Ombudsman Ajak Pelaku Usaha Lawan Birokrasi yang Lemahkan UMKM

Kadin Sergai Bantu Pelaku UMKM Naik Kelas
Redaksi - Sabtu, 15 April 2023 04:52 WIB
Ombudsman Ajak Pelaku Usaha Lawan Birokrasi yang Lemahkan UMKM
Poto: Istimewa
Abyadi Siregar menyerahkan bantuan sembako ke warga Serdang Bedagai.
drberita.id -Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mengajak seluruh kalangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk membangun komitmen bersama melawan berbagai hambatan dan kesulitan birokrasi yang dapat melemahkan UMKM.

"Ombudsman RI Perwakilan Sumut siap bersinergi dengan seluruh pelaku UMKM di Sumut untuk melawan oknum oknum dari instansi pemerintah maupun oknum penegak hukum yang mencoba mempersulit ataupun memeras para pelaku usaha," ucap Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar, di Dusun 1 Desa Cempedak Lombang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat 14 April 2023.

Abyadi mengatakan itu saat menutup pasar murah dan bakti sosial pemberian 500 paket sembako kepada 500 kepala keluarga yang diadakan Kadin Sergai dan UMKM Naik Kelas pimpinan Suyanti.

Menurut Abyadi pelaku usaha tidak perlu takut dan ragu untuk melakukan perlawanan, juga tidak perlu gentar menghadapi oknum oknum yang menyulitkan kelancaran UMKM dari manapun datangnya.

Di sisi lain, untuk mendukung program percepatan pemulihan ekonomi nasional, Abyadi juga mengimbau institusi pemerintah, aparat penegak hukum, dan stakeholder lainnya untuk mendukung tumbuh kembangnya UMKM di Indonesia, terkhusus di Sumatera Utara.

"UMKM adalah soko guru perekonomian bangsa. Sektor UMKM merupakan sektor yang teruji dan terbukti tahan dari krisis, misal krisis ekonomi 1998, atau krisis akibat pandemi Covid-19, sementara sektor usaha lain banyak yang tumbang," jelasnya.

Berdasar data yang diterbitkan Kementerian Koperasi dan UMKM, pada tahun 2022, tercatat ada 8,71 juta unit usaha UMKM di Indonesia. Di Sumut sendiri masih tercatat sebanyak 595.779 unit yang masih bertahan.

"Ini menunjukan bahwa begitu kuatnya daya tahan UMKM kita. Tidak heran bila pelaku UMKM sebagai benteng kekuatan ekonomi di Indonesia," jelas Abyadi.
Maka itu, sebut Abyadi, tidak adil jika banyak pelaku UMKM mengeluh dengan berbagai kebijakan yang tidak berpihak kepada sektor ini. Misalnya, banyak pelaku UMKM mengeluh karena sulitnya mengakses perbankan untuk mendapatkan permodalan, dan ribetnya berbagai urusan perizinan. Bahkan, ada juga yang mengeluhkan mahalnya biaya pengurusan perizinan.

Tak hanya itu, pelaku UMKM juga kerap menjadi bulan-bulanan dikejar oknum tertentu karena ketidaklengkapan persyaratan dokumen sebagai badan usaha UMKM dan sebagainya.

"Karenanya mulai hari ini, saya mengajak seluruh pelaku UMKM untuk bersatu dan kompak melawan. Saya ajak pelaku UMKM untuk melapor dan membuat pengaduan ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut bila ada oknum oknum dari berbagai instansi yang coba menekan dan menyulitkan. Ombudsman akan menindak lanjuti pengaduan itu dan akan menjaga kerahasiaan pelapor," tegas Abyadi.

Namun demikian, Abyadi juga mengajak pelaku UMKM untuk membangun usaha yang sehat, melengkapi seluruh syarat administratif dan dokumen usaha, serta menjalankan usaha dengan jujur dan benar.

"Ombudsman RI adalah lembaga negara yang tugasnya mengawasi pelayanan publik. Ombudsman RI dibentuk berdasarkan UU No. 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI. Jadi, segala kesulitan layanan birokrasi yang dihadapi masyarakat, termasuk kesulitan birokrasi dan administrasi yang dihadapi dalam menjalankan usaha, silahkan lapor ke Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumut," imbuhnya.

Sementara, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Serdang Bedagai (Sergai) Suyanti mengucapkan terima kasih kepada Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar yang bersedia hadir memenuhi undangan mereka pada penutupan pasar murah serta bakti sosial kepada masyarakat.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kelancaran kegiatan ini. Selama 1 minggu sejak 7 hingga 14 April 2024, pasar murah ini kita adakan untuk membantu masyarakat dalam mencukupi kebutuhan pokok dengan harga murah," ujar Suyanti.
Dijelaskannya, kegiatan ini diadakan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1444 H, dengan harga yang murah. Sebab di kegiatan ini sejumlah bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, sirup, tepung terigu, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya dijual dengan harga yang jauh di bawah harga pasar.

Selain menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga miring, Suyanti mengatakan kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mempromosikan berbagai produk UMKM binaan Kadin Sergai ke masyarakat.

"Kadin Sergai terus berkomitmen akan menggerakan perekonomian dan membantu pelaku UMKM untuk bisa naik kelas dalam produksi dan pemasarannya. Selain itu, kami juga terus melakukan bakti sosial dengan membantu masyarakat, seperti ini membagikan 500 paket sembako untuk 500 kepala keluarga di Sergai," jelas Suyanti.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru