju pertumbuhan ekonomi.
"Tetapi pandemi tidak boleh menghambat proses reformasi struktural perekonomian," kata Jokowi dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI pada sidang tahunan MPR bersama DPR, dan DPD RI, Senin 16 Agustus 2021.
BACA JUGA:
OJK Sudah Tetapkan Nama Dirut Bank Sumut, Tapi Masih Menunggu Waktu PSP
Jokowi mengatakan struktur ekonomi yang selama ini lebih dari 55% dikontribusikan pada konsumsi rumah tangga, harus dipastikan menjadi lebih produktif dengan mendorong hilirisasi, investasi, dan ekspor.
Fokus pemerintah adalah menciptakan sebanyak mungkin lapangan kerja baru yang berkualitas. Dengan implementasi Undang Undang Cipta Kerja yang terus dipercepat. Pemerintah telah meluncurkan OSS (Online Single Submission) yang sangat mempermudah semua level dan jenis usaha, apalagi bagi jenis-jenis usahayang berisiko rendah.
"Urusan perizinan, pengurusan insentif, dan pajak bisa dilakukan jauh lebih cepat, lebih transparan, dan lebih mudah. Kesempatan ini harus pula dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.
BACA JUGA:
Densus 88 Tangkap Guru Ngaji Tahfiz di Binjai Sumut
Pada periode Januari sampai Juni 2021, realisasi investasi Indonesia tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan, sedikitnya Rp 442,8 triliun, dengan rincian 51,5% di luar Jawa, dan 48,5% di Pulau Jawa. Investasi ini menyerap lebih dari 620 ribu tenaga kerja Indonesia.
Penambahan investasi di bulan-bulan ke depan diharapkan bisa memenuhi target Rp 900 triliun, serta menciptakan lapangan kerja baru, dan menggerakkan perekonomian secara lebih signifikan.
Kemudian, perkembangan investasi harus menjadi bagian terintegrasi dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Peningkatan kelas pengusaha UMKM menjadi agenda utama. Berbagai kemudahan disiapkan untuk menumbuhkan UMKM, termasuk kemitraan strategis dengan perusahaan besar, agar cepat masuk dalam rantai pasok global.
BACA JUGA:
Ombusdman Protes Menteri Sofyan Djalil Katakan Masalah Tanah Eks PTPN2 Sudah Selesai
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk UMKM, serta meningkatkan pemerataan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Ekosistem investasi dan kolaborasi di dunia usaha ini juga dimaksudkan untuk memperkuat perkembangan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi, khususnya ke arah ekonomi hijau dan ekonomi biru yang berkelanjutan.
[br]
Perkembangan sektor pangan terus diupayakan untuk membangun kemandirian pangan. Transformasi menuju energi baru dan terbarukan, serta akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau, akan menjadi perubahan penting dalam perekonomian.
Tidak itu saja, konsolidasi kekuatan riset nasional harus terus diupayakan, agar sejalan dengan agenda pembangunan nasional. Sinergi dunia pendidikan dengan industri dan pengembangan kewirausahaan terus dipercepat melalui program merdeka belajar. Hal ini diharapkan mengakselerasi kualitas SDM nasional, dan sekaligus meningkatkan daya saing industri dan produk dalam negeri.
Perluasan akses pasar bagi produk-produk dalam negeri menjadi perhatian serius pemerintah. Program bangga buatan Indonesia harus terus digencarkan, sembari meningkatkan daya saing produk lokal dalam kompetisi global. Karena pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.
BACA JUGA:
Sofyan Djalil Temui Gubsu, Masalah Tanah Eks PTPN2 Selesai
Digitalisasi UMKM yang masuk ke aplikasi perdagangan elektronikdan lokapasar jumlahnya harus terus bertambah. Sampai Agustus tahun ini, sudah lebih dari 14 juta UMKM atau 22% dari total UMKM yang sudah bergabung dengan aplikasi perdagangan elektronik.
Partisipasi dalam ekonomi digital ini sangat penting karena potensinya yang sangat besar dan mempermudah UMKM untuk masuk ke rantai pasok global. Tahun 2020, nilai transaksi perdagangan digital Indonesia mencapai lebih dari Rp 253 triliun. Nilai ini diperkirakan akan meningkat menjadi Rp 330,7 triliun di tahun 2021.
BACA JUGA:
Gawat! Rakyat RI Bakal Hidup Bersama Dengan Covid-19
Wabah global Covid-19 yang merebak di tanah air, sejatinya membawa manfaat positif bagi setiap individu masyarakat ke depan. Mengingat ketika bencana itu melanda, setiap individu di Indonesia secara serempak memperbaiki diri,
demi menghadapi tantangan yang telah disebabkan oleh pandemi di berbagai sektor.
Semua pilar kehidupan kita diuji, semua pilar kekuatan kita diasah. Itulah prosesmenjadi bangsa yang tahan banting.
Adanya pandemi telah memacu seluruh anak bangsa untuk mengembangkan cara-cara baru dalam menghadapi setiap tantangan yang sesuaidengan merebaknya wabah. Hasilnya, membuat masyarakat terpacumembuat jalan keluar yang lebih kreatif dalam menghadapi setiap masalah maupun tantangan yang timbul saat ini.
BACA JUGA:
Jubir KPK: Memahami Utuh Aturan Perjalanan Dinas Agar Tak Keliru Beropini
Dengan begitu, tentunya membawa Indonesia menjadi lebih baik di masamendatang. Setiap individu dapat melakukan inovasi yang kreatif dalam menghadapi tantangan di tengah pandemi. Sehingga besar kemungkinan membawa Indonesia menjadi negara maju setelah berhasil menangani pandemi.
Di tengah dunia yang penuh disrupsi sekarang ini, karakter berani untuk berubah, berani untuk mengubah, dan berani untuk mengkreasi hal baru, merupakan fondasi untuk membangun Indonesia Maju.
[br]
Selama 1,5 tahun pandemi telah memperkuat perilaku, indikasinya adanya partisipasi masyarakat dalam melakukan nilai gotong royong dalam membantu antar masyarakat yang terdampak pandemi saat ini. Sehingga, sangta berdampak positif terhadap penanganan pandemi yang telah dilakukan oleh pemerintah.
Kini masyarakat juga telah berupaya dalam mematuhi protokol kesehatan dari mulai memakai masker, mencuci tangan, dan senantiasa menjaga jarak.
BACA JUGA:
Indonesia Juara Corona: Akan Kah Jokowi Naikkan Bendera Putih?
Infrastruktur kesehatan Indonesia pun menjadi lebih baik. Indikasinya, kapasitas sektor kesehatan dalam negeri meningkat secara siginigfikan dalam kurun waktu satu tahu ke depan, dan ini menjadi modal yang bagus dalam menghadapi kenaikan angka kasus positif Covid-19.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Ketua DPRD Medan Minta Penegak Hukum Usut Kelangkaan BBM
Ketua DPRD Kota Medan Jagokan Inggris Juara Piala Dunia 2026
59 Paket Berubah dari Sistem Tender ke e-Purchasing, DPRD Medan Harus Panggil Kepala Dinas dan Walikota
PMPRI Bawa Masalah Hukum Kabupaten Asahan ke Kejagung
Komisi III DPR Dukung Kortas Tipikor Polri Tangkap Koruptor Batu Bara Pemicu Blackout
Masalah Banjir Sempakata, Ketua DPRD Kota Medan Langsung Tegur Kepala Dinas Khairul Azmi
Komentar