Terungkap, Ini Alasan KH Bahauddin Mundur dari Jabatan Rois PWNU Sumut
Redaksi - Sabtu, 01 Agustus 2026 01:31 WIB
Poto: Istimewa
Rapat pleno PWNU Sumut
drberita.id -Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (PWNU Sumut) menetapkan KH Abdul Hamid Ritonga sebagai Rois masa jabatan antarwaktu periode 2022-2027, menggantikan KH Bahauddin dari hasil rapat pleno di kantor, Jalan Sei Batanghari, Medan, pada Sabtu (25/7/2026).
Rapat pleno tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat Syuriyah PWNU Sumut pada 23 Januari 2026, yang membahas pengunduran diri KH Bahauddin dari jabatan Rois.
Pengunduran diri KH Bahauddin telah disampaikan secara resmi melalui surat pernyataan bermeterai yang diperkuat dengan rekaman suara dari yang mantan Rois.
Dalam rekaman suara yang diperdengarkan di hadapan peserta rapat pleno, Kyai Bahauddin menjelaskan alasan pengunduran dirinya. "Berhubung karena peraturan di Nahdlatul Ulama menurut anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, bahwa Rais Syuriyah itu tidak dibenarkan menjadi pengurus di dua tempat," ujarnya.
Keterpilihannya sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam Konferensi Cabang VI Oktober 2025, membuatnya harus menentukan pilihan.
"Karena itulah saya terpilih di Madina di waktu konferensi yang baru lalu menjadi Rais Syuriyah. Di situ ada pertimbangan langsung Ketua PWNU menanyakan saya mana saya pilih PW atau PC. Maka saya memilih PC karena saya bertempat tinggal di Madina," katanya.
Keputusan tersebut sejalan dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU, Peraturan Perkumpulan (Perkum) NU, serta Peraturan PBNU, yang melarang seseorang merangkap jabatan pada berbagai tingkatan kepengurusan NU.
Atas dasar itu, KH Bahauddin memilih fokus mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah PCNU Madinan dan resmi mengundurkan diri dari kepengurusan PWNU Sumut terhitung sejak 6 Oktober 2025.
"Saya memilih PC karena saya bertempat di Madina, lebih dekat, lebih cepat kalau ada urusan-urusan. Karena itulah kawan-kawan semua, dengan jelasnya surat pengunduran saya sudah saya berikan sama ketua PW, untuk administrasi. Dan mulai dari tanggal itu saya menjadi Rais Syuriyah di Madina, tidak lagi di PW," tegasnya.
Rapat pleno yang dipimpin KH Abdul Hamid Ritonga bersama H. Marahalim Harahap tersebut diikuti unsur Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU, para ketua badan otonom, serta ketua lembaga di lingkungan PWNU Sumut.
Forum akhirnya memutuskan menerima hasil Rapat Syuriyah PWNU Sumut pada 23 Januari 2026, sekaligus menetapkan KH Abdul Hamid Ritonga sebagai Rois PWNU Sumut untuk melanjutkan sisa masa khidmat periode 2022-2027.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Ombudsman RI dan BPN Sumut Sepakat Percepat Penyelesain Masalah Pertanahan
Bank Sumut Siapkan Rp.44,5 Miliar Untuk Program PSR Kepada Pekebun Sawit
Gen Z Sumut Soroti Bising Bobby Nasution Keluar dari Ruang Sidang Paripurna DPRD Provinsi
Harta Kekayaan Komut Bank Sumut Minus Ratusan Juta, Kinerja Transparan Jadi Taruhan
Demi Bobby Nasution, DPRD Sumut Diduga Lazim Tabrak Aturan Rapat Paripurna
Sutrisno Pangaribuan: Bobby Nasution Bantah Tidak Kuorum, Buka Rekaman CCTV!
Komentar