Putra Lembah Baliem Papua Sukses Tugas UN di Kongo

- Rabu, 17 Maret 2021 17:34 WIB
Putra Lembah Baliem Papua Sukses Tugas UN di Kongo
Foto: Istimewa
Kapten Inf Zurilham dan Prajurit Satu Andreas Kosi.
drberita.id | Batalyon Infanteri 756/WMS adalah Batalyon di bawah Jajaran Korem 172/PWY Kodam XVII/Cen yang berada di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Pegunungan Tengah Papua.

Sebanyak delapan personel Yonif 756/WMS mendapat kesempatan berangkat ke luar negeri untuk melaksanakan misi perdamaian dunia yang tergabung dalam Satgas Kizi Konga XX-Q Monusco Kongo tahun 2020-2021.


Dari ke delapan Prajurit Yonif 756/WMS yang berangkat untuk melaksanakan misi perdamaian dunia ini, salah satunya merupakan putra Papua yang lahir dan besar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, bernama Prajurit Satu Andreas Kosi.


Banyak prestasi yang sudah ditorehkan oleh Prajurit Andreas Kosi, salah satunya diberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) oleh Panglima TNI dan Surat Penghargaan dari Kasad atas keberhasilan dalam pelaksanaan tugas operasi Satgaspamrahwan Ki Yonif 756/WMS di wilayah Lani Jaya tahun 2019.


"Selanjutnya Kami mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan TNI-AD karena telah memberikan kepercayaan kepada anggota Yonif 756/WMS khususnya putra daerah asli Lembah Baliem Wamena mendapatkan kesempatan sebagai pasukan perdamaian dunia di bawah naungan PBB," ujar Kapten Inf Zurilham.

Di sela waktu pengantaran Pratu Andreas kembali ke keluarganya, Kapten Inf Zurilham selaku Wadanyonif 756/WMS menyampaikan pesan.


"Kejarlah semua hal yang kamu impikan dan inginkan sampai terwujud. Tetapi ingat satu hal, semua itu butuh proses. Dan dalam setiap proses yang dilalui, kamu harus memiliki tekad dan keyakinan serta dan yang terpenting selalu libatkan Tuhan dalam setiap langkahmu," kata Zurilham.


Lebih lanjut disampaikan Zurilham kepada orang tua Andreas Kosi, Yonif 756/WMS sangat bangga atas keberhasilannya dalam melaksanakan tugas mengamankan dunia.


"Terhadap anak bapak, atas keberhasilannya dalam melaksanakan tugas mengamankan dunia saya harus mengantarkannya sendiri untuk kembali kepada bapak dan ibu," ungkap Wadanyonif.

Setibanya Pratu Andreas di kampung halaman, rombongan disambut dengan adat setempat. Suasana hangat dan harmonis begitu terasa ketika rombongan dipersilahkan masuk ke rumah Honai yang merupakan rumah Adat Papua.


Orang tua Andreas berterimakasih kepada pimpinan TNI-AD karena telah memberikan kesempatan kepada anaknya ikut serta dalam penugasan luar negeri dan membawanya kembali ke rumah dengan selamat.

"Harapan dari peristiwa ini agar memotivasi khususnya putra putri asli Papua, bahwa terlahir dan tumbuh di tengah pegunungan tidak serta merta membuat seseorang menjadi terisolasi dan tidak memiliki mimpi, namun dapat berdedikasi menjaga kedaulatan NKRI bahkan di mata dunia internasional melalui profesi menjadi prajurit TNI AD," tutupnya.

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru